Home » Amfibi » Panduan Lengkap Memelihara Axolotl Si Binatang Eksotis

Panduan Lengkap Memelihara Axolotl Si Binatang Eksotis

Axolotl adalah salamander besar yang berasal dari danau Xochimilco dan Chalco di Mexico City, Meksiko. Axolotl menghabiskan seluruh hidupnya di dalam air dan tidak pernah muncul ke daratan. Perawatan Axolotl tidaklah terlalu susah selama suhu dan aliran air terkontrol dengan baik. Mereka adalah binatang yang tangguh, mudah dirawat, dan mudah berkembang biak di penangkaran. Sulit mencari hewan hias yang lebih unik, lucu, dan eksotik selain axolotl. Sifatnya yang berani namun jinak menjadikannya hewan peliharaan yang interaktif.

Gambar Axolotl Lucu

source: pixabay.com

Di mana membeli axolotl?

Axolotl biasanya dijual oleh kolektor, penghobi, atau peternak hewan eksotis, seringkali secara online. Axolotl biasanya tidak dijual di toko reptil atau dipamerkan di event-event reptil karena mereka kurang cocok dengan suhu ideal reptil pada umumnya. Beberapa pemasok mungkin dapat memesannya khusus untuk Anda, tetapi umumnya cara terbaik untuk mendapatkan axolotl yang sehat adalah dari penghobi lainnya.

Di pasaran Indonesia, harga axolotl dipatok antara 200-500 ribu rupiah per ekor.

Ukuran axolotl

Kebanyakan axolotl bisa mencapai panjang total sekitar 10 inci (25 cm), dari ujung hidung hingga ujung ekor. Beberapa ekor bisa tumbuh sampai 12 inci (30 cm), tetapi ini jarang terjadi. Penulis situs reptilesmagazine.com pernah mendokumentasikan axolotl sepanjang 17 inci (43 cm) yang sangat tidak biasa.

Axolotl mencapai kematangan seksual saat mereka mencapai ukuran sekitar 8 inci (20 cm). Ukuran ini bisa dicapai dalam waktu enam bulan, tetapi umumnya dibutuhkan sekitar satu tahun dengan perawatan yang baik untuk mencapai ukuran ini.

Rentang usia axolotl

Axolotl diketahui dapat hidup lebih dari 20 tahun, tetapi cukup sulit menemukan seekor axolotl yang umurnya lebih dari 10 tahun.

Tempat memelihara axolotl

Akuarium Axolotl

source: reddit.com

Akuarium reptil biasa berukuran 10 galon (45 liter) dapat menampung seekor axolotl dewasa, tetapi karena hewan ini bisa menghasilkan kotoran dalam jumlah besar, maka akuarium berukuran 20 galon (90 liter) adalah pilihan yang lebih aman. Axolotl tidak muncul dari air, sehingga area daratan tidak digunakan.

Anda bisa mengisi air akuarium dengan kedalaman yang Anda inginkan, tetapi sebaiknya Anda mengisinya seperti akuarium ikan pada umumnya agar kualitas air bisa lebih mudah dipertahankan. Tutup atau tudung akuarium harus tetap dipasang setiap saat karena axolotl bisa melompat keluar dari akuarium mereka.

Filter yang baik akan membantu menjaga kualitas air. Pilihan terbaik adalah filter tabung eksternal, tetapi pastikan arus air dari filter tidak terlalu besar. Anda bisa memasang alat seperti pemecah filter. Ini penting karena axolotl tidak suka aliran air yang kencang seperti ikan. Axolotl yang hidup dalam aliran air deras selama beberapa bulan akan sulit makan dan bisa stres. Kurangnya nafsu makan dan insang melengkung ke depan biasanya merupakan tanda stres karena aliran air terlalu deras.

Pencahayaan dan suhu akuarium axolotl

Gambar Axolotl

source: wikipedia.org

Seperti sebagian besar amfibi lainnya, axolotl tidak memerlukan penerangan. Axolotl baru akan malu jika dipelihara di bawah pencahayaan yang terang, meskipun mereka kemudian akan terbiasa dengannya jika disediakan beberapa tempat persembunyian (“dekorasi” akuarium biasa seperti gua, kayu, tanaman, dan lainnya).

Pencahayaan umumnya diperlukan hanya supaya kita bisa jelas memandangnya dan untuk menjaga tanaman akuatik di dalam akuarium tetap hidup. Pilih lampu LED yang ramah tanaman, seperti yang biasa dijual untuk ikan akuarium air tawar. Ingatlah bahwa pencahayaan yang buruk seringkali menghasilkan panas berlebihan dan ini dapat mengganggu axolotl.

