Home » Ikan Hias » Penyakit Busuk Sirip dan Ekor pada Cupang dan Cara Mengobatinya

Penyakit Busuk Sirip dan Ekor pada Cupang dan Cara Mengobatinya

Busuk sirip dan busuk ekor (melt) pada ikan cupang adalah infeksi bakteri gram negatif atau infeksi jamur yang sangat lazim pada ikan cupang. Ini lebih umum terjadi pada akuarium tanpa siklus dan wadah atau toples kecil. Serangan busuk sirip ini mulai menggerogoti sirip ikan cupang yang cantik, membuatnya terlihat compang-camping dan robek. Banyak cupang yang dibeli dari pasar mungkin sudah menunjukkan tanda-tanda busuk sirip karena kualitas air dan masalah suhu dalam wadah kecil.

Busuk Ekor Cupang

Berhati-hatilah untuk tidak salah membedakan busuk sirip dengan sirip rusak, robek, dan membelah akibat cedera fisik. Ini bisa terjadi karena kebosanan, berkelahi dengan ikan lain, atau tersangkut dekorasi yang tajam. Anda tidak perlu mengobati ikan yang sehat seperti ini. Perbedaan utama di sini adalah memudarnya tepi putih, merah, atau hitam di sekitar sirip yang rusak.

Penyebab busuk sirip dan ekor cupang

Yang pertama adalah jangan panik karena busuk sirip sangat umum dan biasanya tidak mematikan. Ini adalah penyakit paling umum di antara spesies ikan cupang dan disebabkan oleh bakteri yang secara alami ada di air akuarium Anda. Bakteri ini hanya menjadi masalah ketika cupang Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah yang dapat Anda perbaiki untuk mencegah wabah di masa depan.

Busuk sirip pada ikan cupang biasanya disebabkan oleh kondisi air yang buruk. Apakah suhu air akuarium Anda di bawah 25 derajat Celsius, keruh, berkabut, penuh dengan sisa makanan, atau penuh kotoran? Air dingin, amonia tinggi (> 0 ppm), kadar nitrit tinggi (> 0 ppm), dan kadar nitrat tinggi (> 20 ppm) akan meningkatkan stres dan melemahkan sistem kekebalan tubuh cupang.

Kepadatan penghuni dan jumlah kotoran yang tinggi dapat dengan cepat menurunkan kualitas air, meningkatkan stres, dan menyebabkan pembusukan sirip. Penyebab lainnya bisa jadi karena pemberian makan yang tidak konsisten yang mengakibatkan ikan makan berlebihan atau malah kekurangan makan, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kekebalan tubuhnya.

Busuk sirip juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur atau penyakit lain yang mendasarinya yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lemah atau stres. Mungkin saja ikan cupang menderita lebih dari satu penyakit sekaligus.

Gejala busuk sirip dan ekor cupang

Ada beberapa tahapan busuk sirip, bervariasi dari ringan hingga berat yang akan menunjukkan gejala dan tingkat keparahan berbeda. Perhatikan tanda-tanda atau gejala-gejala pembusukan awal karena ini akan berkembang dengan cepat jika dibiarkan.

Sirip punggung (atas), caudal (ekor) dan anal (bawah) adalah sirip yang paling mudah untuk diperiksa untuk mengetahui apakah cupang mengalami busuk sirip atau tidak. Jika tidak dirawat, busuk sirip dapat menyebabkan columnaris dan akan mulai menyerang batang ekor dan tubuh cupang.

Ciri-ciri busuk sirip dan ekor:

Busuk sirip ringan: Tepi sirip kecoklatan, ujung sirip bergerigi, dengan ujung atau bintik keputihan.

Busk sirip sedang: Kerusakan dan penipisan sirip besar, tepi sirip menghitam terkadang berdarah, sirip mulai mengembangkan pertumbuhan serabut.

