Home » Semua Hewan » Krustasea » Serba-serbi Kepiting, Hingga Penjelasan Mengenai Cara Berjalannya yang Unik

Serba-serbi Kepiting, Hingga Penjelasan Mengenai Cara Berjalannya yang Unik

Kepiting merupakan salah satu hewan yang termasuk dalam kelompok krustasea. Tubuhnya dilindungi oleh cangkang keras yang tersusun dari kritin serta dilengkapi dengan sepasang capit. Persebarannya sendiri terdapat di seluruh samudera di dunia, baik di perairan tawar maupun laut.

Kepiting memiliki cara berjalan unik yang tidak dimiliki hewan manapun, yaitu dengan cara menyamping. Keunikan cara berjalan ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah adanya proses evolusi anatomi serta habitatnya. Lalu apakah ada alasan lain di balik keunikan kepiting? Yuk simak penjelasan berikut ini!

Mengapa Kepiting Berjalan Menyamping?

Tidak sedikit di antara kita yang penasaran mengapa kepiting berjalan dengan cara menyamping. Hal ini dikarenakan kepiting memiliki lutut dengan sendi yang pergerakannya terbatas, yaitu hanya ke depan dan belakang saja. Akan tetapi, mengingat jumlah dan struktur kaki yang dimiliki kepiting berjumlah sepuluh, sehingga hanya memungkinkan untuk mereka berjalan hanya ke samping saja. Lain halnya dengan laba-laba, mereka memiliki bentuk kaki yang menghadap ke belakang dan depan serta sendi yang bersifat fleksibel sehingga mereka dapat dengan mudah berjalan ke depan.

Hal lain yang mendasari cara berjalan kepiting adalah adanya evolusi yang terjadi pada mereka. Hampir sebagian besar waktunya dihabiskan berada di bawah pasir, sehingga lama-kelamaan bentuk tubuh mereka berkembang menjadi pipih, lebar, dan juga rata. Bentuk tubuh ini memudahkan mereka dalam hal menggali serta bersembunyi dari serangan predator. Nah, kaki yang berada di samping tadi sangat mendukung bentuk tubuhnya yang pipih tersebut. Selain itu, kepiting bukanlah hewan pemburu aktif, sehingga kakinya dirancang dengan tujuan utama untuk bersembunyi di bawah pasir serta menunggu makanan yang terdapat di sekitarnya.

Habitat Kepiting

Seperti yang telah disinggung sebelumnya mengenai habitatnya, kepiting memiliki habitat di pasir, perairan, dan kerap memanjat pohon kelapa. Akan tetapi, habitat umum dari kepiting adalah air asin maupun tawar. Meskipun habitat utamanya merupakan air, ternyata kepiting bukanlah hewan perenang yang baik. Mereka perlu adaptasi terlebih dahulu terhadap lingkungan di mana ia tinggal sehingga dapat bertahan hidup.

Anatomi Kepiting

Kepiting memiliki tubuh yang ditutui oleh kerangka luar yang sangat keras serta dilengkapi dengan sepasang capit. Capit tersebut berfungsi untuk menggali, memegang dan membawah makanan, serta alat perlindungan diri dari predator. Mereka umumnya hidup di air laut maupun air tawar dengan ukuran yang beragam tergantung pada jenisnya.

Anatomi Luar

  1. Sejatinya, kepiting memiliki 5 pasang kaki yang berada pada kedua sisi tubuhnya yang berguna untuk bergerak.
  2. Bagian mulutnya dilindungi oleh maxiliped yang tidak membentuk rostrum panjang.
  3. Alat pernapasan kepiting berupa insang yang terbentuk dari plat pipih yang berfungsi untuk menangkap oksigen. Insang terdiri dari struktur lunak yang terdapat pada bagian bawah carapace.
  4. Memiliki mata yang menonjol ke luar, biasanya berada pada bagian depan dari carapace.
  5. Kepiting memiliki bulu yang terdapat hampir di seluruh bagian tubuhnya. Bulu-bulu ini berfungsi sebagai indra penerima.
  6. Antena pada kepiting berfungsi untuk menangkap sinyal untuk mendeteksi bahan-bahan kimia.

Anatomi Dalam

  1. Sebagian organ yang berada di sekitar mulut memiliki fungsi untuk memegang makanan serta memompa air dari mulut menuju ke insang.
  2. Anatomi organ dalam pada kepiting terdiri dari jantung, usus, hati, kelenjar pencernaan, ruang insang, insang bersih.
  3. Jantung dan usus berperan sebagai sistem peredaran darah.
  4. Insang bersih dan ruang insang berperan sebagai alat pernapasan.
  5. Hati berfungsi sebagai penghasil kelenjar-kelenjar yang dibutuhkan oleh tubuh kepiting.
  6. Serta kelenjar pencernaan yang berfunsi sebagai sistem pencernaan.

Perbedaan Kepiting dengan Rajungan

Selain kepiting, terdapat pula hewan bercapit yang memiliki kesamaan dengan kepiting, hewan tersebut adalah rajungan. Meskipun terlihat sama, akan tetapi ada beberapa perbedaan, lho, diantara keduanya. Lantas, apa saja perbedaan tersebut?

  • Bentuk Tubuh

Perbedaan pertama terletak pada bentuk tubuhnya. Kepiting memiliki bentuk tubuh dan capit yang bulat dan berukuran besar, sedangkan rajungan memiliki tubuh dan capit yang sedikit lebih ramping, akan tetapi lebih panjang jika dibandingkan dengan kepiting.

  • Habitat

Kedua hewan ini memiliki habiat yang jauh berebeda. Jika kepiting lazimnya hidup di perairan laut maupun tawar, pada rajungan mereka biasa sepenunhnya berada di perairan laut, dasar lumpur pantai, dan laut terbuka.

  • Cangkang

Kepiting dan rajungan sama-sama memiliki cangkang, akan tetapi bentuk cangkang di antara keduanya berbeda. Perbedaannya adalah terletak pada kekuatannya. Cangkang yang terdapat pada rajungan lebih keras dan memiliki corak bertotol dengan warna kebiruan. Sedangkan kepiting cenderung lebih polos.

  • Rasa Daging

Jika diolah menjadi masakan, daging yang dimiliki oleh kepiting lebih banyak dibandingkan daging rajungan. Selain itu, rasa dari daging kepiting lebih manis dibandingkan rajungan. Itulah sebabnya mengapa restoran seafood lebih menyukai kepiting dari pada daging rajungan.

Tips Memilih Kepiting yang Segar untuk Dikonsumsi

Kepiting merupakan salah satu olahan seafood dengan cita rasa yang disukai oleh kebanyakan orang, selain itu kandungan nutrisinya juga tinggi sehingga baik bagi anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Untuk mengonsumsi kepiting, sebaiknya pilihlah kepiting yang memiliki warna kecoklatan cerah dan mengkilap. Serta cek pula matanya, jika masih utuh, itu artinya kepiting tersebut masih segar, sebaliknya jika keadaan mata sudah tidak utuh, maka tidak layak untuk dikonsumsi.

Pada sikunya, terdapat selaput tipis yang masih ditekan dan terasa lembut. Hal ini menandakan bahwa kepiting tersebut masih segar. Jangan pernah membeli kepiting yang telah berlendir dan berbau menyengat.

Demikianlah serba-serbi mengenai kepiting yang sebaiknya perlu anda ketahui. Bagaimana? Apakah anda tertarik untuk mengonsumsi hewan yang satu ini?

 

Komentar