Suhu hingga 21º C dapat ditoleransi dengan baik oleh axolotl. Kisaran suhu yang ideal adalah suhu rendah hingga pertengahan 15º C. Suhu di atas 23º C akan menyebabkan stres panas, kehilangan nafsu makan, dan kematian. Jika tempat tinggal Anda termasuk daerah panas, maka axolotl kurang cocok untuk Anda pelihara. Namun jika Anda masih ingin memeliharanya, Anda bisa membeli perlengkapan pendingin akuarium (chiller) agar axolotl bisa hidup dengan nyaman.

Substrat Axolotl

Substrat ideal untuk axolotl adalah pasir yang aman untuk akuarium. Axolotl memiliki kebiasaan buruk menelan kerikil dan benda seukuran mulut. Hal ini dapat menyebabkan impaksi usus dan kematian axolotl. Jika Anda ingin menggunakan kerikil, pilihlah kerikil besar sebagai gantinya. Benda apa pun yang ukurannya sebesar kepala axolotl atau yang lebih kecil dapat dia makan!

Substrat salamander tidak terlalu penting  untuk axolotl. Banyak penghobi axolotl tidak menggunakan substrat sama sekali di akuarium mereka, tetapi tentu lebih indah dipandang mata jika substrat digunakan. Selain itu, substrat juga membantu menjaga parameter air tetap stabil dengan menyediakan area permukaan untuk tempat berkembang biak bakteri baik.

Makanan axolotl

Axolotl Bukan Ikan

source: petelagi.com

Makanan pokok yang baik untuk axolotl mencakup makanan reptil hidup lainnya seperti nightcrawler (cacing tanah besar) dan cacing darah beku. Makanan olahan yang baik untuk axolotl anrara lain udang beku dari supermarket (dimasak) serta daging sapi dan ayam tanpa lemak.

Hindari memberi makanan hidup seperti ikan karena risiko penularan parasit dan penyakit (axolotl rentan terhadap banyak penyakit dan parasit ikan). Mencit frozen/tikus beku dan makanan berlemak lainnya paling baik digunakan hanya sesekali atau tidak sama sekali.

Seperti halnya dengan kebanyakan salamander, axolotl tidak memerlukan suplementasi vitamin/mineral dan memang sulit untuk memberikannya ke hewan air. Axolotl yang hanya diberi makan cacing tanah besar tidak akan pernah mengalami kekurangan vitamin atau mineral.

Kualitas air axolotl

Air keran boleh dipakai untuk axolotl asalkan diberi treatment dasar di awal untuk menghilangkan klorin dan kloramin. Axolotl jauh lebih toleran daripada ikan akuarium dalam hal kualitas air, tetapi filter yang baik dan penggantian air rutin tetap diperlukan. Jika Anda pernah memelihara ikan akuarium, ikuti rutinitas serupa.

Idealnya, akuarium dan filter baru harus disetup selama beberapa minggu sebelum memasukkan axolotl agar kondisi air seimbang dan bakteri baik sudah berkembang biak. Pastikan untuk selalu memperhatikan parameter air menggunakan alat tes air yang dijual di toko-toko akuarium.

Penanganan dan temperamen axolotl

Axolotl sebenarnya tidak memiliki tulang sejati dalam tubuh mereka, terutama ketika masih muda. Sebagian besar kerangka mereka terbuat dari tulang rawan. Axolotl adalah amfibi yang lembut dan bertubuh lunak dengan kulit permeabel. Oleh karena itu, axolotl tidak boleh dipegang tangan kecuali benar-benar diperlukan (mereka sulit ditangkap dengan jaring). Jika Anda menggunakan jaring/serokan untuk menggerakkan axolotl, pakailah jaring yang lembut dan halus agar jari-jari axolotl tidak rusak.

Axolotl muda cenderung menggigit kaki dan insang teman seakuariumnya, jadi axolotl kecil hanya boleh disatukan jika diberi makan dengan baik dan diberi banyak ruang. Axolotl yang lebih besar dari 5 inci (12 cm) cenderung aman dijadikan teman seakuarium karena relatif damai. Bertentangan dengan saran dari beberapa sumber, axolotl bukanlah hewan sosial dan tidak membutuhkan teman. Memelihara banyak axolotl dalam satu akuarium murni karena keinginan pemiliknya atau untuk dikembangbiakkan.

Karena kecenderungan menggigit, ikan tidak boleh dipelihara dengan axolotl. Faktanya, akuarium axolotl seharusnya hanya berisi axolotl! Nah, sekarang Anda sudah paham kan segala seluk beluk tentang hewan lucu ini?

Tags:

Komentar