Busuk sirip parah: Meningkatnya peradangan dan kemerahan pada dasar sirip, dasar sirip berdarah, hilangnya seluruh sirip atau membran sirip, pertumbuhan kapas pada tubuh, busuk tubuh, lesu, kesulitan berenang, rentan terhadap penyakit lain akibat stres.

Yang perlu dicatat, gejala-gejala di atas sangat berbeda dari cedera yang disebabkan oleh gigitan ikan, perkelahian, atau tergores dekorasi. Pada kasus seperti ini, robekan sirip tak menunjukkan tepian cokelat atau hitam dan tidak akan menunjukkan gejala lain seperti yang tercantum di atas. Beberapa jenis ikan cupang juga dibiakkan untuk memiliki sirip split seperti double tail halfmoon.

Perawatan busuk sirip dan ekor cupang

Busuk Sirip Cupang

Mengobati busuk sirip dan ekor tergantung pada tingkat keparahan dan perkembangan pembusukannya. Perawatan juga akan tergantung pada ekosistem dan ukurannya serta apakah cupang Anda berada dalam akuarium komunitas atau tidak. Setelah mengklasifikasikan gejala-gejala di atas, pilihlah metode pengobatan dan perawatan yang paling tepat untuk cupang Anda.

Perawatan busuk sirip ringan:

~ Periksa suhu dan level pH akuarium Anda. pH ideal antara 6,5-7,5 dan suhu harus berkisar 25-27 derajat Celsius. Lakukan penggantian air 50% dengan air ledeng non-klorin atau air yang sudah diendapkan.

~ Saat mengeluarkan 50% air akuarium, gunakan penyedot kerikil untuk membersihkan substrat dari makanan berlebih, kotoran, dan sampah lainnya. Jika akuarium Anda tersiklus (memiliki filter), bersihkan semua ini dalam akuarium untuk menjaga bakteri baik dan ganti media apa pun yang sudah lama. Cuci semua dekorasi akuarium dalam air panas (tanpa sabun). Untuk akuarium komunitas yang terlalu padat, cobalah memindahkan beberapa ikan.

~ Terus pantau parameter air Anda selama minggu berikutnya dan periksa apakah ada tanda-tanda penyembuhan atau justru memburuk. Ini bisa menjadi proses yang lambat, tetapi saat Anda menyembuhkan busuk sirip, ujung yang bergerigi kecoklatan akan menghilang lalu diikuti pertumbuhan sirip baru. Terus lakukan 25% penggantian air parsial sesuai kebutuhan sambil pantau parameter air.

Perawatan busuk sirip sedang:

~ Jika cupang Anda menunjukkan tanda-tanda busuk sirip ringan atau sedang yang memburuk selama perawatan, Anda harus lebih cekatan. Jika ada ikan lain atau tanaman di akuarium, ambillah cupang dari akuarium utama dan taruh di tank karantina berisi air segar yang sudah dikondisikan dan dihangatkan.

~ Akuarium karantina idealnya bervolume 4-6 literan. Selalu kondisikan cupang Anda saat memasukkannya ke akuarium baru agar tidak kaget. Cupang tanpa pasangan akuarium atau tanaman dapat dirawat langsung di akuariumnya kecuali jika Anda memutuskan untuk melakukan pembersihan akuarium penuh seperti yang akan kami uraikan di bawah.

~ Bersihkan filter dalam akuarium air untuk melestarikan bakteri baik dan ganti media filter lama. Jika tidak ada anggota akuarium lainnya, lakukan penggantian air 100%, cuci semuanya dengan air panas. Ini termasuk dinding dan dasar kaca akuarium, dekorasi, tanaman hidup (dengan air hangat), kerikil, dan heater. Ganti semuanya dan isi dengan air yang sudah dikondisikan.

