Home » Mamalia » Anjing » Teori Lengkap Asal-usul Anjing Chihuahua

Teori Lengkap Asal-usul Anjing Chihuahua

Seperti kebanyakan ras anjing modern, sejarah anjing Chihuahua juga diselimuti misteri. Dari mana asal anjing Chihuahua? Apakah mereka dibawa dari Eropa? Apakah mereka keturunan dari ras yang berbeda? Apakah mereka dibiakkan untuk tujuan tertentu seperti berburu tikus atau menggembalakan ternak? Meskipun tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan-pertanyaan di atas, para sejarawan telah menyusun beberapa teori tentang asal-usul Chihuahua yang akan kita bahas kali ini.

Gambar anjing Chihuahua

Negara Bagian Chihuahua, Meksiko

Sejarawan terus berspekulasi tentang asal-usul anjing Chihuahua, tetapi sebagian besar setuju bahwa mereka berasal dari negara bagian Chihuahua di Meksiko. Dengan luas 247.460 km² dan berbatasan dengan Texas dan New Mexico di timur laut, Chihuahua adalah yang terbesar dari 32 negara bagian Meksiko. Di sinilah para peternak anjing diyakini telah mengembangkan beberapa spesimen Chihuahua paling awal pada pertengahan 1800-an.

Pada tahun 1884, para pedagang Meksiko mulai menjual anjing kecil ini kepada turis-turis perbatasan, banyak dari mereka membawanya ke AS untuk dipelihara sebagai hewan peliharaan. Saat itu, Chihuahua belum memiliki nama resmi.

Sebaliknya, orang-orang menamainya sesuai wilayah tempat mereka berasal. Ini menghasilkan Chihuahua modern yang disebut sebagai anjing Arizona, anjing Texas, anjing Meksiko, dan anjing Chihuahua. Tentu saja, hanya satu dari nama-nama ini yang bertahan seiring berjalannya waktu, dan trah ini sekarang secara universal diakui sebagai Chihuahua.

Teori Techichi

Sejarawan umumnya menerima pendapat bahwa jenis Chihuahua yang paling awal ditemukan di Meksiko pada akhir 1800-an. Itulah yang terjadi sebelum periode ini yang terus memicu perdebatan.

Salah satu teori yang paling masuk akal adalah bahwa Chihuahua adalah keturunan dari Techichi, anjing pendamping berperawakan kecil yang dijinakkan oleh beberapa orang Mesoamerika pra-Columbus dan suku asli Amerika Utara.

Dengan berat rata-rata 4,5 hingga 9 kg, Techichi kira-kira dua kali ukuran Chihuahua sekarang tetapi keduanya memiliki banyak kesamaan fisik. Berbeda dengan Chihuahua, Techichi diyakini dibiakkan dengan hanya memiliki varian bulu panjang (Chihuahua memiliki bulu pendek dan panjang).

Peradaban Maya dan Toltec

Chihuahua

Berdasarkan teori ini, bisa diasumsikan bahwa suku Maya (1800 SM hingga 900 M) atau Toltec (900 M hingga 1150 M) adalah bangsa pertama yang menjinakkan Techichi. Bangsa Maya memandang anjing sebagai penjaga kehidupan setelah kematian, menggunakan mereka dalam upacara pemakaman dan sebagai sumber makanan. Mereka sering mengorbankan, memumikan, dan mengubur anjing bersama pemiliknya masing-masing dan percaya bahwa teman anjing mereka akan bergabung dengan mereka di akhirat.

Bangsa Maya bahkan memiliki sembilan kata berbeda untuk menyebut anjing dalam bahasa mereka, beberapa di antaranya merujuk pada varietas tertentu. Tidak diketahui ras anjing apa yang dijinakkan suku Maya, tetapi para sejarawan percaya bahwa itu setidaknya termasuk anjing Techichi dan Xoloitzcuintli (Xolo).

Ketika para arkeolog menggali lubang penguburan kuno di Colima, Meksiko, mereka menemukan pot-pot dan patung-patung patung yang berasal dari 300 SM yang menggambarkan seekor anjing dengan kemiripan yang mencolok dengan Chihuahua. Para arkeolog juga menemukan mainan anjing beroda di Amerika Tengah yang berasal dari tahun 100 M, menunjukkan varietas deer head dan apple head. Ini kemungkinan adalah dua variasi Techichi, menunjukkan hubungan langsung dengan Chihuahua modern.

