Home » Ikan Hias » Penyebab Ikan Platy Mudah Mati yang Perlu Diketahui

Penyebab Ikan Platy Mudah Mati yang Perlu Diketahui

Ikan-ikan perairan tawar tropis adalah salah satu makhluk paling rapuh dan mudah mati jika dipelihara di akuarium. Penyebab kematian mereka kadang-kadang bisa menjadi misteri karena pemilik mungkin tidak memiliki informasi lengkap tentang cara menjaga ikan mereka tetap bahagia dan sehat.

Ikan platy

Mengapa ikan platy Anda muda mati? Ikan platy sebagian besar mati karena fluktuasi kondisi air, perubahan suhu yang tiba-tiba, atau sistem filtrasi yang tidak tepat. Menggunakan air ledeng yang tidak diolah juga dapat menyebabkan platy mati karena mengandung klorin dan kloramin. Bahan kimia ini digunakan untuk mendisinfeksi air, tetapi terbukti berakibat fatal bagi ikan.

Ada sejumlah faktor yang dapat berkontribusi pada kematian ikan platy Anda. Mari kita cari tahu bersama beberapa penyebab umum kematian platy dan bagaimana cara mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari situasi ini.

Ciri-ciri ikan platy yang sakit

Tidak sulit untuk mengetahui ikan platy yang sedang sakit maupun sekarat. Platy adalah ikan tropis yang damai dan biasanya tinggal di dekat bagian tengah dan atas akuarium. Inilah sebabnya mengapa segala perubahan dalam perilaku mereka sangat mudah untuk diperhatikan.

Jika Anda mengetahui perilaku normal platy Anda seperti pola makan, rutinitas berenang, atau penampilan fisiknya, maka Anda dapat dengan mudah mengetahui apakah platy Anda sedang sakit atau tidak. Sama seperti makhluk hidup lainnya, ikan juga terlihat dan bertindak berbeda ketika mereka sakit. Mengenali perbedaan-perbedaan ini pada waktu yang tepat adalah hal yang sangat penting.

Untungnya tanda-tanda ikan platy sakit sangat mirip dengan semua jenis ikan tropis lain dan mengetahuinya bisa sangat membantu menghindari kematian platy Anda. Beberapa tanda umum ikan platy sakit meliputi:

  • Sirip menguncup, jika sirip platy Anda terlihat menguncup dekat dengan tubuhnya, itu bisa menjadi tanda penyakit.
  • Sirip berjumbai atau kusut adalah indikator utama bahwa platy mengalami infeksi.
  • Platy yang menggesekkan dirinya sendiri pada tanaman atau filter akuarium menunjukkan bahwa dia merasa sedang tidak nyaman.
  • Jika platy terlihat membengkak, itu juga dapat menunjukkan bahwa dia sakit.
  • Pembesaran mata dapat menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tak beres dengan platy.
  • Jika platy melayang dekat dengan bagian bawah atau terengah-engah di permukaan, dia pasti sakit.
  • Kehilangan nafsu makan dapat mengindikasikan penyakit dalam banyak kasus, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.
  • Jika platy memiliki bercak seperti kapas pada kulit atau sirip, itu menunjukkan adanya infeksi bakteri.
  • Jika platy biasanya aktif dan sekarang tampak diam, itu berarti dia sakit.
  • Cacing parasit yang muncul di tubuh platy juga dapat menyebabkan penyakit yang serius dan fatal.

Penyebab utama ikan platy mati

Jutaan ikan mati setiap tahun di akuarium. Memelihara ikan di rumah memang menyenangkan, tapi akan jadi memilukan ketika mereka mati, terutama karena penyebabnya tidak diketahui. Rata-rata ikan tropis hanya memiliki umur tiga minggu setelah Anda membawanya pulang!

Ini adalah statistik yang menyedihkan karena ikan-ikan ini sebenarnya memiliki rentang hidup yang berkisar setidaknya beberapa tahun. Jangka hidup yang singkat untuk ikan di akuarium rumahan biasanya terjadi karena orang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang kebutuhan dasar dan perawatan yang tepat.

Di atas sudah dijelaskan kondisi yang dapat mengindikasikan penyakit ikan platy Anda. Sekarang mari kita lihat hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit dan kematian platy Anda.

Dalam sebagian besar kasus, ikan platy mati lebih awal karena kesalahan berikut yang dilakukan oleh pemelihara ikan pemula.

  • Kualitas air yang buruk
  • Fluktuasi tiba-tiba dalam parameter air
  • Tingkat pH air yang berbahaya
  • Keracunan amonia
  • Makan berlebihan
  • Penyakit dan parasit

Baca Juga: Merawat Ikan Platy Mickey Mouse yang Unik dan Lucu

Mari kita bahas satu per satu.

Kualitas air yang buruk

Gambar ikan platy

Menggunakan air ledeng yang tidak diolah untuk ikan di akuarium adalah kesalahan pertama yang dilakukan sebagian besar pemula. Air ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup ikan karena mengandung bahan kimia desinfektan seperti klorin dan kloramin. Bahan kimia ini berbahaya bagi ikan dan dapat menjadi penyebab kematian cepat.

Untuk menghindari kematian platy karena air yang tidak diolah, Anda dapat menggunakan kondisioner air akuarium yang tersedia dalam bentuk padat maupun cair, misalnya anti-klorin. Kondisioner ini membantu mendetoksifikasi air hingga 48 jam. Mengendapkan air selama 48 jam juga bisa Anda terapkan.

