Home » Ikan Hias » Aquascape » Panduan Lengkap Aquascape: Jenis, Cara Setup, Peralatan, Ikan, Tanaman

Panduan Lengkap Aquascape: Jenis, Cara Setup, Peralatan, Ikan, Tanaman

Bagi banyak orang, menyetting akuarium baru dapat mendatangkan kesenangan dan kepuasan saat mereka melihatnya berkembang. Akuarium aquascape adalah contoh seni yang paling indah di dalam hobi akuarium. Aquascape sering menjadi kebanggaan para aquarist dan bahkan diikutkan ke dalam kompetisi tahunan.

Gambar Aquascape

Dalam panduan lengkap kami di bawah ini, kami akan menjelaskan apa saja yang diperlukan untuk memulai perjalanan Anda di dunia aquascaping -dengan harapan bahwa suatu hari nanti Anda dapat menguasai seni yang satu ini.

Kami akan mencakup semua yang perlu Anda ketahui, dari peralatan, jenis aquascape, dan saran pengaturan.

Apa itu aquascaping?

Aquascaping adalah keterampilan menata akuarium, kolam, atau danau dengan hardscape seperti batu, kayu, serta spesies tanaman. Ini adalah bentuk berkebun akuatik dan ada banyak jenis aquascape yang berbeda, mulai dari yang sederhana hingga yang rumit yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadi sempurna.

Ada banyak variabel yang perlu dipertimbangkan saat mengerjakan aquascape.

Beberapa aquarist menghabiskan waktu berbulan-bulan merancang desain untuk aquascape mereka. Namun, tata letak bukanlah satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan meskipun tujuan utama aquascaping adalah untuk menciptakan lanskap bawah perairan yang damai dan indah.

Di balik pengaturan tata letak aquascape, aquarist juga harus memikirkan jenis filtrasi yang akan digunakan serta bagaimana cara mendukung fotosintesis dan pertumbuhan tanaman. Pencahayaan juga merupakan faktor kunci yang perlu dipahami karena cahaya sangat penting untuk pertumbuhan tanaman di dalam akuarium. Namun di sisi lain pencahayaan juga membantu pertumbuhan ganggang yang tidak diinginkan.

Memelihara akuarium bisa sangat menantang, terutama ketika berhadapan dengan pertumbuhan alga. Untuk memerangi alga, aquarist juga menambahkan berbagai organisme seperti udang dan ikan yang akan memakan alga.

Jenis Aquascape

Ada banyak jenis aquascape, tetapi tiga jenis ini adalah yang paling populer di dunia.

Aquascape natural

Aquascape Natural

Bentuk aquascaping ini juga dikenal sebagai gaya alam dan pertama kali diperkenalkan oleh Takashi Amano pada akhir abad ke-20. Aquascape ini didesain untuk meniru lanskap alami di dalam akuarium menggunakan batu atau kayu apung sebagai pusatnya. Ini sangat mirip dengan taman gaya Jepang yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang damai.

Sangat sedikit spesies tanaman yang digunakan dalam gaya ini karena sebagian besar menggunakan lumut atau tanaman karpet. Gaya ini membutuhkan banyak perawatan melalui pemangkasan dan penggantian air yang sering.

Aquascape Iwagumi

Aquascape Iwagumi

Ini adalah jenis aquascape alami dan gaya Jepang. Aquascape Iwagumi terutama menggunakan batu untuk memberikan fokus visual utama di akuarium. Pada setting ini, Anda hanya akan melihat beberapa tanaman, biasanya hanya satu atau dua spesies tanaman karpet.

Ini adalah bentuk aquascaping yang sangat sederhana karena tidak banyak elemen yang masuk ke dalamnya. Namun butuh waktu lama bagi seseorang untuk menjadi master Iwagumi aquascaping. Tanaman dan hardscape biasanya disusun dalam gaya asimetris. Tujuannya adalah untuk memberikan sensasi kedamaian dan ketenangan dan seharusnya hanya memiliki sedikit ikan.

Aquascape Belanda

Aquascape Belanda

Bentuk aquascape ini diambil dari budaya merangkai bunga dan tanaman yang populer di Belanda. Aquascape ini menempatkan kontras warna-warni dari berbagai bentuk tanaman pada media tanam besar serta dalam pengaturan baris.

Gaya ini paling sering digunakan di akuarium besar karena banyaknya spesies berbeda yang digunakan dan membutuhkan banyak ruang. Berlawanan dengan gaya Iwagumi dan natural, gaya Belanda tidak menggunakan ornamen seperti kayu atau batu, tapi sebaliknya hanya mengandalkan tanaman. Tanaman karpet tebal sangat penting pada setting ini.

