Home » Mamalia » Mengapa Simpanse Populasinya Turun dan Terancam Punah?

Mengapa Simpanse Populasinya Turun dan Terancam Punah?

Simpanse, yang biasa disebut chimp, termasuk dalam keluarga Hominidae. Nomenklatur biologis mereka adalah Pan troglodytes. Mereka termasuk dalam keluarga yang sama dengan genera Gorilla (gorila), Homo (manusia) dan Pongo (orangutan).

Gambar simpanse memanjat

Hutan hujan tropis Afrika barat dan tengah adalah habitat alami yang paling cocok untuk simpanse. Mereka diketahui telah berkembang di wilayah yang sama, sama seperti kita manusia. Di dalam hutan tropis, mereka terutama hidup di hutan sabana terbuka, padang rumput, dan hutan hujan. Bonobo (Pan paniscus), yang terkait erat dengan simpanse dan manusia, juga hidup di habitat yang sama dan sama-sama dipengaruhi oleh ancaman yang dihadapi oleh simpanse.

Berdasarkan lokasi geografis habitat mereka, simpanse dikategorikan ke dalam tiga subspesies yang berbeda. Ini meliputi simpanse sentral (P. troglodytes troglodytes) dari Afrika tengah, simpanse barat dari Afrika barat-tengah (P. t. Verus), dan simpanse timur dari Afrika tengah-timur (P. t. Schweinfurthii). Ketiga subspesies ini berada pada kondisi memprihatinkan, dan jika tidak dilindungi mereka bisa segera punah.

Dan tahukah Anda, menurut beberapa perkiraan populasi simpanse telah turun sampai menjadi sepersepuluh dari jumlah mereka di awal abad ke-20!

Mengapa simpanse terancam punah?

Ancaman utama bagi spesies yang terancam punah ini adalah pengrusakan besar-besaran terhadap habitat alami mereka. Simpanse juga marak ditangkap dengan tujuan untuk diperdagangkan dan diburu untuk dikonsumsi dagingnya.

Penghancuran Habitat

Ada suatu masa di mana lebih dari satu juta simpanse tinggal di hutan di setidaknya 25 negara Afrika. Saat ini angkanya telah turun hingga di bawah 200.000 ekor!

Penurunan jumlah simpanse yang drastis ini dimulai pada tahun 1960. Sekarang, hanya ada enam negara di Afrika yang bisa menampung populasi simpanse yang sehat. Wilayah Afrika lainnya sudah tidak mampu mempertahankan populasi besar kera cerdas ini.

Tuntutan yang terus meningkat dari populasi manusia di sekitarnya telah membahayakan habitat alami simpanse. Dari hari ke hari semakin banyak lahan hutan yang dihancurkan karena pertanian. Jalan raya yang memotong hutan semakin meningkatkan pengaruh buruk manusia pada hutan hujan. Pemukiman yang terus meluas di tepi hutan juga terus mendorong masuk ke hutan, perlahan tapi pasti terus menggerus wilayah hutan.

Hilangnya habitat yang terus-menerus tak diragukan lagi adalah satu-satunya alasan paling penting mengapa simpanse terancam punah.

Penangkapan liar

Gambar simpanse

Simpanse sering ditangkap secara ilegal dan dijual sebagai hewan peliharaan. Simpanse kecil sering diburu karena penampilannya yang menggemaskan dan akibatnya banyak orang mau membelinya dengan harga mahal. Namun, memenjara simpanse di rumah tidaklah etis, tidak aman, dan ilegal.

Berbeda dengan hewan peliharaan seperti anjing atau kucing, simpanse adalah hewan liar dan mereka perlu tinggal di lingkungan alami mereka. Jika simpanse tidak dirawat dengan benar, simpanse dewasa dapat dengan mudah mengalahkan pemiliknya, yang berpotensi menyebabkan cedera fatal. Beberapa orang telah tewas karena serangan simpanse, dan akibatnya hewan yang “bersalah” ini harus disuntik mati.

Sayangnya, sebagian besar simpanse ditangkap orang yang tak bertanggungjawab sebelum mereka mencapai usia dewasa. Dengan demikian simpanse tersebut menghabiskan sisa hidup mereka terkurung dalam kondisi yang menyedihkan. Konservasionis memperkirakan bahwa meskipun perlindungan untuk simpanse peliharaan jauh lebih efisien saat ini, hanya satu dari sepuluh simpanse peliharaan yang bisa diselamatkan.

Diburu dagingnya

Ini bukan merujuk pada predator alami simpanse, tetapi orang-orang yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan. Simpanse adalah hewan buruan yang berharga dan juga diekspor ke negara-negara Barat seperti Prancis dan Inggris. Diperkirakan setidaknya 4.000 ekor simpanse dibunuh setiap tahun.

Patogen

Sekali lagi, sayangnya, ini merujuk bukan pada penyakit yang secara alami ditemukan di habitat simpanse, tetapi penyakit yang disebarkan oleh manusia. Simpanse dapat tertular banyak penyakit dari manusia, dan banyak dari mereka yang mati karena penyakit yang ditularkan manusia, terutama virus ebola.

Beberapa konservasionis berusaha menyebarkan kesadaran di antara orang-orang dan menyelamatkan simpanse dari kepunahan. Simpanse adalah kerabat terdekat manusia. Faktanya, DNA simpanse dan manusia sekitar 98% sama!

Mempelajari hewan-hewan ini dapat memberikan informasi berharga tentang kemunculan dan perkembangan kita sendiri. Sayangnya, kehidupan simpanse secara perlahan dihancurkan oleh aktivitas berbahaya kita di habitat mereka yang masih asli. Mari selamatkan simpanse!

Komentar