Home » Ikan Cupang » Kenapa Telur Cupang Gagal Menetas? Ini Faktor-faktor Penentunya

Kenapa Telur Cupang Gagal Menetas? Ini Faktor-faktor Penentunya

Ikan cupang adalah makhluk yang sangat menarik. Anda akan menemukannya dalam banyak varietas. Penggemar dan peternak cupang terus berusaha membiakkan jenis-jenis cupang terbaru. Entah Anda tertarik untuk membiakkan cupang atau Anda hanya sekedar terpikat dengan siklus hidup cupang, berikut adalah semua hal yang perlu Anda ketahui tentang reproduksi dan telur ikan cupang.

Gambar cupang kawin

Perkawinan ikan cupang

Untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi telur ikan cupang, perlu untuk memahami seluruh proses perkembangbiakan ikan ini.

Ikan cupang liar memulai proses kawinnya ketika cupang betina memilih cupang jantan. Betina memilih jodoh berdasarkan warna, ukuran, panjang sirip, dan seberapa baik dia membuat sarang gelembungnya. Jangan khawatir, konsep sarang gelembung akan dijelaskan nanti.

Namun di akuarium, Anda kemungkinan besar harus memilih pasangan cupang sendiri untuk dikawinkan. Sebelum membiarkan dua ikan kawin, Anda perlu menciptakan kondisi akuarium yang optimal. Plus, ikan yang Anda pilih harus siap untuk berkembang biak.

Ini berarti ikan Anda harus memiliki stamina yang cukup untuk mentolerir stres yang datang lewat proses pengenalan dan pemijahan. Pembiakan bukanlah hal yang mudah untuk ikan ini. Anda dapat mengkondisikan mereka dengan menyediakan sumber makanan berkualitas tinggi seperti makanan hidup.

Bagaimana ikan cupang kawin?

Setelah Anda memperkenalkan pejantan dan betina satu sama lain, mungkin perlu waktu bagi mereka untuk menyesuaikan diri dan saling mengenal. Sebaiknya gunakan sekat akuarium atau gunakan dua akuarium bening terpisah untuk tujuan ini. Ketika jantan memperhatikan ikan betina, warnanya akan mulai menjadi warna yang lebih dalam dan dia akan mencoba untuk mengesankan betina dengan melebarkan siripnya.

Jika betina tertarik, warnanya juga akan menjadi lebih gelap dan dia akan mengembangkan garis-garis vertikal di tubuhnya. Betina juga akan membentuk tabung putih kecil yang menonjol dari sirip perutnya, yang juga dikenal sebagai ovipositor.

Cupang jantan akan mulai membangun sarang gelembung dalam waktu 24 jam setelah perkenalan. Sarang gelembung terdiri atas banyak gelembung udara yang dibuat oleh ikan itu sendiri dan dilapisi air liur. Mereka akan membangun sarang-sarang ini di tempat-tempat berbeda di dalam akuarium, tergantung di mana pejantan menemukan kondisi yang menguntungkan.

Masukkan betina ke dalam akuarium setelah sarang siap. Betina akan memeriksa sarang gelembung, dan jika itu tidak dapat diterima olehnya dia mungkin akan menghancurkannya atau hanya berenang menjauh. Jika betina menyetujui, kedua ikan akan mulai melakukan tarian yang meliputi berenang di samping satu sama lain dan melebarkan sirip mereka. Mereka akan melanjutkan tarian sampai betina siap untuk memijah.

Langkah selanjutnya adalah ‘pelukan kawin’ yang dimulai dengan tarian kawin. Pejantan akan membalik tubuh betina dan melingkarkan dirinya di sekelilingnya. Ini akan membuahi telur. Kedua ikan mungkin tetap mengambang atau tenggelam ke dasar dan kemudian mereka akan istirahat dan mencoba lagi. Setelah beberapa kali, betina akan mulai menjatuhkan telur di setiap pelukan. Seluruh proses reproduksi ini berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam.

Lihat juga lebih detail disini : cara ternak cupang

Berapa telur yang dihasilkan ikan cupang?

Telur Ikan Cupang

Gambar telur cupang

Cupang bertelur hampir 30 hingga 40 telur selama masing-masing pemijahan. Beberapa cupang dapat bertelur hingga 500 butir sekaligus. Setelah betina selesai bertelur, pejantan melepaskan sperma ke dalam air. Ini memungkinkan telur dibuahi secara eksternal.

Peran pejantan dalam merawat telur ikan cupang dan bayi cupang

Pejantan akan mulai menangkapi telur yang telah dibuahi dan membawanya ke sarang gelembung. Sebaiknya Anda segera mengeluarkan betina pada saat ini. Pejantan kemudian menghabiskan satu atau dua hari berikutnya untuk merawat telur. Dia akan mengembalikan telur yang jatuh dari sarangnya, meniup gelembung baru atau membuat sarang baru, dan mentransfer semua telur ke sana.

Beberapa cupang jantan juga bisa memakan telur yang kurang subur. Ini penting karena telur yang tidak dibuahi dapat membusuk dan menyebabkan kerusakan pada telur lainnya. Namun bayi cupang sebenarnya bisa tumbuh sendiri tanpa bantuan ikan jantan atau betina.