~ Langkah selanjutnya adalah merawat cupang dengan garam akuarium di akuarium karantina. Garam akuarium dapat menyembuhkan luka, meredakan stres, dan menghambat penyerapan nitrit. Jika Anda tidak memiliki tanaman hidup, campur air segar dengan 1-2 sendok teh garam akuarium dalam wadah terpisah agar garam larut sebelum ditambahkan ke akuarium karantina. Menambahkan garam akuarium yang tidak larut akan menyebabkan luka bakar pada ikan cupang Anda!

~ Tuang perlahan-lahan garam terlarut itu ke dalam akuarium karantina berisi cupang Anda. Lakukan penggantian air dalam porsi yang sama ke akuarium karantina setiap hari sebelum penambahan dosis baru. Jika Anda kebanyakan menambahkan garam, maka ini bisa menyebabkan overdosis yang dapat membunuh cupang Anda. Penggantian air 25-50% sangat ideal. Ulangi dosis ini hingga satu minggu sambil pantau tanda-tanda penyembuhan.

Perawatan busuk sirip parah:

~ Busuk sirip parah membutuhkan penggunaan obat untuk membalikkan efek destruktifnya, terutama jika dikombinasikan dengan pertumbuhan serabut putih (columnaris). Ambil cupang dan kondisikan di akuarium karantina dengan air segar dan hangat. Tambahkan airstone atau bubbler karena obat-obatan tertentu dapat menghilangkan oksigen dari air. Jika dirawat di akuarium utama, keluarkan karbon dari filter karena akan menghilangkan obat dari air.

~ Kuras dan bersihkan akuarium utama dan semua komponennya dengan air panas. Pasang kembali semuanya, isi dengan air segar yang sudah dikondisikan, dan pastikan suhunya 25-27 ÂșC. Jika Anda memiliki filter mulailah melakukan siklus nitrogen saat cupang Anda berada di dalam akuarium karantina.

~ Berikan antibiotik yang direkomendasikan dalam akuarium karantina dengan mengikuti instruksi dan jangan berhenti pada dosis lebih awal karena ini dapat membuat bakteri resisten terhadap antibiotik. Lakukan penggantian air dengan porsi yang sama sebelum menambah dosis baru untuk mencegah overdosis. Antibiotik yang direkomendasikan untuk mengobati busuk sirip parah antara lain Maracyn II, API Fungus Cure, API Furan-2, dan Kanamycin.

~ Kembalikan dan kondisikan cupang ke akuarium utamanya setelah menjalani perawatan dan jaga air tetap bersih dan hangat. Pastikan lagi bahwa akuarium Anda tidak penuh dengan ikan.

Setelah perawatan, Anda akan melihat pertumbuhan membran sirip baru yang jelas. Sirip yang baru tumbuh sangat halus, jadi pastikan Anda tidak memiliki dekorasi akuarium kasar/tajam atau ikan lain yang usil. Busuk sirip juga dapat kembali setelah perawatan dan Anda mungkin harus melakukan perawatan tambahan untuk mencegahnya.

Pastikan Anda berhati-hati untuk mencegah penyebab busuk sirip yang tercantum di atas. Juga, sirip baru tidak selalu tumbuh kembali dengan tampilan yang sama, terkadang sedikit lebih pendek, lebih panjang, atau bahkan melengkung tepinya.

Mencegah busuk sirip dan ekor cupang

Untuk menghindari busuk sirip dan ekor pada ikan cupang, jaga air akuarium tetap bersih, hangat, dan tidak terlalu penuh. Busuk sirip lebih umum terjadi pada ekosistem yang lebih kecil dan tidak tersiklus seperti bowl, toples, atau wadah kecil yang tidak memadai untuk cupang. Ukuran akuarium cupang ideal adalah 18 liter, minimal 9 liter.

Semakin kecil akuarium, semakin cepat bakteri menumpuk dan kualitas air menurun. Akuarium 18 liter harus diganti airnya seminggu sekali, sedangkan akuarium yang lebih kecil membutuhkan penggantian air setiap 3-4 hari atau lebih. Semoga ikan cupang Anda lekas sembuh ya

Tags:

Komentar