Cara membuat aquascape

Langkah 1: Rencanakan tata letak

Sebelum Anda mulai bekerja, Anda harus mengetahui ukuran akuarium yang ingin Anda gunakan serta gaya yang ingin Anda tiru. Cobalah pikirkan seperti apa desain finalnya nanti dan juga apa jenis hardscape yang ingin Anda gunakan (misalnya batu atau kayu). Juga, pertimbangkan spesies fauna dan flora apa yang akan menghuni akuarium.

Anda juga perlu merencanakan posisi akuarium Anda. Hindari menempatkan akuarium di suatu tempat yang mendapatkan banyak sinar matahari langsung karena ini akan mendorong pertumbuhan alga yang tidak diinginkan. Hindari juga area di dekat sumber panas karena peningkatan suhu akan memiliki efek yang sama. Tempat yang sejuk dan jauh dari sinar matahari langsung sangat ideal untuk akuarium aquascape.

Langkah 2: Memilih dan menambahkan substrat

Ini tergantung pada gaya aquascaping yang ingin Anda ikuti. Pasir dan kerikil biasa tidak akan berperan dalam pertumbuhan tanaman, sebaliknya, tanah berfungsi paling baik. Cobalah untuk mencari tanah yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan yang bisa mempertahankan pH netral atau sedikit asam untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman yang sehat.

Sebelum menambahkan tanah ke akuarium, Anda harus terlebih dahulu menempatkan dasar granul lava. Ini akan bertindak sebagai penunjang yang stabil untuk batu-batu besar serta memberikan celah untuk menggemburkan tanah dan memungkinkan sirkulasi nutrisi dan air.

Setelah ini selesai, Anda bisa menambahkan tanah pada tata letak spesifik yang Anda rancang.

Langkah 3: Hardscaping

Hardscaping

Sekali lagi, pilihan jenis hardscape tergantung pada jenis pengaturan yang coba Anda buat. Hardscape terutama terbuat dari batu, kayu apung, atau kayu bogwood. Letakkan sesuai selera Anda, tetapi pastikan penataannya stabil dan tidak akan rusak/tergelincir saat Anda menambahkan air agar kaca di dalam akuarium tidak pecah.

Langkah 4: Menanami akuarium

Tanaman harus ditempatkan ke dalam substrat menggunakan pinset dan harus ditekan sampai sekitar 2,5 cm (1 inch) ke dalam tanah untuk mencegah mereka terlepas.

Langkah 5: Menambahkan air

Air harus ditambahkan dengan hati-hati agar tidak menggeser substrat. Ada beberapa metode yang bisa Anda gunakan. Pertama, Anda bisa meletakkan mangkuk kecil di atas substrat dan dengan lembut tuangkan air. Anda juga bisa mengisi akuarium perlahan-lahan menggunakan siphon yang sangat tipis.

Langkah 6: Sikluskan akuarium

Biarkan hingga enam minggu agar akuarium menyelesaikan siklus nitrogennya. Ini memungkinkan pengembangan dan pertumbuhan bakteri menguntungkan yang membantu mengubah amonia dan nitrit yang dapat membunuh ikan Anda di dalam akuarium.

Langkah 7: Memilih dan menambahkan ikan

Spesies yang Anda pilih untuk ditambahkan sepenuhnya terserah Anda, pastikan untuk hanya menambahkan ikan yang tidak akan tumbuh terlalu besar untuk akuarium. Saat Anda siap untuk menambahkan ikan, penting untuk tidak langsung memasukkannya. Sebagai gantinya, biarkan ikan menyesuaikan diri dengan kondisi air.

Hal ini dapat dilakukan dengan menempatkan kantong plastik mereka ke dalam akuarium selama sekitar 10 menit dan setelah periode ini perlahan-lahan tambahkan sejumlah kecil air akuarium ke dalam kantong setiap 5 menit sampai penuh. Pada titik ini, Anda dapat melepaskannya ke dalam akuarium.

Peralatan Aquascape

Terlepas dari gaya yang Anda pilih, ada beberapa peralatan yang penting Anda miliki.

Lampu

Pencahayaan sangat penting untuk menjaga ekosistem yang sehat. Pencahayaan diperlukan untuk menunjang fotosintesis dan pertumbuhan tanaman. Lampu harus memancarkan cahaya sekitar 6.500 Kelvin.

Ada tiga jenis pengaturan pencahayaan yang cocok untuk aquascape.

