Home » Binatang Buas » Apakah Semua Singa Jantan Memiliki Surai?

Apakah Semua Singa Jantan Memiliki Surai?

Kita semua tahu bahwa hanya singa jantan yang memiliki surai, namun faktanya tidak semua singa jantan memilikinya. Ada banyak singa di seluruh dunia tanpa surai dan beberapa memiliki surai yang kurang jelas. Meskipun singa Afrika umumnya lebih besar dengan surai yang besar dibandingkan dengan singa Asia, ada juga singa yang tidak bersurai di Afrika.

Singa jantan

Diyakini, kurang berkembangnya atau tidak adanya surai di antara singa Asia dibandingkan dengan singa Afrika disebabkan oleh iklim yang panas di Asia. Singa yang ada di Asia Kecil dan Yunani kuno memiliki surai yang kurang menonjol dan tidak sampai ke bawah perut mereka. Singa dengan surai pendek juga umum ditemukan di Jazirah Arab, wilayah Suriah, dan Mesir.

Fungsi Surai

Singa termasuk dalam keluarga kucing besar. Singa menggunakan surai mereka sama seperti burung merak menggunakan ekornya. Semakin panjang dan gelap surainya, semakin kuat singa itu dalam kawanan. Singa dengan surai besar dan lebih gelap biasanya akan menarik perhatian betina. Diyakini bahwa surai digunakan oleh singa untuk melindungi leher mereka saat berkelahi dengan jantan lain. Namun singa bertarung dengan menyerang bagian punggung dan pinggul. Telah ditetapkan bahwa warna dan ukuran surai merupakan indikasi kebugaran singa.

Peran Testosteron pada Surai

Diyakini bahwa genetika, hormon, dan iklim memainkan peran penting dalam ciri-ciri tubuh spesifik organisme yang berbeda. Pengaruh ini tidak terkecuali di antara singa. Menurut para ilmuwan, testosteron bertanggung jawab atas pertumbuhan surai. Misalnya, singa jantan yang dikebiri tidak akan menghasilkan testosteron dan akan kehilangan surainya.

Kasus Langka Singa Betina yang Mengembangkan Surai

Pada tahun 2011, di National Zoological Garden di Afrika Selatan, seekor singa betina yang dikenal sebagai Emma mengembangkan surai. Tes yang dilakukan menunjukkan tingkat testosteron yang tinggi sebagai akibat dari masalah yang dia alami pada ovariumnya. Ketika ovariumnya diangkat, dia berubah menjadi singa betina biasa.

Singa betina lain di Botswana terlihat memiliki surai, dan meskipun kawin, mereka tidak bereproduksi karena kadar testosteron yang tinggi. Lima kasus berbeda dari singa betina jantan yang diamati di wilayah Okavango menunjukkan kemungkinan adanya genetik yang mendasari fenomena tersebut.

Perbedaan Regional

Perbedaan wilayah juga berperan dalam keberadaan surai. Singa Asia yang ditemukan di daerah beriklim panas di Asia memiliki surai yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan sepupunya di Afrika. Singa Asia yang ditemukan di Hutan Gir di India memiliki surai yang lebih gelap dibandingkan dengan singa Afrika seperti yang ditemukan di daerah tropis Tsavo di Kenya.

Demikian pula, singa Afrika memiliki surai yang lebih besar dan lebih mewah, tidak seperti singa Asia yang memiliki lebih sedikit surai. Ilmuwan lain percaya bahwa beberapa singa telah berevolusi dari memiliki surai yang lebih panjang untuk memungkinkan pergerakan yang mudah di habitat mereka, yang bisa jadi adalah hutan. Yang lain cenderung memiliki surai karena perawatan yang mudah lantaran habitat mereka di dataran dan sabana.

Perilaku Singa

Singa adalah satu-satunya kucing sosial yang hidup dalam kelompok (kawanan), yang merupakan satu kesatuan keluarga. Sebuah kawanan terdiri atas satu hingga tiga jantan dan beberapa singa betina dan anak-anak mereka. Semua singa betina dalam kawanan saling berhubungan. Betina tetap bersama kawanan di sepanjang hidup mereka, sementara jantan akhirnya akan meninggalkan kawanan untuk membentuk kawanan mereka sendiri melalui pengambilalihan kawanan yang ada.

Pejantan berperan dalam mempertahankan kawanan dan wilayah kekuasaannya. Wilayah mereka bisa seluas 150 km persegi. Betina adalah pemburu dalam kawanan dan mereka sering berburu dalam kelompok. Namun ketika ada kesempatan seekor singa bisa berburu sendiri.

Konservasi Singa

Di masa lalu, singa tersebar di Afrika, Asia, dan Eropa. Namun saat ini mereka hanya ditemukan di sebagian kecil Afrika dan Hutan Gir di India. Singa telah menghilang dari 95% jangkauan aslinya. Seabad yang lalu, Afrika adalah rumah bagi lebih dari 200.000 ekor singa, tetapi sekarang hanya 20.000 ekor singa yang ditemukan di 26 negara. Menurut IUCN, ada sekitar 23.000 hingga 39.000 ekor singa di alam liar di seluruh dunia.

Singa-singa Asia yang pernah hidup di seluruh Timur Tengah dan Asia, diburu dan dibunuh sampai di ambang kepunahan. Pada tahun 1800-an, hanya ada sekitar sepuluh ekor singa di alam liar. Mereka berlindung di Taman Nasional Gir India, di mana jumlah mereka pada akhirnya meningkat. Menurut National Geographic, ada lebih dari 500 ekor singa Asia di dunia pada tahun 2015 dan semuanya tinggal di Gir. Ini merupakan peningkatan yang signifikan dari jumlah 411 ekor singa di tahun 2010.

Komentar