Home » Mamalia » Sugar Glider : Fakta, Makanan, dan Cara Merawatnya.

Sugar Glider : Fakta, Makanan, dan Cara Merawatnya.

Bagi sebagian orang, Sugar Glider masih terdengar asing di telinga. Karena kebanyakan orang Indonesia lebih suka untuk memelihara anjing atau kucing. Jika anda menginginkan sesuatu yang baru, maka cobalah untuk memelihara hewan yang satu ini.

Sugar Glider

Sugar glider (Petaurus breviceps) merupakan hewan marsupial atau berkantung seperti kangguru. Namanya diambil dari kebiasaannya yang suka makan makanan manis (sugar = gula), dan dapat meluncur dari satu pohon ke pohon yang lainnya menggunakan selaput yang terdapat di antara kaki depan dan belakangnya (glide = meluncur). Apabila diartikan menjadi hewan pemakan makanan manis yang suka meluncur/melompat.

Di beberapa negara, terdapat pro dan kontra untuk pemeliharaan glider ini, seperti di Alaska dan California. Mereka dianggap hewan ilegal, tetapi jika tetap ingin memeliharanya maka harus memerlukan izin khusus. Tetapi anda jangan khawatir, di Indonesia hewan ini diperbolehkan untuk dipelihara.

Fakta

  1. Kerap Kali Dianggap Sebagai Tupai

Jika dilihat sekilas, fisik dan kebiasaan dari  glider ini mirip dengan tupai terbang. Padahal, diantara keduanya merupakan spesies yang sangat berbeda. hewan merupakan hewan marsupial, sedangkan tupai terbang merupakan salah satu jenis hewan pengerat. Perbedaan lainnya terdapat pada warna bulunya. Pada bagian kepala glider memiliki corak, sedangkan tupai terbang polos. Selain itu, ekor glider lebih tebal dibandingkan dengan tupai terbang yang lebih tipis, pipih, dan lembut.

  1. Kemampuan Melompat Mencapai 50 Meter

Sugar glider memiliki selaput yang terdapat dia antara kaki depan dan belakangnya yang terentang lebar yang berfungsi untuk mengarahkan diri pada posisi tujuannya. Itulah sebabnya, meskipun berukuran kecil, tapi kemampuan melompat dari hewan ini bisa mencapai 150 kaki atau sekitar 50 meter.

  1. Mampu Bertahan Hidup Hingga 12 Tahun

Usia dari sugar glider ini hampir sama dengan anjing atau kucing pada umumnya, namun jika dirawat dengan baik maka mereka mampu bertahan hingga 12 tahun. Beda halnya jika sugar glider hidup di habitat aslinya, maka usia mereka cenderung lebih pendek. Ini dikarenakan jika dirawat di rumah, kehidupan mereka lebih aman dibanding dengan habitat asli karena akan rentan pada gangguan predator alami seperti ular, rubah, bahkan burung hantu.

  1. Mempunyai Kantong Menyerupai Kangguru

Keunikan lain dari hewan ini yaitu memiliki kantong pada perutnya. Sama seperti kangguru, kantong pada sugar glider berfungsi sebagai perlindungan bagi anak-anaknya yang bersifat fleksibel. Di dalam kantong induknya, anak-anak sugar glider tumbuh selama 8-10 minggu sampai usia matang untuk tinggal di luar kantong induknya. Namun, tidak semua sugar glider memiliki kantung melainkan hanya sugar glider betina saja yang memiliki kantung pada perut tersebut.

  1. Merupakan Hewan Nocturnal

Sugar glider memiliki mata besar, ciri khas dari hewan yang beraktifitas pada malam hari (nocturnal). Pada habitat aslinya, hewan ini biasa tidur pada siang hari dan mulai aktif mencari makan pada malam hari. Akan tetapi, jika dijadikan hewan peliharaan, pola tidur dan kebiasaan mereka dapat  berubah.

  1. Masa Kehamilan Hanya 15-17 Hari

Tingkat kematangan organ reproduksi  glider jantan berada pada usia 4-12 bulan, sementara betina pada usia 8-12 bulan. Biasanya jika di alam liar, mereka berkembang biak dua kali dalam setahun. Masa kehamilan dari hewan ini hanya 15-17 hari saja dengan ukuran bayi yang hanya 0,2 gram.