Jika akuarium Anda penuh sesak, akuarium ini juga dapat menyebabkan kesehatan platy semakin memburuk. Hal ini tidak hanya meningkatkan stres di antara ikan karena area geraknya sedikit, tetapi juga meracuni air akuarium.

Untuk menghindari kepadatan yang berlebihan, Anda dapat mengikuti aturan umum: setiap sentimeter ikan harus memiliki satu liter air di akuarium. Ini akan membantu Anda memperkirakan berapa banyak ikan yang bisa Anda masukkan ke akuarium sambil mengingat bahwa tidak semua ikan berukuran sama.

Fluktuasi tiba-tiba dalam parameter air

Sebagian besar ikan mampu beradaptasi dengan berbagai parameter kimiawi air jika diberi waktu yang cukup untuk beradaptasi. Fluktuasi ini meliputi tingkat pH, kesadahan, dan suhu. Anda harus menjaga faktor-faktor ini sebelum memasukkan ikan baru ke dalam akuarium. Air di akuarium Anda benar-benar berbeda dari air yang ada di kantong plastik. Jadi jika Anda langsung memasukkan ikan ke dalam akuarium, ada kemungkinan ikan itu akan syok karena perubahan mendadak pada parameter air.

Untuk menghindari situasi ini, Anda harus membantu ikan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya (aklimatisasi). Taruh kantong plastik berisi ikan di akuarium tanpa membukanya. Ini akan membuat suhu air di dalam kantong plastik sama dengan akuarium. Kemudian Anda bisa membuka kantong plastik dan membiarkan ikan masuk ke dalam akuarium.

Tingkat pH air yang berbahaya

Faktor lain yang dapat berkontribusi pada kematian ikan baru Anda adalah perubahan tiba-tiba pada tingkat pH air. Air akuarium Anda memiliki kimia yang berbeda dari air di dalam kantong plastik. Sekali lagi, Anda dapat menghindari perbedaan yang tiba-tiba ini dengan aklimatisasi.

Sebelum memasukkan ikan ke dalam akuarium, Anda harus meletakkan ikan di wadah plastik terpisah dengan air dari kantong plastik. Kemudian keluarkan sebagian air dan isi dengan air dari akuarium. Ulangi langkah ini setiap 10-15 menit sampai semua air dalam wadah digantikan dengan air akuarium.

Ini akan memberikan ikan platy baru Anda waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya tanpa mengalami perubahan mendadak yang akan membuatnya stres.

Keracunan amonia

Amonia adalah kotoran alami yang dihasilkan oleh ikan. Ini beracun bagi ikan dan bisa menjadi penyebab kematian mereka. Dalam lingkungan alami, ikan biasanya tidak mati karena keracunan amonia karena ada begitu banyak air sehingga amonia mudah hilang. Namun dalam akuarium, jika kadar amonia naik ke konsentrasi yang lebih tinggi, ini dapat membakar insang ikan dan membunuh mereka.

Secara fisik amonia tidak mungkin dikeluarkan dari air. Namun dalam akuarium yang disetup dengan baik, ada bakteri alami yang akan memakan amonia dan menghasilkan nitrit. Nitrit, di sisi lain, adalah masalah lain yang harus dihadapi karena juga meracuni air dan membunuh ikan.

Untuk menghilangkan nitrit dalam air akuarium, Anda dapat menggunakan filter di mana ada jenis bakteri khusus yang memakannya dan mengubahnya menjadi nitrat yang tidak berbahaya. Kehadiran nitrat tidak menyebabkan masalah bagi ikan kecuali dalam konsentrasi yang sangat tinggi.

Makan berlebihan

Makan berlebihan juga menjadi salah satu penyebab utama kematian ikan secara umum. Sebagian besar pemelihara ikan pemula tidak tahu tentang ini dan terus memberi makan ikan mereka dalam jumlah besar beberapa kali sehari. Ini dapat mengganggu sistem pencernaan ikan dalam waktu singkat dan menyebabkan kematian mendadak dan tidak terduga.

Masalah lain yang muncul akibat pemberian makanan berlebih adalah makanan yang tidak dimakan dapat mencemari air di akuarium. Ini akan meningkatkan konsentrasi amonia dan nitrit dalam air yang beracun bagi ikan.

Penyakit dan parasit

Penyakit dan parasit juga bisa menjadi penyebab kematian platy Anda. Sebagian besar peternakan ikan dan toko ikan hias memiliki akuarium yang tidak dikelola dengan baik. Ada sejumlah penyakit ikan menular seperti ich, busuk mulut, dan lainnya yang menyebar dengan cepat dan dapat membunuh ikan jika tidak dirawat pada waktu yang tepat.

Jika Anda membawa ikan yang sakit ke akuarium Anda, ini dapat menyebarkan bakteri ke ikan lain di dalam akuarium dan menyebabkan banyak kekacauan.

Pertanyaan-pertanyaan terkait:

Berapa suhu dan tingkat pH air ideal yang dibutuhkan ikan platy?

Secara umum, ikan platy yang sehat dapat mentolerir suhu air antara 20 ºC hingga 28 ºC. Sedangkan pH harus berada dalam kisaran 6,8-8.

Bagaimana cara mengetahui ikan platy sedang stres?

Jika platy terengah-engah di permukaan air, itu bisa menjadi tanda stres karena oksigen yang tidak mencukupi di akuarium atau kondisi air yang buruk. Jika platy tidak makan, itu juga tanda stres. Perilaku berenang aneh seperti tenggelam ke dasar, menggosok dirinya sendiri ke batu, atau menguncupkan sirip juga merupakan indikator utama bahwa ikan Anda stres dan butuh perhatian.

Tags:

Komentar