Home » Kucing Lucu » Kenapa Kucing Ada di Mana-mana? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Ada di Mana-mana? Ini Penyebabnya

Kucing adalah hewan yang sangat familiar bagi kita. Di kampung atau di jalanan, di desa atau di kota, Anda pasti akan menjumpai mereka. Anda pergi ke kota atau desa mana pun Anda pasti akan melihat hewan berkaki empat ini berjalan-jalan atau tiduran. Populasi kucing memang sangat tinggi. Penelitian memperkirakan ada sekitar 200 hingga 600 juta ekor kucing yang terbagi ke dalam puluhan ras berbeda.

Berapa jumlah kucing di dunia

Anda mungkin bertanya-tanya, kenapa sih kucing banyak sekali dan ada di mana-mana? Nah kami akan uraikan beberapa penyebabnya.

Kucing mudah kawin

Kucing mencapai kematangan seksual pada usia yang berbeda, namun kucing luar atau kucing liar lebih cepat birahi dibandingkan kucing rumahan. Kucing Siam adalah yang tercepat mencapai kematangan seksual, yaitu pada umur 4 bulan, sedangkan rata-rata ras kucing lainnya adalah umur 5-6 bulan.

Kucing betina yang birahi akan segera hamil bila ada kucing jantan dewasa di sekitarnya. Kucing yang sedang birahi akan berubah perilakunya. Karena itulah banyak pemilik kucing yang memilih mengebiri kucingnya agar mereka bisa hidup lebih baik dan tidak beranak pinak.

Kucing mudah berkembangbiak

Kucing tergolong hewan mamalia yang sangat mudah berkembangbiak. Menurut data, seekor kucing betina bisa melahirkan satu hingga enam bayi kucing per kelahiran, rata-rata adalah tiga ekor. Sedangkan dalam satu tahun rata-rata mereka bisa melahirkan 1,4 kali atau maksimal 3 kali. Angka keguguran kucing juga relatif rendah. Dengan mudahnya kucing melahirkan, populasinya tentu meroket dari tahun ke tahun.

Kucing relatif kuat terhadap penyakit

Semua makhluk hidup bisa sakit dan mati karena penyakit, tak terkecuali kucing. Penyakit-penyakit mematikan bagi kucing terkait dengan infeksi dan penyakit dalam seperti kanker dan leukimia. Tapi di luar itu kucing relatif kuat menghadapi berbagai macam penyakit. Ini berkontribusi pada panjangnya harapan hidup kucing yang berkisar dari 10 hingga 20 tahun.

Kucing adalah predator atas

Kucing tiduran di jalan raya

Di alam liar kucing besar seperti singa, harimau, dan macan adalah predator di puncak rantai makanan. Mereka tidak memiliki (atau hanya sedikit memiliki) pemangsa alami. Demikian pula dengan kucing. Meski di alam liar kucing bisa dimangsa oleh hewan yang lebih besar darinya, di pemukiman manusia kucing relatif aman dari gangguan predator apapun. Nyaris tak ada hewan buas yang akan berkonflik dengannya, kecuali anjing peliharaan/liar.

Sebaliknya, kucing sebagai predator akan memangsa hewan-hewan lain seperti tikus, burung, dan ikan. Ini membuat kucing bisa bertahan dari seleksi alam dan menjaga kelestarian jenisnya. Kucing bisa mati karena alasan lain di luar predasi hewan, seperti kecelakaan kendaraan atau pembunuhan manusia.

Kemampuan bertahan hidup kucing juga tinggi. Mereka adalah hewan yang sangat peka dan waspada serta bisa beradaptasi dengan segala situasi. Kucing memiliki lari yang cepat dan lompatan yang tinggi. Mereka adalah karnivora yang memiliki skill bertahan hidup yang mengagumkan. Kemampuan berburu kucing juga termasuk salah satu yang terbaik. Kucing memiliki insting dan kecerdasan serta mampu mempelajari sekitarnya dengan baik.

Kucing bukan hewan konsumsi

Di beberapa tempat memang ada sekelompok kecil manusia yang memakan kucing, namun perilaku itu mendapat tentangan dari seluruh belahan dunia. Mereka menganggap kucing bukanlah hewan ternak atau konsumsi seperti sapi dan kambing, karena itu tindakan memakan kucing bisa dikategorikan barbar. Jangankan memakan, menyiksa kucing saja adalah tindakan terlarang dan pelakunya bisa dijerat hukuman. Di tempat-tempat tertentu kucing bahkan dianggap sebagai hewan sakral yang dipuja dan dilindungi. Kucing menjadi simbol keberuntungan di berbagai negara.

Kucing dipelihara orang

Alasan lain adalah kucing merupakan hewan peliharaan yang disayangi jutaan orang, sebagaimana anjing. Kucing domestik sudah dijinakkan dan jauh dari perangai liar. Mereka memiliki ciri tubuh dan warna-warna yang cantik. Bentuk dan pola bulunya bervariasi, demikian pula dengan temperamen mereka yang relatif tenang. Mereka jinak, lucu, dan menggemaskan. Karena alasan itulah banyak orang yang memelihara kucing di rumah dengan penuh kasih sayang.

Kucing terkadang juga “dipekerjakan” sebagai pemburu hama seperti tikus. Karena bukan hewan buas pemakan manusia, kucing bisa hidup berdampingan dengan manusia. Mereka dijadikan teman terbaik manusia, meskipun pada kenyataannya tak sedikit pula orang yang tak suka kucing.

Karena alasan-alasan di atas kucing bisa bertahan hidup, berkembangbiak, dan jauh dari kepunahan, jadi kucing pun ada di mana-mana. Apakah Anda juga suka kucing?

Komentar