Sepotong bukti lain yang memperkuat teori Techichi adalah patung Maya berusia 1.200 tahun yang menggambarkan seorang wanita menggendong anak di satu tangan dan seekor anjing kecil dengan ciri mirip Chihuahua di tangan lainnya. Patung ini dapat ditemukan di Tulane University di New Orleans.

Peradaban Maya mulai menurun pada 800 M, sehingga memunculkan Toltec pada 900 M. Dan seperti para pendahulu mereka, bangsa Toltec juga memelihara anjing untuk dijadikan makanan dan kurban. Para arkeolog telah menemukan ukiran Toltec berupa anjing kecil dengan kepala apple head bundar dan telinga tegak yang kemungkinan adalah Techichi.

Aztec dan penjelajah Eropa

Foto Chihuahua

Bangsa Aztec naik ke tampuk kekuasaan tak lama setelah berakhirnya peradaban Toltec, mendirikan ibu kota Tenochtitlan pada 1325 Masehi. Mereka memandang Toltec sebagai contoh sempurna peradaban, mengikuti banyak tradisi pendahulunya, termasuk kurban manusia dan anjing. Dalam upaya untuk menenangkan dewa-dewa mereka, mereka akan mengorbankan manusia dalam upacara persembahan darah. Jika manusia tidak ada, bangsa Aztec akan mengorbankan anjing, termasuk anjing Techichi.

Seperti bangsa Maya, Toltec dan peradaban Mesoamerika lainnya, suku Aztec percaya bahwa anjing kurban akan bergabung dengan pemiliknya di akhirat. Selain itu, mereka percaya penyakit dapat ditransfer dari manusia ke anjing sehingga bisa menyembuhkan manusia dalam prosesnya.

Beberapa penjelajah Eropa menggambarkan anjing Techichi dalam jurnal tertulis. Setelah melakukan perjalanan ke Dunia Baru pada tahun 1529, pendeta dan etnografer Fransiskan Bernardino de Sahagún menghabiskan 50 tahun berikutnya mempelajari budaya Aztec. Dalam karyanya, Sahagún menulis tentang praktik upacara Aztec, yang meliputi upacara mengorbankan anjing kecil.

Suku Aztec menekankan warna dalam budaya mereka. Mereka memandang kuning sebagai warna kematian. Menurut Sahagún, mereka akan mengorbankan Techichi berwarna kuning. Mereka percaya bahwa anjing yang mati akan membantu mereka menyeberangi sungai sembilan kali lipat ke Meitlantecutli. Penakluk Spanyol, Francisco Hernandez (meninggal tahun 1515), menulis tentang Techichi yang digunakan sebagai sumber makanan oleh orang Aztec yang mirip dengan cara orang Spanyol memakan kelinci.

Catatan tertulis lain dari penjelajah Eropa menggambarkan bagaimana orang Aztec menjinakkan dan menggunakan Techichi sebagai hewan peliharaan. Dalam The Natural and Moral History of the Indies, misionaris Jesuit Spanyol José de Acosta (1540-1600) menggambarkan orang Aztec, yang diyakini sebagai orang Indian pada waktu itu, memberi makan anjing dan menemani mereka.

“Orang-orang Indian sangat mencintai anjing-anjing kecil ini sehingga mereka menyisihkan daging untuk diberikan pada mereka. Ketika mereka bepergian mereka membawa anjing itu di atas bahu atau di dada mereka, dan ketika mereka sakit mereka membawanya bersama mereka tetapi hanya sebagai teman.”

Anjing Techichi, bersama dengan pemilik asli mereka, tidak bisa bertahan dengan baik setelah kedatangan penjajah Eropa. Penakluk Spanyol Hernán Cortés (1485-1547) memimpin ekspedisi ketiga ke Dunia Baru yang sebagian didanai menggunakan uangnya sendiri. Gubernur Kuba, Diego Velázquez de Cuéllar, berusaha membatalkan ekspedisi sesaat sebelum kapal berlayar. Namun Cortés mengabaikan perintah ini dan memulai penaklukan berdarah yang akan menyebabkan jatuhnya suku Aztec sambil menghabisi anjingTechichi dalam prosesnya.