Lampu neon T5 – Lampu ini menyediakan berbagai cahaya yang bagus, tetapi bisa sedikit mahal dan kurang efisien daripada lampu LED.

LED – Ini adalah pilihan pilihan populer dan sangat efisien. LED dapat bertahan selama 50.000 jam dan memiliki emisi panas minimal.

Halida logam – Lampu ini sangat tidak efisien dan bisa menjadi sangat panas, namun mereka adalah pilihan yang baik untuk akuarium yang lebih dalam.

Pompa Aquascape

Ada dua jenis pompa yang dapat digunakan dalam pengaturan ini. Jenis pertama adalah pompa udara yang menyediakan sumber penting oksigen terlarut untuk akuarium (atau kolam). Alat ini juga dapat digunakan untuk membuat air terjun pasir/kerikil di bawah air. Pompa air adalah jenis kedua yang bisa digunakan. Pompa ini umumnya digunakan di kolam luar untuk menciptakan efek air terjun.

Substrat

Ada beberapa substrat yang dapat dipilih saat aquascaping. Substrat yang paling umum untuk akuarium bertanaman adalah tanah karena memberikan nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman yang sehat. Kerikil dan pasir juga bisa digunakan, tetapi ini sebagian besar untuk tujuan visual mereka karena mereka hadir dalam berbagai warna dan ukuran.

CO2 dan fertilizer

Karbon dioksida (CO2) adalah komponen penting untuk menunjang proses pertumbuhan fotosintesis semua tanaman (termasuk yang ada di akuarium Anda). Ada dua cara menambahkan CO2 ke akuarium Anda: injeksi cair atau gas.

Sistem injeksi gas CO2 bertekanan bisa mahal, tetapi efisien untuk menjaga konsentrasi CO2 sekitar 10-15ppm (yang merupakan angka ideal). Metode ragi dan aerosol umumnya kurang efisien dan hanya berguna untuk akuarium yang kecil. Karbon cair tidak memberikan CO2 seefisien injeksi gas. Ini menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih lambat, sehingga lebih umum digunakan di akuarium yang lebih kecil.

Ornamen

Untuk aquascaping, ada dua jenis ornamen utama: kayu (bogwood atau driftwood) dan batu. Ada banyak jenis bebatuan yang aman digunakan di dalam akuarium. Jenis ornamen yang digunakan akan bervariasi sesuai jenis setup aquascape.

Ide aquascape

Biasanya aquascaper cenderung mengambil inspirasi dari hal-hal yang mereka lihat sehari-hari di alam atau dari tank lain. Terkadang butuh waktu lama untuk menghasilkan ide cemerlang, oleh karena itu di bawah ini kami memberikan beberapa contoh untuk membantu Anda memulainya.

Air terjun

Air terjun aquascape bukanlah air yang mengalir dan jatuh dari bebatuan ke dalam akuarium. Faktanya, itu sama sekali bukan air, melainkan kerikil berpasir kecil yang berjalan di lanskap bebatuan dan jatuh kembali ke dasar akuarium. Ini meniru air terjun lanskap alam.

Efek air terjun ini dapat dibuat dengan menggunakan sepotong pipa dengan pompa udara di bagian bawah dan lubang untuk kerikil jatuh ke dalam tabung. Setelah berada di dalam tabung, butiran pasir akan didorong melalui tabung oleh gelembung udara dan didorong keluar dari atas dengan tikungan berbentuk U yang mengarah kembali ke arah substrat. Butiran pasir akan tenggelam kembali ke dasar akuarium dan prosesnya diulang.

Kolam

Kolam aquascape biasanya dibuat di paludarium (akuarium yang terdiri atas wilayah darat dan perairan). Beberapa paludarium memiliki sejumlah besar area daratan bertanaman dengan hanya genangan air kecil yang dapat meniru rawa, kolam hutan hujan, atau aliran sungai kecil.

Ini dapat dibuat dengan menambahkan semacam sekat substrat di dasar akuarium untuk memisahkan bagian dasar daratan dengan substrat tanah akuarium. Tempatkan penghalang substrat ke sisi daratan sebelum menambahkan media dan tanaman. Kemudian tanam tanaman air di bagian kolam sebelum menambahkan air dan penghuninya.

Batuan

Aquascaping sering menggunakan batu sebagai titik fokus akuarium. Ada berbagai jenis batu yang dapat digunakan dan harganya dapat bervariasi. Jenis gaya yang Anda pilih akan bergantung pada bagaimana Anda akan menata batu di dalam akuarium.

