Home » Reptil » Megenal Ular Weling, Salah Satu Ular Berbisa yang Mematikan

Megenal Ular Weling, Salah Satu Ular Berbisa yang Mematikan

Ular weling (Bungarus candidus) merupakan salah satu jenis ular paling mematikan di dunia. Ular ini merupakan spesies endemik di Asia Tenggara. Selain dikenal dengan nama weling, hewan ini juga disebut juga dengan nama ular belang. Panjang tubuhnya mencapai 155 cm atau lebih dengan bentuk ekor yang meruncing.

Belum lama ini, terdapat kasus di mana ular weling mengakibatkan bocah berusia 11 tahun tewas setelah koma selama 5 hari akibat digigit oleh ular ini. Lantas, seberapa berbahaya kah bisa dari ular ini?

Benarkah Bisa Ular Weling Lebih Mematikan dari Kobra?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh LIPI (Lembanga Ilmu Pengetahuan Indonesia), bisa dari ulang weling lebih mematikan dibandingkan dengan ular kobra. Bisa weling memiliki sifat neurotoksin yang mampu melumpuhkan jaringan syaraf. Jika tidak ditangani dalam kurun waktu 14-24 jam setelah tergigit, maka dapat menyebabkan korban meninggal dunia. Hal ini disebabkan oleh dosis lethal pada bisa ular weling bisa mencapai angka 0,06 – 0,25 mg/gram dari berat tubuhnya.

Gejala awal yang ditimbulkan dari gigitan ular weling biasanya berupa mual, muntah, lemas, sehingga mengakibatkan kelopak mata terasa berat dan kesulitan bernapas. Bahkan, tingkat kematian yang diakibatkan oleh gigitan weling mencapai 60-70%

Karakteristik Ular Weling

Ular weling memilki warna belang hitam putih pada sekujur tubuhnya, semakin mendekati ekor, maka semakin sempit lingkaran belang tersebut. Selain belang hitam-putih, weling juga memiliki variasi warna hitam putih dengan bercak hitam pada bagian belang tubuhnya. Bagian kepalanya berwarna hitam, sedangkan tengkuk berwarna putih.

Tubuh ular weling terdiri dari susunan sisik berupa sisi dorsal yang tersusun menjadi 15 deret, serta sisik paling atasnya berukuran leih besar dibandingkan dengan sisik dorsal lain. Sisik atas bisa mencapai 209-220 buah, sisik subkaudal berjumlah 40-50 dengan seluruhnya merupakan tunggal, serta sisik perisai labial bagian atas sebanyak 7 buah, sebagian lain terletak pada tepian mata.

Ular ini merupakan hewan nocturnal atau hewan yang aktif pada malam hari di atas tanah. Meskipun demikian, weling juga kerap kali ditemukan beraktivitas di siang hari. Mangsa utamanya berupa kadal, tikus, dan hewan kecil lainnya. Biasanya, ular weling hidup di daerah dengan dataran rendah hingga ketinggian 1.200 di atas permukaan laut, dengan habitat utama di hutan mangrove, semak, perkebunan, serta lahan pertanian. Semakin sedikitnya habitat hewan ini mengakibatkan mereka pun sering kali ditemukan di area pemukiman warga yang memiliki sumber air.

Ulang weling berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) dengan jumlah sedikitnya 4 sampai 10 butir dalam sekali bertelur. Adapun panjang dari anak ular weling yang baru menetas biasanya memiliki panjang 27-30 cm. Apabila mereka merasa terancam, maka ular ini akan menyembunyikan kepalanya di bawah tubuhnya yang digulungkan.

Persebaran Ular Weling

Ular weling merupakan hewan endemik di Asia Tenggara dengan sebaran geografis meliputi Vietnam, Thailand, Singapura, Kamboja, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia sendiri, ular ini dapat ditemukan di pulau Sumatera, Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Habitatnya merupakan di daerah dataran rendah seperti semak belukar, hutan mangrove, perkebunan, lahan pertanian, dan dipinggiran sungai sampai dengan ketinggian mencapai 1.200 meter di atas permukaan laut.

Jika anda bertemu dengan ular ini, sebaiknya anda langsung menjauhi area di mana ular tersebut berdiam. Hal ini dapat menimbulkan weling merasa terganggu bahkan terancam dengan keberadaan anda sehingga dapat menyerang anda kapan saja. Jika anda ingin mengusirnya, gunakan tongkat atau memanggil pawang ular yang telah berpengalaman. Mengingat di Indonesia belum ada obat penawar racun ular ini, ada baiknya anda menghindar dari serangannya.

Perbedaan Weling dan Welang

Jika dilihat dari namanya, kita sering salah dalam membedakan jenis ular weling dan juga welang, bahkan ada juga yang menganggap bahwa keduanya merupakan jenis ular yang sama. Padahal, keduanya merupakan jenis atau spesies yang berbeda meskipun masih dalam genus yang sama. Lalu, apa saja kah perbedaannya?

Ular weling memiliki nama latin Bungarus candidus, sedangkan welang memiliki nama latin Bungarus fasciatus. Jika dilihat dari segi pola, perbedaan diantaranya sangat terlihat jelas. Hal ini disebabkan karena perbedaan warna yang dimilikinya. Welang memiliki pola yang cenderung lebih konsisten dibangingkan weling, di mana polanya memiliki kombinasi warna hitam-kuning yang membentang sampai ke area perut, sehingga keseluruhan dari tubuh ular ini berwarna belang. Sementara weling memiliki pola hitam-putih yang terdapat pada area tubuh bagian punggung, sedangkan di bagian perut cenedrung berwarna putih polos.

Pada bagian ujung ekor, ular welang memiliki ujung ekor yang tumpul, sedangkan welang memiliki ujung ekor yang lancip. Serta pada bagian kepala ular welang memiliki tanda menyerupai huruf V terbaling, sedangkan ular weling tidak memiliki tanda tersebut.

Mitos Ular Weling

Selain memiliki bisa yang mematikan, ternyata ular weling juga menyimpan mitos yang melekat pada dirinya. Berikut beberapa mitos mengenai ular weling yang diyakini oleh sebagian masyarakat Indonesia.

  • Akan Kehilangan Anggota Keluarga

Konon, jika anda menemukan ular weling masuk ke rumah, itu menandakan bahwa akan ada salah satu anggota keluarga yang akan meninggal atau pergi jauh.

  • Pertanda Kesialan

Apabila ular weling masuk ke dalam rumah, maka keluarga tersebut akan tertiba nasib buruk atau kesialan. Ada juga yang mengatakan bahwa ular ini dapat menjadi pertanda suatu larangan dari aktivitas yang dianggap berbahaya.

  • Pelaku Pembunuhan Weling Akan Dikejar Pasangannya

Terdapat sebuah larangan untuk membunuh ular ini. Hal ini dikarenakan ada mitos yang mengatakan bahwa jika kita membunuh ular weling, maka pasangan dari ular tersebut akan menuntut balas dan mengejar pelaku yang telah membunuh pasangannya tersebut untuk balas dendam.

  • Makhluk Jadi-jadian

Semua jenis ular bukan hanya weling dianggap sebagai makhluk jadi-jadian yang akan mencelakai anggota di dalam rumah yang dimasuki oleh ular.

  • Mengingatkan Janji

Mitos yang terakhir adalah apabila anda bertemu dengan weling, itu tandanya anda sedang diperingatkan akan janji yang pernah terucap yang belum ditepati sebelumnya.

Komentar