Apakah Techichi disilangkan dengan anjing kecil lainnya?

Foto Anjing Chihuahua

Meski banyak sejarawan percaya Chihuahua adalah keturunan dari Techichi, yang lain percaya mereka adalah persilangan antara Techichi dengan anjing kecil berbulu yang dikenal sebagai Chinese crested (anjing berjambul Tiongkok)

Jika Anda pernah menyimak Kompetisi Anjing Paling Buruk di Dunia, Anda mungkin pernah mendengar jenis ini sebelumnya. Diadakan setiap tahun di Petaluma, California, acara ini merayakan anjing karena penampilan “unik” mereka. Pemilik yang menang akan mendapatkan hadiah 1.000 dolar AS dan satu trofi. Semua anjing berhak untuk berpartisipasi, tetapi Chinese crested terus mendominasi kompetisi, menang dari tahun ke tahun.

Dengan berat rata-rata 4,5 hingga 1,4 kg, Chinese crested lebih kecil daripada banyak ras lain, meskipun lebih besar dari Chihuahua. Beberapa sejarawan percaya mereka disilangkan dengan Techichi, menghasilkan Chihuahua modern. Mungkin penjelajah atau pedagang China membawa anjing berbulu ini ke Amerika, tetapi imigrasi China yang meluas ke Amerika Tengah dan Utara baru terjadi pada pertengahan 1800-an. Jika orang China baru mendarat di Amerika pada abad ke-19, tidak mungkin bagi Chinese crested dikawinkan dengan Techichi asli.

Nah, beberapa teori menyebut bahwa orang China menemukan benua Amerika sebelum Christopher Columbus. Jika benar, ada kemungkinan beberapa penjelajah China awal membawa Chinese crested ke Amerika Tengah dan/atau Amerika Utara, di mana kemudian dikawinkan dengan Techichi untuk menciptakan Chihuahua. Ini adalah langkah yang panjang, namun termasuk salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan oleh sejarawan.

Teori-teori lain menghubungkan anjing Chihuahua dengan Xoloitzcuintli (Xolo), jenis anjing kecil dan kebanyakan tidak berbulu yang telah berkeliaran di Meksiko selama ribuan tahun. Meskipun demikian, banyak sejarawan menolak hubungan anjing Chihuahua dengan jenis yang tidak berbulu, termasuk Xolo dan Chinese crested. Trah yang tidak berbulu ini memiliki kepala persegi panjang dan ekor kaku, yang sangat kontras dengan penampilan fisik Chihuahua.

Teori ras Eropa

Chihuahua Lucu

Kemungkinan lain adalah bahwa Chihuahua berasal dari Eropa, khususnya dari negara pulau Malta. Terletak 80 km di selatan Italia, pulau Mediterania ini dulunya adalah rumah bagi seekor anjing kecil yang dikenal sebagai anjing saku Malta, yang memiliki karakteristik berbeda dengan Chihuahua: ada “lubang” di tengkorak yang juga dikenal sebagai molera atau titik lembut. 80% sampai 90% dari semua Chihuahua dilahirkan dengan celah tengkorak yang tidak berkembang.

Sepotong bukti lain yang menghubungkan anjing saku Malta dengan Chihuahua modern ada di Kapel Sistine. Pada tahun 1482, pelukis Renaisans Italia, Sandro Botticelli, menyelesaikan fresco di kompartemen kedua tembok selatan. Dikenal sebagai The Trials and Calling of Moses, lukisan dinding yang hidup ini menggambarkan seorang anak lelaki yang memegang seekor anjing kecil dengan kemiripan yang luar biasa dengan Chihuahua modern.

Orang bisa berpendapat bahwa anjing saku Malta sebenarnya adalah Techichi atau Xolo yang dibawa dari Meksiko, tetapi Botticelli menyelesaikan fresco ini sepuluh tahun sebelum Christopher Columbus menemukan Amerika. Karena itu, mustahil baginya untuk mengetahui seperti apa Techichi itu.

