Home » Dunia Binatang » Manfaat dan Efek Samping Terapi Lintah yang Wajib Diketahui

Manfaat dan Efek Samping Terapi Lintah yang Wajib Diketahui

Pengobatan tradisional masih dipercaya sebagai alternatif lain dalam upaya penyembuhan dari suatu penyakit hingga saat ini. Pada praktiknya, pengobatan tradisional sering menggunakan media berupa hewan maupun tumbuhan untuk membantu proses penyembuhan. Adapun macam-macam jenis pengobatan tradisional antara lain Herbamedicine (terapi menggunakan tumbuhan), dan Animalmedicine (terapi menggunakan bantuan hewan).

Salah satu jenis pengobatan yang memanfaatkan hewan adalah terapi lintah. Sejak zaman dahulu, lintah telah dimanfaatkan sebagai salah satu cara pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai macam penyakit dalam dunia medis. Terapi ini sudah digunakan sejak zaman Eropa dan Cina kuno. Cara kerjanya dalah saat lintah menghisap darah manusia, maka lintah akan memasukkan liurnya ke tubuh manusia.

Awalnya, lintah hanya digunakan untuk pengobatan penyakit jantung dan peredaran darah saja. Akan tetapi, seiring berkembangnya teknologi, lintah mulai digunakan untuk membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit kronis lain seperti radang, nyeri, rekonstruksi, dan pengobatan penurunan fungsi tulang. Selain itu, terapi lintah disebut-sebut sebagai terapi terbaik untuk membuang zat-zat kotor dalam tubuh.

Jenis Lintah yang Digunakan untuk Terapi

Meskipun kerap digunakan sebagai hewan untuk terapi, akan tetapi tidak semua jenis lintah bisa dimanfaatkan. Lintah yang biasa digunakan adalah jenis Hirudo medicialis, hirudo nipponia, hirudo troctina, hirudinaria javanica, hirudo quinquestriata, hirudinaria manillensis, haementeria officinalis, dan masih banyak lagi yang dikembangkan dalam lingkungan khusus. Kemudian, gigitan dari lintah tersebut akan meninggalkan bekas luka yang menyerupai huruf Y. Namun, luka tersebut tidak menimbulkan bekas dan bisa langsung sembuh.

Manfaat Terapi Lintah

Saat melakukan pengobatan menggunakan lintah, air liurnya mengandung lebih dari 100 jenis protein yang bersifat menyembuhkan. Protein tersebut berfungsi untuk mengobati penyakit dalam tubuh. Berikut ini beberapa manfaat yang dapat dirasakan dalam menggunakan terapi lintah.

  • Mencegah Penyakit Kardiovaskular dan Pembuluh Darah

Terapi lintah sangat efektif dalam melancarkan peredaran darah serta mencegah penyumbatan pada pembuluh darah. Untuk itulah mengapa lintah sering digunakan untuk mengobati berbagai gangguan penyakit kardiovaskular. Air liur dari lintah mengandung antinyeri, anti peradangan, dan dapat melebarkan pembuluh darah.

Selain itu, air liur lintah juga digunakan sering dicampurkan dengan obat penurun darah tinggi, varises, wasir dan gangguan kulit sehingga dapat melancarkan aliran darah di bagian tertentu.

  • Melancarkan Peredaran Darah dan Mencegah Penyumbatan

Sifat antikoagulan pada air liur lindah dapat membantu untuk mencegah penggumpalan dan melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Pada tindakan bedah plastik dan bedah mikro, lintah ini dapat membantu proses pembedahan agar lebih lancar berkat kedua manfaat tersebut.

Terapi lintah dapat menjaga jalannya peredaran darah pada area luka untuk proses pemulihan yang lebih cepat. Biasanya jenis operasi yang menggunakan terapi lintah ini antara lain operasi jari yang putus, rekonstruksi hidung, bibir, telinga, da kepala.

  • Meredakan Nyeri Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan penyakit yang menyerang persendian pada tulang rawan yang mengalami kerusakan. Pada tulang rawan yang mengalami kerusakan, penderita akan merasakan nyeri yang terjadi akibat adanya gesekan antar tulang. Terapi lintah dipercaya mampu membantu mengurasi rasa nyeri yang dirasakan oleh penderita berkat adanya zat anestesi yang terdapat dalam kandungan air liur lintah. Selain itu, air liur lintah juga bersifat anti inflamasi yang dapat mengurangi peradangan sehingga resiko sendi bengkak menjadi lebih rendah.