Makanan yang Aman bagi Glider

Sugar glider dikenal memang menyukai makanan yang manis. Akan tetapi, tetap perlu diperhatikan pemberian makanan bagi hewan ini. Jika memberinya terlalu banyak makanan manis, maka akan meningkatkan resiko kegemukan bagi mereka sehingga rentan terkena penyakit. Berikut ini beberapa alternatif makanan yang baik bagi sugar glider.

  1. Pisang

Pisang mengandung zat besi serta kalsium yang baik bagi kesehatan tulang dari glider. Berikan pisang dalam keadaan utuh dengan kulitnya, hal ini bertujuan untuk menjaga naluri mencari makannya tetap ada.

  1. Pepaya

Pepaya mengandung lemak, vitamin A, vitamin E, vitamin C, serta protein yang berguna untuk menjaga kesehatan dari sugar glider. Potong pepaya menjadi bagian kecil-kecil untuk memudahkan sugar glider dalam mamakannya.

  1. Apel

Apel memiliki tekstur buah yang agak keras baik untuk menstimulasi gigi sugar glider. Kandungan vitamin A, vitamin C, vitamin B2, vitamin B3, serta mineralnya sangat baik untuk kesehatan sugar glider.

  1. Wortel

Selain buah, wortel juga dapat menjadi alternatif makanan bagi sugar glider karena memiliki kandungan vitamin A dan antioksidan. Teksturnya yang keras juga baik bagi giginya. Perlu anda perhatikan, jangan pernah memberikan wortel sisa olahan masakan anda seperti bekas sop atau olahan lainnya karena dapat mengganggu kesehatan pencernaan sugar glider.

4 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memelihara Sugar Glider

  1. Kandang

Pertama, Glider merupakan salah satu jenis hewan yang aktif. Untuk itu, mereka memerlukan kandang dengan tinggi minimal sekitar 30 cm dan lebar 60 cm. Sebaiknya, anda memberikan kandang yang lebih besar agar mereka dapat leluasa untuk bermain. Selain itu, hindari kandang yang terbuat dari baja galvanis karena bahan ini mudah berkarat sehingga dapat menginfeksi kantung kemih glider. Berikan alas untuk menampung kotoram dan sisa makanan supaya mudah untuk dibersihkan. Jika ingin  glider anda cepat jinak, maka tempatkan kandang di tempat yang sering dilalui oleh manusia.

  1. Makanan dan Minuman

Kedua, pemilihan makanan bagi sugar glider harus memenuhi setidaknya 3 komponen antara lain protein, buah, sayur, dan kecukupan vitamin. Sementara minumannya adalah air bersih tanpa tanah, atau dapat pula dicampur dengan jus buah sebanyak 3 kali dalam seminggu.

  1. Memandikan Sugar Glider

Ketiga, cara memandikan hewan ini sebaiknya menggunakan tisu basah. Ini dikarenakan hewan ini sama seperti hamster yang tidak boleh dimandikan dengan air secara langsung.

Kelemahan Memelihara Sugar Glider

Meskipun perawatan glider terbilang mudah, tetapi terdapat sisi lain dalam memelihara hewan ini. Adapun kelemahan-kelamahannya antara lain sebagai berikut.

  1. Memiliki Bau yang Tidak Sedap.

Pada glider jantan, bau yang dimiliki biasanya lebih kuat dibanding betina. Terlebih jika pada saat musim kawin. Terdapat kelenjar berwarna kuning di sekitar tenggorokannya. Kelenjar itulah yang menyebabkan bau busuk pada glider sebagai tanda ingin kawin.

  1. Suka Buang Kotoran Sembarangan

Apabila hewan ini belum jinak, terlebih jika anda baru pertama kali memeliharanya, maka anda harus siap-siap melatih hewan ini. Karena sulit untuk mengarahkan mereka untuk buang kotoran di tempat yang sudah kita siapkan. Malahan, kita harus mengetahui jam-jam mereka akan buang kotoran untuk mengantisipasinya.

  1. Suka Menggigit

Pada dasarnya, semua glider menggigit. Namun kasusnya berbeda jika hewan ini dipelihara karena gigitannya merupakan gigitan untuk mengajak bermain. Tetapi, jika belum jinak, maka gigitannya akan melukai anda sebagi bentuk pertahanan diri mereka.

  1. Berisik

Sebagai hewan nocturnal atau aktif di malam hari, tentunya akan sangat mengganggu saat jam-jam tidur. Suara dari glider menyerupai gonggongan anak anjing pada malam hari.

Itulah beberapa hal mengenai glider. Apakah anda tertarik untuk memeliharanya?

Komentar