Home » Budidaya » Semut Rangrang: si Penghasil Kroto serta Manfaatnya bagi Manusia

Semut Rangrang: si Penghasil Kroto serta Manfaatnya bagi Manusia

Kroto merupakan pakan bagi burung dan juga berfungsi sebagai umpan untuk memancing ikan. Kroto ini dihasilkan oleh sejenis semut merah bernama semut rangrang atau dengan nama latin Oecophylla smaragdina. Semut rangrang merupakan hewan sosial yang berhabitat di seluruh tempat kecuali perairan dan merupakan salah satu musuh alami bagi hama yang menyerang tanaman. Hama yang biasa dimangsa oleh semut ini adalah kepik hijau, ulat buah, ulat daun hingga jenis kutu-kutuan. Meskipun begitu, anda harus tetap hati-hati jika mendapati semut ini di sekitar pepohonan rumah anda. Pasalnya, gigitan dari semut ini dikenal sangat menyakitkan walaupun mereka tidak memiliki sengat yang tajam.

semut rangrang

Umumnya, semut rangrang tidak akan ditemukan di dalam rumah. Hal ini dikarenakan sifat dari semut ini yang menyukai udara sejuk di luar ruangan. Itulah mengapa kebanyakan dari sarang semut ini banyak ditemukan di atas pohon, bukan di dalam tanah seperti jenis semut yang lainnya. Saat ini, semut rangrang sudah mulai banyak dibudidayakan untuk memproduksi kroto dalam lingkungan yang tentunya terkontrol.

Habitat Semut Rangrang

Semut rangrang biasanya banyak ditemukan dalam bentuk sebuah koloni besar yang tiap koloninya berjumlah hingga setengah juta ekor semut rangrang. Dan dalam satu koloni, dapat terdiri dari beberapa sarang. Masing-masing sarang setidaknya diisi oleh sekitar 4000 sampai dengan 5000 ekor semut. Mereka membangun sarang dengan bahan dedaunan yang dianyam, untuk alasan itulah mengapa semut ini dijuluki sebagai semut penganyam. Pohon tempat sarang semut rangrang bernaung biasanya memiliki karakteristik daun lebar dan lentur, atau pohon dengan daun yang rimbun. Luas dari daerah yang dikuasai oleh koloni semut ini mencapai 1000 meter persegi. Mereka akan cenderung mempertahankan daerah kekuasaannya terhadap apapun yang akan mengganggu daerah tersebut.

Di dalam ekosistem, semut rangrang bertindak sebagai predator hama-hama yang mengganggu tanaman. Bahkan, semut ini juga dipelihara oleh petani-petani seperti petani jeruk dan kebun buah lain untuk menjaga kebun mereka dari serangan hama. Selain itu, semut ini juga kerap kali dimanfaatkan sebagai sumber pakan bagi burung berkicau.

Koloni Semut Rangrang

Dalam setiap koloni, semut rangrang akan bekerja sama untuk menjaga telur-telur yang dihasilkan oleh ratu rangrang dengan memanfaatkan jating putih yang terdapat pada telur. Kemudian, jaring-jaring itu dibuat menjadi sebuah sarang yang nantinya akan digunakan untuk mengembangbiakkan telur-telur tadi menjadi larva, pupa, hingga akhirnya menjadi imago.

Sama halnya dengan lebah, dalam koloni semut rangrang juga memiliki sistem kasta. Dalam sistem kasta tersebut, terdiri dari tiga bagian besar yang mempunyai tugas dan tanggung jawab yang penting. Masing-masing peran dari tiap bagian kasta memiliki peran sebagai berikut:

  1. Kasta pertama, diisi oleh ratu dan semut-semut jantan yang berberan dalam perkembangbiakan. Ratu bertugas untuk menghasilkan telur dimana dalam sekali bertelur, ratu semut akan menghasilkan ribuan telur. Ukuran tubuh dari ratu rangrang lebih besar 10 kali lipat dibandingkan dengan rangrang biasa. Setelah mengawini ratu, para semut jantan akan mati.
  2. Kasta kedua merupakan prajurit. Tugas mereka adalah sebagai pembangun koloni, menemukan daerah baru untuk hidup, dan juga untuk berburu. Prajurit ini merupakan anggota koloni yang paling banyak jumlahnya. Umumnya, ukuran dari semut prajurit adalah sekitar 8-10 mm, kaki serta rahang yang kuat, dan terdapat sepasang antena panjang pada bagian kepalanya.
  3. Kasta ketiga atau kasta paling rendah dari koloni semut rangrang adalah semut pekerja. Anggota dari semut pekerja ini terdiri dari semut-semut betina yang mandul atau tidak dapat menghasilkan telur. Dan merupakan anggota dengan ukuran paling kecil, yaitu berkisar antara 5-6 mm. Dalam koloninya, mereka berperan sebagai “pengasuh” bagi telur-telur yang telah dihasilkan oleh semut ratu serta membangun koridor-koridor bagi sarang mereka.

