Home » Reptil » Piton Berkepala Hitam, Habitat, Ciri-ciri, dan Makanannya

Piton Berkepala Hitam, Habitat, Ciri-ciri, dan Makanannya

Ular piton berkepala hitam, dikenal juga sebagai sanca berkepala hitam atau black-headed python (Aspidites melanocephalus), adalah spesies ular dari keluarga python (Pythonidae) dan berasal dari Australia. Ular ini dapat ditemukan di seluruh wilayah utara Australia, termasuk sebagian besar Northern Territory dan juga garis lintang utara dari Australia Barat dan Queensland.

Piton Berkepala Hitam

Habitat

Piton berkepala hitam dapat bertahan hidup dalam berbagai iklim dan kondisi, dengan pengecualian lingkungan yang kering dan sangat kering. Spesies ini lebih suka habitat seperti sabana dan semak belukar kering, tetapi mereka juga bisa ditemukan di hutan atau lahan pertanian.

Mereka ditemukan pada ketinggian hingga 60 meter di atas permukaan laut. Piton berkepala hitam adalah hewan nokturnal dan telah menyesuaikan diri untuk bertahan hidup dalam kondisi panas dan kering habitat mereka. Dalam suhu yang lebih dingin, mereka akan menggunakan sarang rayap untuk bersarang jika ada. Ini adalah cara menstabilkan suhu tubuh mereka.

Karakteristik kepala hitam mereka yang berkilau juga digunakan untuk mengatur suhu tubuhnya. Mereka akan memanjangkan kepala mereka ke luar liangnya, sementara sebagian besar tubuhnya tetap berada di dalam untuk menghangatkan diri. Di sisi lain, jika mereka perlu mendinginkan diri, mereka akan mengubur kepala hitam mereka di pasir.

Meskipun mereka adalah perenang yang cakap, ular piton berkepala hitam jarang ditemukan di air. Mereka juga dapat memanjat dan kadang-kadang ditemukan berada di pohon. Mereka akan mendesis dengan keras jika terganggu dan terkadang akan menyerang dengan mulut tertutup.

Ular ini tidak memiliki lubang pengindera panas seperti spesies ular piton Australia lainnya, misalnya ular piton berbintik dan ular beludak berbisa (pit viper). Organ khusus ini digunakan untuk melacak mangsa endotermik seperti mamalia atau burung serta mendeteksi perubahan suhu terkecil.

Tetapi karena ular piton berkepala hitam memakan sebagian besar reptil berdarah dingin, maka mereka tidak perlu organ pengindera panas yang sangat canggih. Sebaliknya, mereka memiliki organ sensor yang setara dalam sisik rostral mereka, sama seperti kerabat dekat mereka piton Woma (Aspidites ramsayi).

Mereka dimangsa oleh beberapa binatang seperti burung pemangsa, dingo, dan northern quoll (Dasyurus hallucatus). Ular ini dapat hidup 20 hingga 30 tahun, baik di alam liar maupun di penangkaran.

Ciri-ciri

Gambar Piton Berkepala Hitam

Warna hitam khas mereka tidak hanya hadir di kepala, tetapi juga membentang di leher sepanjang sekitar 20 sisik, dan pada ular remaja, warna hitam dapat meluas lebih jauh ke sisik perut. Warna tubuhnya bervariasi dari kecoklatan, kuning, sampai cokelat kemerahan, biasanya dengan beberapa pita coklat gelap yang tidak teratur.

Warna piton berkepala hitam sangat bervariasi tergantung pada lokasi geografis dan usianya. Panjang rata-rata piton berkepala hitam berkisar dari 1,5 hingga 2 meter, betina tumbuh lebih panjang daripada jantan.

Mereka memiliki tubuh silinder dan langsing dan spesimen dewasa rata-rata berbobot 16 kg. Spesies ini juga dikenal sebagai sebagai piton batu berkepala hitam atau hanya python batu, tetapi mereka bukanlah piton batu Afrika yang terkenal.

Nama-nama umum lainnya adalah Terry tar pot atau tar pot karena kepala hitamnya yang khas, memberikan kesan bahwa mereka dicelupkan dalam tar atau tinta hitam. Penduduk asli daerah Pilbara, orang-orang Nyangumarta, menggunakan nama “Purruyura” untuk menyebut spesies ini.

Makanan

Ular piton berkepala hitam memakan reptil lain, kebanyakan kadal, terkadang juga bearded dragon, tokek, kadal tanpa kaki, bahkan perentie (Varanus giganteus) yang merupakan kadal monitor terbesar di Australia.

Ular kecil lainnya, termasuk beberapa ular paling berbisa di dunia, juga dimakan oleh ular piton berkepala hitam karena mereka benar-benar kebal terhadap racun mereka yang sangat mematikan. Kadang-kadang mereka akan memakan mamalia atau bahkan burung jika ada kesempatan.

Karena piton berkepala hitam adalah ular yang tidak berbisa, mereka akan membelit untuk menaklukkan dan membunuh mangsanya sebelum memakannya utuh.

Komentar