Home » Reptil » Anaconda – Fakta, Makanan, Habitat, Populasi, Gambar

Anaconda – Fakta, Makanan, Habitat, Populasi, Gambar

Anaconda (Eunectes murinus) atau “Green Nconda” adalah anggota keluarga boa dan merupakan salah satu ular terbesar yang ada. Anaconda betina jauh lebih besar daripada pejantan dan dengan jelas menandai dimorfisme seksual. Anaconda umumnya berwarna hijau zaitun dengan bintik-bintik hitam di sekitar tubuh mereka. Kepala anaconda menunjukkan garis-garis oranye-kuning di kedua sisi dan ukurannya lebih kecil dibanding tubuhnya. Mata, yang terletak di bagian atas kepala, membantu anaconda mengamati lingkungan tanpa harus keluar dari air.

Gambar ular Anaconda

Anaconda hidup antara 10 sampai 30 tahun. Beratnya antara 30-70 kg dan panjang mencapai 3-4,6 meter. Kecepatan mereka adalah 16 km/jam.

Sebaran

Habitat utama anaconda adalah dataran rendah tropis Amerika Latin. Anaconda paling sering ditemukan di cekungan Sungai Amazon (Brasil), Sungai Orinoco (Kolombia), dan Los Llanos (Venezuela) -dataran padang rumput tropis yang luas. Mereka adalah hewan semi-akuatik, hidup sebagian di darat dan sebagian di air. Anaconda lebih menyukai dataran, hutan hujan, sabana, area perairan tawar, serta area yang airnya tidak terlalu dalam.

Perilaku

Anaconda adalah hewan nokturnal dan hidup soliter. Aktivitas anaconda akan meningkat pada malam hari. Sebagai reptil penghuni air, anaconda bisa bergerak cepat dalam air, tapi lambat di darat. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan di perairan dengan berendam di dalam air untuk waktu yang lama.

Anaconda relatif pasif pada siang hari yang panas dan mulai bergerak saat senja ketika panas mereda. Mereka sering melewati jarak jauh dengan sangat cepat, biasanya ketika musim kemarau mencapai titik tertinggi atau ketika mereka mencari pasangan.

Makanan

Ular anaconda

Anaconda adalah predator puncak yang oportunistik, yang berarti bahwa mereka biasanya tidak memiliki strategi khusus dalam perburuan dan hanya memanfaatkan kesempatan apa pun untuk menyantap makanan yang lezat. Mereka biasanya memakan reptil lain, domba, anjing, tapir, ikan, burung, babi hutan, rusa, tikus, serta segala jenis mangsa yang dapat ditangkap dan ditelannya.

Perilaku kawin

Anaconda adalah hewan polyandrous, artinya seekor betina bisa memiliki lebih dari satu pejantan sedangkan masing-masing pejantan hanya memiliki satu betina. Anaconda kawin selama musim kemarau, yaitu dari bulan Maret hingga Mei. Biasanya, proses kawin berlangsung hingga beberapa minggu.

Betina tidak makan pada periode kehamilan yang berlangsung sekitar tujuh bulan. Karena itulah setelah kawin seekor anaconda betina bisa memakan pasangannya untuk melewati periode panjang ini. Anaconda betina bersifat ovovivipar. Setelah melalui masa inkubasi yang berlangsung 7 bulan, seekor betina akan melahirkan hingga 82 bayi (meskipun jumlah rata-rata adalah 20-40).

Anak-anak anaconda yang baru lahir benar-benar mandiri: mereka tidak mendapatkan perlindungan dan perawatan dari ibu mereka dan harus mampu menjaga diri mereka sendiri. Kematangan seksual dicapai pada usia sekitar 3 atau 4 tahun.

Populasi

Seperti biasa, ancaman besar berkaitan dengan aktivitas manusia, dalam hal ini adalah perdagangan spesies eksotis. Anaconda dimasukkan dalam Appendix II of CITES (Convention on Trade in International Species). Anaconda diburu dan dibunuh karena kulit mereka sangat diminati di pasar gelap. Mereka juga dianiaya di permukiman warga karena dianggap membahayakan orang dan hewan peliharaan.

Selain itu, anaconda juga terancam oleh penggundulan hutan ilegal karena kecerobohan pihak berwenang setempat. Hal ini menyebabkan hilangnya habitat anaconda bahkan di daerah yang dilindungi. Saat ini, populasi anaconda tidak diketahui secara resmi. Namun, mereka tidak terdaftar di IUCN sebagai spesies yang terancam punah.

Sebagai predator, anaconda memakan berbagai macam hewan vertebrata. Anaconda muda, pada gilirannya, akan menjadi mangsa predator yang lebih besar dan ini akan menjaga keseimbangan ekosistem.

Fakta-fakta unik

Kata “anaconda” berasal dari bahasa Tamil “anaikolra” yang berarti “pembunuh gajah.” Setelah Spanyol menaklukkan daerah itu, para pemukim menyebut anaconda “matatoros” yang berarti “pembunuh banteng.”

 Setelah lama berada di air, anaconda seringkali terlihat menggantung pohon untuk mengeringkan diri.

Anaconda tidak memiliki sisik di kloaka mereka. Kelenjar mereka di daerah ini berbau seperti musk yang menakuti organisme kecil karena beracun bagi mereka. Jadi, bau ini kemungkinan besar melindungi kloaka anaconda dari lintah dan kutu.

 Dalam bahasa Latin, nama ilmiah anaconda adalah Eunectes murinus yang berarti “perenang yang baik.”

 Anaconda dapat hidup tanpa udara di bawah air selama sekitar sepuluh menit dan kemudian naik ke permukaan untuk mendapatkan udara.

 Anaconda dapat merasa kenyang hanya dengan satu kali makan dalam jangka waktu yang lama, asalkan mangsanya cukup besar.

Komentar