Makanan Semut Rangrang

Sama seperti jenis semut lainnya, semut rangrang cenderung menyukai makanan yang mengandung kadar gula dan protein yang tinggi. Biasnya, makanan  semacam ini mereka dapatkan dari nektar serta simbiosis mutualisme dengan jenis kutu seperti kutu aphid, yaitu kutu penghasil madu. Simbiosis ini berlangsung dengan cara semut akan mendapatkan nektar dari kutu daun, sedangkan kutu akan mendapatkan perlindungan dari serangan pemangsa. Akan tetapi, ketika kutu tersebut tidak mampu menghasilkan madu bagi semut ini lagi, maka semut ini akan memangsa kutu-kutu tersebut.

Untuk kebutuhan protein, mereka biasanya mendapatkannya dari mangsa. Mangsa semut ini dapat berupa cicak, serangga, maupun hewan kecil lainnya dimana semut akan memakan bangkai dari hewan-hewan tersebut. Meskipun berukuran kecil, semut rangrang juga mampu memangsa hewan yang berukuran 10 kali lebih besar bahkan lebih dari ukuran tubuh mereka dengan cara menyerang secara berkelompok.

Budidaya Semut

Seiring dengan semakin banyaknya permintaan terhadap kroto atau telur semut ini, kini telah banyak orang yang membudidayakan semut ini untuk menghasilkan kroto. Kroto-kroto tersebut biasa digunakan sebagai pakan bagi burung hias atau sebagai umpan memancing. Kroto dianggap sebagai pakan terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kualitas burung.

Budidaya kroto juga termasuk murah karena tidak perlu menggunakan media yang mahal. Tidak hanya di atas pepohonan, namun budidaya kroto juga dapat dilakukan di dalam rumah. tentunya dengan sarang dan material yang telah dirancang sedemikian rupa. Media buatan yang biasa digunakan antara lain berupa toples, pipa paralon, bambu, maupun plastik kontainer. Sehingga budidaya ini sangat cocok untuk bisnis sampingan.

Manfaat Semut

Terkadang, banyak sekali orang yang merasa kesal dengan keberadaan semut ini karena ukurannya yang lebih besar dari jenis semut lainnya. Selain itu semut ini juga memiliki gigitan yang lumayan menyakitkan, bahkan tak jarang menimbulkan iritasi seperti bentol dan merah pada kulit.

Akan tetapi, dibalik anggapan negatif tersebut, ternyatasemut ini memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Anda akan merasa sia-sia jika tidak memanfaatkan semut ini, apalagi dalam segi bisnis. Apa sajakah manfaat dari semut rangrang ini? Berikut penjelasannya.

  1. semut ini dapat Dimanfaatkan sebagai Umpan

Di daerah Kalimantan Barat, semut ini dibiarkan berkembang biak di atas sebuah pohon yang sengaja disiapkan untuk kemudian diambil sebagai umpan memancing bagi warga. Adapun cara mengambilnya adalah dengan cara menumpahkan getah karet pada sarang rangrang, kemudian diamkan beberapa saat hingga semut-semut mati. Setelah itu, semut umpan siap untuk digunakan.

  1. Baik Untuk Pakan Burung

Seperti yang telah dijelaskan di atas, telur dari semut ini yang berupa kroto kerap kali dimanfaatkan para pecinta burung hias sebagai pakan yang baik karena mengandung nutrisi yang baik untuk meningkatkan kualitas burung peliharaan.

  1. Sebagai Bio Kontrol Tanaman

semut ini juga berfungsi sebagai pembasmi hama yang dimanfaatkan oleh petani untuk menjaga kebun mereka dari serangan hama yang dapat merusak tanaman. Semakin banyak jumlahnya, maka semakin aman suatu kebun  dari serangan hama.

  1. Dapat Dikonsumsi

Siapa sangka jika di Indonesia memiliki kuliner yang unik yang berasal dari semut ini. Semut ini biasa diolah untuk campuran pembuatan adonan tepung dan keripik yang gurih.

Komentar