Gaya Iwagumi terutama menggunakan batu sebagai satu-satunya hardscape di dalam akuarium. Batuan seperti Pagoda atau batu Seiryu Ryuoh aman digunakan di akuarium dan sering diatur dalam pola yang rumit.

Aquascape cupang

Akuarium cupang adalah pilihan populer untuk aquascaping. Jika Anda mau membuatnya, maka Anda bisa mengatur bagian tengah dengan bogwood atau driftwood. Substrat dapat berupa tanah yang dapat ditanami dengan spesies tanaman tertentu seperti anubias. Spesies lain seperti needle leaf, Java fern, atau Christmas moss dapat dilekatkan pada kayu apung untuk menciptakan tampilan yang lebih alami.

Tanaman seperti rotala green dapat ditambahkan ke latar belakang akuarium. Spesies terapung seperti Amazonian frogbit juga dapat ditambahkan untuk menyediakan area teduh dan membantu mengurangi ganggang.

Tanaman terbaik untuk aquascaping

Ada banyak jenis tanaman yang dapat digunakan untuk aquascaping. Selain menyenangkan secara visual, mereka juga terbukti membantu filtrasi, sebagai tempat berlindung ikan, serta membantu memerangi pertumbuhan alga.

Tanaman karpet bisa ditanam ke dalam substrat dan dalam kondisi yang benar akan membentuk karpet hijau subur di sepanjang bagian bawah akuarium. Tanaman karpet yang paling umum digunakan adalah dwarf baby tears, dwarf hairgrass, Marsilea minuta, Glossostigma elatinoides, dan Marsilea hirsute.

Tanaman terapung dapat memberikan perlindungan sekaligus membantu memberikan naungan parsial yang membantu memerangi pertumbuhan ganggang. Spesies seperti Amazon frogbit, dwarf water lettuce, water spangles, dan duckweed sangat ideal.

Moss adalah spesies yang paling umum digunakan. Selain spesies seperti Christmas moss dan pellia liverwort, ada juga spesies karpet seperti Java moss dan crystalwort serta spesies terapung yang disebut floating moss.

Tanaman seperti anubias, Amazon sword, Ludwigia repens, dan Jungle vallisneria semuanya merupakan pilihan yang bagus untuk tanaman latar.

Nano aquascape

Nano Aquascape

Akuarium nano adalah akuarium yang memiliki volume 10 galon (37 liter) atau kurang. Menyiapkan nano aquascape bisa menyenangkan sekaligus menantang. Mari kita lihat dua aquascape nano paling populer.

Aquascape 10 gallon (37 liter)

Sebelum mulai, Anda harus memiliki gambaran seperti apa akuarium 10 galon Anda nantinya ketika selesai.

Misalnya, Anda dapat memilih untuk menambahkan lava rock sebagai alas dan substrat tanah yang stabil untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Dengan begitu Anda bisa menempatkan batuan Seiryu Ryuoh di akuarium.

Di sekitar area berbatu dan di dalam substrat tanah tambahkan beberapa tanaman seperti Java moss atau dwarf baby tears yang seiring waktu akan tumbuh membentang di lantai akuarium untuk membentuk karpet hijau yang subur.

Pencahayaan akuarium harus dilakukan secara artifisial dengan lampu LED karena akuarium yang ditempatkan di dekat jendela akan lebih rentan terhadap pertumbuhan alga.

Ikan shoaling kecil seperti zebra danio dan neon tetra ideal untuk akuarium ukuran ini.

Aquascape 5 galon (18,9 liter)

Prinsip yang sama berlaku dengan akuarium 5 galon, namun Anda mungkin ingin menggunakan tata letak yang lebih sederhana.

Karena 5 galon lebih terbatas ruangannya, Anda mungkin perlu menambahkan spesies ikan yang lebih kecil seperti ricefish atau killifish atau bahkan beberapa hewan non-ikan seperti cherry shrimp atau ghost shrimp yang akan membantu dalam pengendalian alga.

Pencahayaan harus disediakan menggunakan LED dan akuarium harus dihindarkan dari sinar matahari langsung untuk mencegah pertumbuhan ganggang.

Kesimpulan

Lihat juga : udang hias

Ada banyak jenis aquascape dari yang relatif sederhana dan damai sampai yang rumit yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sempurna.

Hobi ini membutuhkan banyak perawatan akuarium untuk memastikan terjaganya habitat yang sehat. Ini dapat dilakukan dengan memotong tanaman yang tumbuh terlalu banyak serta mengganti air secara teratur. Akuarium aquascape menyediakan habitat yang sempurna untuk ikan dan spesies shoaling kecil seperti scarlet badis dan juga udang. Tertarik mencobanya?

Komentar