Home » Binatang Buas » 7 Fakta Mengenai Serigala, Hewan yang Kerap Dikaitkan dengan Bulan Purnama

7 Fakta Mengenai Serigala, Hewan yang Kerap Dikaitkan dengan Bulan Purnama

Serigala merupakan salah satu mamalia yang banyak ditakuti oleh manusia. Hal ini dikarenakan serigala memiliki lolongan yang sangat menyeramkan, terlebih lagi jika lolongan tersebut terdengar pada malam hari. Bahkan, mereka disebut-sebut sebagai nenek moyang anjing. Akan tetapi, berbeda dengan anjing, serigala justru dikenal buas dan bisa menyerang manusia kapan pun. Itulah mengapa serigala banyak diburu oleh manusia sebagai pertahanan diri. Padahal sebenarnya, kasus penyerangan serigala terhadap manusia ini sangatlah sedikit.

Karena maraknya perburuan yang dilakukan manusia tersebut, membuat status hewan yang identik dengan bulan purnama ini terancam punah. Sehingga program-program konservasi yang dilakukan terus meningkat hingga saat ini.

Serigala merupakan hewan sosial yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Berbeda dengan singa atau harimau yang masih mudah untuk dijinakkan. Serigala merupakan hewan buas yang sangat sulit untuk dijinakkan bahkan dipelihara. Itulah mengapa hewan ini tidak pernah terlibat dalam dunia sirkus.

Berikut ini beberapa fakta mengenai serigala yang wajib anda ketahui.

  1. Serigala Memiliki Stamina yang Luar Biasa

Serigala memiliki tiga dasar berburu di alam liar diantaranya adalah stamina, kecerdasan, dan kemampuan berburu di alam liar. Bahkan di dunia hewan, hewan ini merupakan sala satu hewan dengan strategi berburu yang sangat baik meliputi beberapa aspek yang dilakukan terhadap mangsanya antara lain membuat mangsa kelelahan, mengawasi, mengintimidasi dan akhirnya membunuh mangsa tersebut. Semua itu tentu didukung dengan adanya stamina serta kemampuan sosial dalam praktik lapangannya.

Serigala juga merupakan hewan nocturnal atau aktif pada malam hari. Pada dasarnya mereka memiliki penciuman serta penglihatan yang sangat baik sehingga mereka ditakuti oleh mangsanya pada malam hari.

  1. Merupakan Hewan Monogami

Serigala merupakan salah satu hewan monogami atau setia hanya dengan satu pasangan. Kebiasaan tersebut dilakukan guna sebagai pertahanan diri dalam proses evolusi yang menyatakan bahwa seleksi alam akan terjadi bagi siapa saja yang tidak mampu bertahan dengan baik di alam liar. Dengan perkawinan monogami tersebut, serigala dapat mempertahankan keturunan murninya dan kuat dari berbagai macam penyakit yang terdapat di alam liar. Monogami juga dapat mempermudah kelompoknya dalam pengaturan kesepakan bersama. Serigala pemimpin akan dipatuhi dan diikuti serta dijadikan panutan bagi serigala-serigala pengikut.

  1. Serigala Liar Bukanlah Nenek Moyang Anjing

Penjelasan sebelumnya mengenai serigala merupakan nenek moyang anjing ternyata tidak sepenuhnya benar. Terdapat suatu penelitian mengenai asal-usul anjing yang mengungkap beberapa fakta yang mengejutkan. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa serigala liar bukanlah nenek moyang dari anjing.

Hal ini tentu saja membuat anggapan bahwa anjing merupakan hasil pencampuran dari domestikasi serigala tersebut tidak benar. Berdasarkan penelitian terhadap DNA yang dilakukan, terdapat kesimpulan bahwa anjing dan serigala mengalami evolusi yang terpisah pada 35 ribu tahun yang lalu.

Akan tetapi, anjing dan serigala memiliki nenek moyang yang sama, serta terspisah dalam garis evolusi yang terjadi dalam ribuan tahun. Hingga saat ini, belum diketahui spesies apakah yang sebenarnya merupakan nenek moyang anjing dan serigala ini.

  1. Terdapat Beberapa Spesies dan Supsesies

Serigala memiliki beragam jenis subspesies yang tersebar di alam liar. Subspesies tersebut muncul diakibatkan karena faktor evolusi yang terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Salah satu penyebabnya adalah kondisi alam itu sendiri. biasanya, perbedaan subspesies yang meliputi ukuran tubuh, mata, warna bulu, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Beberapa jenis subspesies dari serigala antara lain serigala arktik, serigala india, serigala merah, serigala himalaya, serigala ethiopia, serigala timur, dan serigala abu-abu.

  1. Memiliki Aturan Kelompok yang Harus Dipatuhi Bersama

Serigala merupakan hewan sosial yang berkelompok. Diantara mereka biasanya akan memilih satu pemimpin yang menonjol dibandingkan dengan serigala lainnya. Kemampuan yang ditonjolkan berupa kepemimpinan berupa struktur yang kompleks, termasuk kehidupan sosial pada manusia.

Kelompok sosial mereka memiliki warisan gen yang selalu hidup dalam keluarga besar. Dengan kebiasaan hidup berkelompok tersebut, mereka dapat menjadi hewan penyintas di alam liar.

  1. Identik dengan Bulan Purnama

Serigala kerap dikaitkan dengan bulan purnama. Hal ini dikarenakan serigala akan melolong sambil mendongakkan kepala ke langit saat bulan purnama muncul. Hubungan tersebut berasal dari mitologi Yunani, Nordik (masyarakat Eropa Utara), dan Romawi kuno. Bahkan, hewan ini dianggap sebagai hewan penjaga bulan oleh penduduk Amerika asli. Legenda ini pun akhirnya memudar setelah berabad-abad menjadi pengetahuan umum tradisional.

  1. Penjelajahan Anak Serigala

Ketika masuk dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, anak-anak serigala akan menjelajahi sekitarnya dalam keadaan buta, tuli, serta hanya mengandalkan indra penciumannya saja. keterbatasan ini membentuk perilaku mereka menjadi lebih takut dan juga waspada terhadap hal-hal baru yang ditemuinya. Mereka akan segera menghindar ketika mendapati suara maupun hal-hal aneh lain yang baru dialaminya. Hal inilah yang menyebabkan serigala kesulitan menjalin keakraban dengan sekitarnya, termasuk manusia dan hewan lain.

Itulah 7 fakta mengenai serigala, si hewan monogami yang identik dengan bulan purnama. Semoga artikel kali ini dapat menambah wawasan anda mengenai beragam fauna yang ada di Indonesia maupun dunia, ya!

Komentar