Bukti DNA menjelaskan asal usul Chihuahua

Sebuah studi baru-baru ini yang melibatkan DNA Chihuahua dapat menjelaskan asal usul breed tersebut. Para peneliti dari KTH Royal Institute of Technology di Stockholm, Swedia berusaha menyelidiki asal-usul beberapa ras anjing Amerika modern, termasuk Chihuahua. Untuk penelitian ini, para peneliti membandingkan DNA mitokondria Chihuahua dengan anjing-anjing Asia, anjing-anjing Eropa, dan situs-situs arkeologi untuk melihat apakah ada hubungannya.

Para peneliti tidak menemukan hubungan antara Chihuahua dan anjing-anjing Asia atau Eropa. Namun mereka menemukan jenis DNA Chihuahua yang unik dalam sampel pra-Columbus Meksiko, menunjukkan jenis ini -atau mungkin leluhur Techichi- sudah ada di Meksiko sebelum penjelajah Eropa tiba. Anda dapat mengakses temuan ini di jurnal Royal Society.

Chihuahua modern

Salah satu catatan tertulis terperinci pertama dari Chihuahua dibuat oleh James Watson, seorang juri anjing dan penulis yang berimigrasi dari Skotlandia ke New York pada tahun 1870-an. Ketika bepergian ke San Fransisco untuk menghadiri pameran anjing pada tahun 1888, Watson mampir ke El Paso dan menyeberangi perbatasan ke Meksiko untuk menyelidiki rumor tentang jenis yang dibicarakan ini. Di sini dia membeli seekor Chihuahua yang kemudian dia beri nama Manzanita dari pedagang Meksiko seharga 5 dolar AS.

Watson kembali segera setelah membeli beberapa Chihuahua lagi, termasuk salah satu jawara pertama dari jenis ini, Juarez Bell. Dia menulis tentang teman-teman barunya di The American Kennel Register and Country Life in America, menggambarkan mereka sebagai anjing yang cukup kecil untuk masuk ke sakunya.

Pada tahun 1890-an, presiden Meksiko memberi hadiah pada penyanyi opera Italia-Prancis yang terkenal, Adelina Patti, sebuah buket bunga di mana seekor Chihuahua kecil disembunyikan di dalamnya. Patti merasakan hubungan langsung dengan teman anjing barunya (dinamai Bonito) dan membawanya ke seluruh negeri saat dia melakukan tur.

Pada saat itu, banyak orang telah mendengar tentang anjing Chihuahua, tetapi sebenarnya tidak pernah melihatnya. Patti mengubah arah Chihuahua dalam sejarah dengan menghadirkan jenis anjing yang penuh kasih sayang dan menyenangkan ini kepada dunia.

Carl Lumholtz, penjelajah Norwegia dan peneliti budaya asli Meksiko, menulis tentang Chihuahua dalam satu set buku berisi dua volume Unknown Mexico (1902). Menurut Lumholtz, Chihuahua “cukup dihargai” oleh peternak anjing. Dia juga menggambarkan trah ini sebagai anjing pemalu dengan telinga yang tegak, mata yang menonjol, dan lubang kecil di bagian atas tengkorak.

Akhirnya pada tahun 1904 penduduk Texas bernama H. Raynor mendaftarkan anjing Chihuahua pertama, Midget, ke AKC. Di tahun yang sama, tiga ekor Chihuahua lainnya terdaftar di AKC. Dan hanya beberapa tahun kemudian, AKC memiliki juara pertama. Pada tahun 1915, 30 Chihuahua telah terdaftar di AKC.

Chihuahua Club of America (CCA) didirikan pada tahun 1923 untuk mempromosikan trah ini dan menyediakan edukasi tentang kesehatan, perawatan, dan karakteristik umum. Pada tahun 1952, CCA memisahkan breed Chihuahua menjadi dua varietas yang berbeda: bulu halus dan bulu panjang.

Pada tahun 1928, Canadian Kennel Club (CKC) -versi Kanada dari AKC- menambahkan Chihuahua ke dalam daftar trah yang diakui secara resmi  Lalu pada tahun 1948, United Kennel Club (UKC) -versi Inggris dari AKC- juga menambahkan Chihuahua ke dalam daftar mereka.

Komentar