Home » Ikan » Merawat Ikan Datz: Makanan, Kebiasaan Makan, dan Penyakit

Merawat Ikan Datz: Makanan, Kebiasaan Makan, dan Penyakit

Sebelumnya kita sudah membahas seluk beluk seputar ikan datz alias datnoid, dari jenis sampai fakta-fakta lainnya. Kali ini kami akan membahas tentang makanan, kebiasaan makan, serta masalah kesehatan ikan yang cantik ini.

Makanan ikan datz

Gambar ikan datz

Apa yang dimakan ikan datz di alam liar?

Di alam liar, ikan datz lebih suka makan makanan hidup seperti cacing dan serangga. Selain itu, mereka akan memangsa ikan kecil, krustasea, dan hewan kecil lainnya. Ketika ada kesempatan, mereka juga akan memakan hewan-hewan seperti udang, kepiting, dan siput. Kadang-kadang, datz akan mengejar ikan besar lainnya, tetapi ini jarang terjadi karena mereka biasanya hanya akan mencoba makan ikan dengan ukuran yang sama atau secara signifikan lebih kecil daripada mereka.

Kebiasaan makan ikan datz

Beri makan ikan datz Anda sekali atau dua kali sehari. Jangan pernah memberi makan lebih dari yang bisa dimakan ikan dalam satu kali pemberian. Meski ikan datz liar yang ditangkap dari alam sulit dilatih untuk memakan makanan ikan komersial, Anda bisa dengan mudah melatih ikan datz muda untuk makan sejumlah makanan komersial seperti pelet, stick daging, krill, atau silver side. Anda juga bisa memberi mereka makanan hidup seperti udang, ikan, atau cacing darah.

Makanan apa yang direkomendasikan?

Ikan datz lebih suka makan makanan hidup, tetapi ini tentu saja bisa menjadi tantangan bagi pemiliknya, khususnya pemula. Seiring waktu, Anda dapat mengajar datz untuk memakan pelet komersial dan makanan beku. Walau memang karena naluri liar mereka, datz akan lebih menyukai makanan hidup.

Jika Anda mulai memberi mereka makanan hidup, ingatlah bahwa Anda mungkin akan sulit meyakinkan mereka untuk beralih ke makanan komersial, beku, atau pelet pada awalnya. Anda mungkin perlu membuat mereka kelaparan agar mau memakannya.

Cara menjaga ikan datz tetap sehat

Ikan datz

Penyakit umum yang harus diwaspadai

Saat stres, ikan datz akan berubah kehitaman dan menjadi tidak stabil. Ini biasanya disebabkan oleh kondisi air yang buruk atau kepadatan penghuni akuarium. Penyakit biasanya tidak muncul di dalam akuarium yang dirawat dengan baik. Karena ikan ini sangat tangguh, Anda mungkin hanya akan melihat penyakit pada satu atau dua ikan saja, jika ada. Anda mungkin melihat tanda-tanda peringatan penyakit sebelum muncul hal lainnya.

Penyakit yang paling umum mempengaruhi ikan datz, seperti ikan akuarium lainnya, adalah ich. Ini menyebabkan masalah seperti titik-titik putih kecil di kulit serta sirip yang menguncup. Ini dapat diobati dengan obat-obatan pasaran dan dengan mengkarantina ikan yang sakit. Busuk ekor atau sirip juga menjadi masalah lain pada ikan datz. Ini dapat dicegah dengan menjaga kualitas air tetap bersih dan juga mengobati dengan antibiotik seperti tetrasiklin atau chloromycetin.

Masalah umum lainnya pada ikan datz adalah masalah mata. Ini dapat diobati dengan penisilin atau amoksisilin, dan umumnya terlihat dengan mata yang menonjol atau tampak berkabut. Anda dapat mengobatinya dengan meningkatkan asupan vitamin A atau obat-obatan farmasi lainnya.

Tips menjaga ikan datz agar selalu sehat

Penyakit jarang menjadi masalah pada ikan datz, terutama jika Anda selalu merawat lingkungan mereka dengan baik. Jika Anda sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjaga kebersihan akuarium, kemungkinan Anda tidak perlu khawatir tentang penyakit atau masalah terkait kebersihan lainnya.

Ikan datz suka sekali makan, tetapi Anda harus berhati-hati dalam memberi mereka makan untuk memastikan kualitas air akuarium tidak terganggu. Masalah kualitas air adalah masalah paling umum yang dihadapi ikan datz, jadi jangan memberi mereka makan berlebihan. Ikan datz cenderung buang kotoran dalam volume yang jauh lebih tinggi daripada jenis ikan lainnya. Filter yang baik akan membantu menjaga air tetap bersih, yang sangat penting bagi kesehatan akuarium Anda secara keseluruhan.

Jika Anda memilih untuk memberi makan makanan hidup, Anda juga harus berhati-hati dengan apa yang Anda lemparkan ke akuarium. Pastikan cacing atau ikan yang Anda berikan sudah dikarantina sebelumnya dan tidak membawa penyakit apa pun.

Komentar