  • Mengurangi Resiko Komplikasi Penderita Diabetes

Umumnya, penderita diabetes memiliki resiko terserang penyakit komplikasi. Termasuk juga gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan matinya jaringan aliran darah ke arah tangan, kaki, serta jari-jari. Akibat dari matinya jaringan tersebut, maka tindakan amputasi merupakan pilihan terakhir. Terapi lintah dapat membantu mencegah hal tersebut terjadi. Terapi lintah dapat memperbaiki sirkulasi darah sehingga tidak menimbulkan resiko penyumbatan untuk menekan resiko tindakan amputasi.

  1. Mencegah Proses Penuaan Dini

Selain untuk membantu dalam proses penyembuhan, terapi lintah juga bermanfaat untuk mencegah penuaan dini pada kulit. Air liur lintah mengandung antioksidan yang efektif mencegah penuaan dan membuat kulit menjadi lebih segar dan awet muda. Namun, manfaat ini belum teruji secara klinis.

Efek Samping Terapi Lintah

Meskipun memiliki banya manfaat bagi kesehatan, terapi lintah ternyata memiliki efek samping yang dapat ditumbulkan. Apabila lintah tersebut belum teruji secara klinis, maka tidak menutup kemungkinan bahwa lintah-lintah tersebut dapat menimbulkan berbagai macam dampak yang buruk bagi kesehatan. Berikut ini beberapa dampak yang ditimbulkan oleh terapi lintah ini.

  1. Alergi

Reaksi yang ditimbulkan terapi lintah berbeda pada tiap orang. Pada penderita alergi umumnya reaksi yang ditimbulkan berupa gatal ringan di area yang digigit oleh lintah. Memang, lintah yang biasa digunakan beresiko lebih rendah dibandingkan jenis lintah lain. akan tetapi, reaksi tetap mungkin akan terjadi meskipun jarang terjadi.

  1. Infeksi

Gigitan lintah ternyata dapat menimbulkan infeksi. Bahkan, tingkat infeksi ini terjadi setidaknya sekitar 2,4 – 20 persen setelah melakukan terapi lintah. Infeksi yang ditimbulkan biasanya berupa keracunan darah, infeksi pada kulit, sampai meningitis.

Hal ini bisa jadi disebabkan oleh muntahan isi usus pada lintah yang tidak sengaja masuk ke dalam luka. Bisa saja ketika terapis menempelkan lintah pada kulit dan menekannya terlalu keras sehingga lintah secara tidak sengaja memuntahkan isi usus tersebut.

  1. Anemia

Kulit memerlukan sekitat 200 atau lebih lintah selama 10 hari untuk mengekstraksi darah sebanyak 15 mili liter. Akibatnya, tindakan transfusi darah perlu dilakukan untuk mengganti sel darah merah pada 50 persen jumlah pasien. Maka sudah jelas, terapi lintah dapat mengurangi jumlah pasokan darah dalam tubuh kita.

Sama-sama Menghisap Darah, Apa Perbedaan Lintah dengan Pacet?

Selain nyamuk, kedua hewan ini merupakan hewan penghisap darah. Lintah sering kali digunakan sebagai alat terapi kesehatan dengan cara menghisap darah? Akan tetapi, pernahkan anda berfikir mengapa pacet tidak dimanfaatkan juga seperti kita memanfaatkan lintah?

Pacet dan linta merupakan hewan yang tergabung dalam filum Annelida di mana mereka masih bersaudara dengan cacing tanah. Sama seperti cacing tanah, pacet dan lintah juga memiliki klitelum, yaitu bagian tebal pada tubuhnya yang berfungsi sebagai alat reproduksi. Akan tetapi, klitelum pada pacet dan lintah tidak tampak begitu jelas dengan warna yang lebih muda dibandingkan yang dimiliki oleh cacing tanah.

Jika di luar negeri, lintah dan pacet dianggap sama dan dikenal dengan satu nama yaitu leech. Perbedaan di antara keduanya dibedakan berdasarkan taksonomi yang dikelompokkan menurut aturan tertentu serta berdasarkan habitat. Pacet banyak ditemukan pada daerah berumput yang basah atau melekat pada batang pohon, batu, dan daun. Bahkan, hewan berlendir ini kerap kali ditemukan di area persawahan dan sungai. Sedangkan lintah lebih banyak ditemukan berada di dalam air. Oleh sebab itulah ketika kita hendak menyebrangi sungai kecil, kita harus lebih berhati-hati agar tubuh kita tidak dihinggapi oleh lintah.

 

Komentar