Durasi proses penetasan telur ikan cupang

Bayi cupang membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk menetas. Bayi disebut sebagai burayak dan berukuran sangat kecil. Mereka mungkin jatuh dari sarang gelembung selama proses penetasan. Cupang jantan akan memunguti mereka dan menempatkan mereka kembali ke dalam sarang.

Saat bayi mulai berkembang, Anda akan dapat melihat mata mereka muncul sebagai titik-titik hitam kecil pada telur. Telur yang baru menetas masih memiliki kantong kuning telur yang megandung nutrisi sangat penting.

Bayi-bayi itu tetap berada dalam gelembung mereka selama sekitar dua hingga tiga hari dengan ekor mereka menggantung ke bawah. Mereka akan siap untuk berenang pada hari keempat. Pada titik ini, mereka sudah menyerap hampir seluruh kantong kuning telur tempat mereka berada.

Sebaiknya segera angkat cupang jantan setelah bayinya mulai berkeliaran dan berenang secara horizontal. Berikan makanan berupa daphnia atau kutu air untuk burayak cupang.

Siklus hidup burayak cupang

Burayak cupang mencapai usia dewasa setelah empat bulan menetas. Mereka membutuhkan banyak makanan untuk bisa tumbuh dengan baik. Di alam liar, tidak ada induk yang tetap merawat burayaknya. Mereka mencari makanan mereka sendiri dan bertahan hidup.

Kapan cupang bertelur lagi?

Cupang membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk siap bertelur lagi. Namun dalam beberapa kasus mereka mungkin perlu waktu lebih lama.

Apa faktor penentu banyaknya telur ikan cupang ?

Sarang gelembung cupang

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi berapa banyak telur ikan cupang yang bisa dihasilkan oleh ikan cupang. Meski kemampuan cupang betina untuk menghasilkan telur sangat penting, kemampuan pejantan untuk membuahi mereka juga sama pentingnya.

Betina perlu memiliki energi yang cukup untuk menghasilkan telur dan pejantan perlu memiliki energi yang cukup untuk membuahi dan merawatnya. Perawatan dan pengkondisian yang tepat dapat membuat mereka menghasilkan lebih banyak telur.

Faktor-faktor penentu kelangsungan hidup telur

Banyak faktor yang menentukan berapa banyak telur yang selamat untuk menjadi cupang yang sehat dan aktif. Orang tua, terutama betina, dapat memakan beberapa atau sebagian besar telur. Pejantan mungkin juga memakan sebagian atau seluruh telur sambil merawatnya. Ini berbeda dengan ketika cupang jantan memakan telur yang membusuk untuk melindungi seluruh telur.

Faktor lain yang mempengaruhi berapa banyak telur yang selamat adalah apakah jantan dapat merawatnya dengan benar atau tidak. Jika pejantan berhenti merawat telur, telur bisa jatuh dan menyebabkan sarangnya runtuh. Sangat sedikit telur yang akan bertahan hidup setelah sarang ambruk.

Jika cupang jantan tidak merawat telur dengan benar, telur cupang bisa menjadi busuk dan terserang jamur. Bahkan jika beberapa telur berhasil menetas, bayi cupang bisa terjebak dalam jamur dan kemungkinan besar akan mati.

Ada kemungkinan bahwa pejantan hanya fokus mengurusi telur dan mengabaikan sarangnya, yang mengakibatkan sarang menjadi tipis dan akhirnya larut atau rusak. Bahkan jika cupang membuat gelembung lagi di sarangnya untuk menampung telur yang jatuh, itu tidak akan cukup untuk menampung semuanya.

Anda harus berhati-hati saat memberi makan cupang jantan selama fase ini. Cara pemberian makan yang salah dapat meningkatkan nafsu makannya, memaksanya untuk memakan telur. Bahkan jika Anda tidak memberinya makan, cupang jantan mungkin akan memakan telur ketika dia mencoba untuk menyingkirkan telur yang buruk saja. Telur akan tenggelam ke dasar akuarium dan pada akhirnya akan membusuk.

Oleh karena itu, jumlah telur yang selamat dan bisa menetas menjadi burayak sangat tergantung pada bagaimana cupang jantan merawat mereka.

Fakta-fakta menarik lainnya

Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang reproduksi cupang.

Ketika cupang jantan tertarik pada cupang betina, dia akan mengembangkan siripnya dan berputar untuk menarik pasangannya.

 Pejantan membangun sarang gelembung dengan ketebalan dan ukuran yang bervariasi.

Pejantan akan membangun sarang di permukaan air.

 Jika seekor pejantan merasa lingkungannya baik, dia mungkin akan mulai membangun sarang gelembung meskipun tidak ada betina.

Betina akan terus mengeluarkan telur di masing-masing pelukan kawin sampai dia tidak bisa bertelur lagi.

 Dalam beberapa kasus, pejantan akan membawa telur yang telah dibuahi ke sarang gelembung menggunakan mulutnya.

 Sebaiknya angkat cupang betina karena dia bisa memakan telurnya sendiri.

Biasanya pejantan akan mengusir betina untuk mencegahnya memakan semua telur.

Kesimpulan

Singkatnya, cupang dapat menghasilkan telur ikan cupang  hingga 500 telur sekaligus tetapi tidak semua akan berubah menjadi burayak yang sehat. Beberapa telur tidak akan dibuahi dan beberapa mungkin dimakan oleh ikan jantan atau betina. Jadi tingkat kelangsungan hidup telur bergantung pada berbagai faktor.

Komentar