Home » Ikan Hias » Kenapa Ikan Hias di Akuarium Sering Mati? Berikut Penyebabnya

Kenapa Ikan Hias di Akuarium Sering Mati? Berikut Penyebabnya

Tidak ada hal yang lebih menyebalkan bagi pemilik ikan hias selain melihat ke akuarium dan mendapati salah satu ikan kesayangan mengambang mati di permukaan. Ini akan membuat lebih frustasi ketika selama beberapa hari berikutnya banyak ikan mulai mati satu per satu, membuat Anda bertanya-tanya apa yang membuat mereka mati dan apakah Anda telah melakukan kesalahan dalam memelihara mereka.

Ikan di Akuarium

Jika Anda kehilangan beberapa ikan dalam waktu singkat, tentu saja ini bisa menjadi suatu kebetulan. Banyak spesies ikan yang hanya hidup selama satu atau dua tahun rata-rata, yang berarti bahwa kematian menjadi tidak terhindarkan pada titik tertentu. Tetapi Anda juga perlu mengetahui alasan lain yang membuat ikan-ikan hias Anda mati di akuarium.

Mengapa ikan hias Anda sering mati?

Ada beberapa penyebab ikan mati, khususnya di akuarium yang baru disetup. Berikut adalah daftar penyebabnya yang perlu Anda ketahui.

Kualitas air yang buruk

Kualitas air memainkan peran besar dalam pemeliharaan ikan hias. Jika ini tidak diindahkan, ikan Anda dapat menjadi korbannya. Amonia dan nitrit hanyalah dua dari banyak masalah umum yang mungkin Anda temui saat memelihara ikan akuarium dan keduanya dapat membahayakan ikan Anda.

Sejumlah hal dapat menyebabkan lonjakan amonia, seperti kotoran ikan, sisa makanan yang membusuk di bagian bawah akuarium, dan ikan mati yang tidak segera dibuang. Memberi makan ikan secara berlebihan adalah kebiasaan yang wajib dihindari.

Jarang menguras air

Jika Anda tidak melakukan penggantian air akuarium secara teratur, maka kotoran ikan dan sisa makanan akan tetap berada di dalam akuarium. Filter akuarium berperan besar dalam menghilangkan sisa makanan dan kotoran, tetapi Anda masih perlu mengganti air bersih secara teratur agar kualitas tetap terjaga.

Baca Juga :   5 Alasan Ikan Mas Koki Berubah Warna Menjadi Hitam

Penggantian atau pengurasan air perlu dilakukan setidaknya sekali seminggu dan Anda harus membiasakan diri segera setelah membeli akuarium ikan Anda. Jangan tunggu sampai masalah muncul sebelum Anda mulai menguras air akuarium Anda. Untuk memeriksa kualitas air Anda, gunakan test kit secara teratur.

Stres

Ini mungkin agak mengejutkan Anda, tetapi seperti halnya manusia, ikan juga dapat menjadi stres dengan mudah dan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan mereka. Semakin besar stres yang mereka alami, semakin rentan mereka tertular penyakit dan semakin berat mereka berjuang melawan penyakit ini.

Stres dapat disebabkan oleh berbagai gangguan seperti suara keras, penggantian substrat yang tidak perlu, air yang kotor, dan pembullyan dari ikan lain. Hindari mengganggu akuarium ikan kecuali benar-benar diperlukan.

Untuk mencegah ikan saling menyerang, sebaiknya periksa apakah ikan yang Anda beli cocok dijadikan pasangan sebelum menempatkannya di dalam akuarium yang sama. Beberapa spesies ikan tidak dapat hidup dalam harmoni dan Anda mungkin melihat satu atau dua ikan mengejar yang lain di sekitar akuarium atau menggigiti sirip mereka.

Kepadatan akuarium

Ikan sering mati

Kepadatan adalah pembunuh ikan yang umum. Banyak pemilik akuarium terlalu bersemangat ketika membeli ikan dan akhirnya membeli terlalu banyak ikan untuk ukuran akuarium yang mereka miliki. Ini tidak hanya mempersempit ruang gerak ikan, tetapi juga meningkatkan kemungkinan munculnya masalah amonia. Akuarium yang sesak juga memunculkan masalah oksigen yang terbatas.

Baca Juga :   Ikan Arwana Merah, Raja Ikan Hias dari Kalimantan Barat

Aturan yang baik untuk diikuti adalah satu cm ikan per liter air. Ini membantu Anda mengetahui berapa banyak ikan yang bisa Anda miliki, dan ingatlah selalu bahwa tidak semua ikan berukuran sama. Bahkan jika Anda tidak memelihara terlalu banyak ikan di dalam akuarium, menambahkan beberapa ikan sekaligus dapat menyebabkan tingkat amonia melonjak. Perubahan yang tiba-tiba dan dramatis ini dapat membunuh ikan dengan cepat ketika mereka kehabisan air bersih untuk berenang.

Sebaiknya masukkan ikan Anda ke akuarium secara bertahap, jangan sekaligus. Pastikan untuk mengaklimatisasi ikan dengan benar. Aklimatisasi adalah upaya memperkenalkan ikan ke lingkungan yang baru agar tidak terkejut dan stres. Caranya cukup mudah. Letakkan kantong plastik berisi ikan baru ke permukaan air akuarium dan biarkan ikan terbiasa dengan suhunya. Setelah itu masukkan sedikit demi sedikit air akuarium ke dalam kantong plastik, dan setelah beberapa saat buka kantong plastik secara perlahan dan biarkan ikan berenang ke dalam akuarium.

Makan berlebihan

Anda mungkin khawatir ikan Anda akan kelaparan dan mati jika mereka tidak cukup makan, tetapi sebenarnya memberi makan ikan terlalu banyak jauh lebih berbahaya. Ikan pada dasarnya akan berusaha makan sebanyak mungkin yang Anda berikan, terkadang sampai mati. Sedangkan makanan yang tidak dimakan akan tenggelam ke dasar akuarium dan secara bertahap akan membusuk di sana, meningkatkan jumlah amonia di akuarium.

Aturlah pemberian makan ikan dengan baik. Takar pakan sebaik mungkin, jangan berlebihan. Segera angkat sisa makanan yang tidak dihabiskan dalam waktu lima menit. Dengan rajin memberi makan ikan, Anda akan tahu sendiri seberapa banyak pakan yang dibutuhkan ikan Anda.

Filtrasi kimia tidak mumpuni

Ingatlah untuk menggunakan deklorinator atau anti klorin dan zat-zat anti stres lainnya (seperti garam ikan) saat melakukan pergantian air untuk memastikan air tersebut aman untuk ikan. Menambahkan air langsung dari keran tanpa mengolahnya terlebih dahulu bisa membunuh ikan. Endapkan air keran selama 1-2 hari sebelum memasukkannya ke dalam akuarium.

Baca Juga :   Apa Ikan Cupang Bisa Besar? Inilah Tahap Perkembangan Ikan Cupang

Kurangnya kehangatan

Jika Anda memelihara ikan tropis, Anda harus menjaga suhu tertentu untuk memastikan mereka tidak terlalu kedinginan. Pemanas akuarium (heater) adalah alat yang sempurna karena mampu mengatur suhu yang ideal untuk akuarium. Jangan lupa pasang thermometer akuarium untuk memantau suhu.

Air yang terkontaminasi

Air dapat terkontaminasi dengan cukup mudah, dan sedikit saja bahan asing dapat menyebabkan masalah bagi penghuni akuarium. Air bisa terkontaminasi ketika melakukan pergantian air. Sebaiknya gunakan ember yang sama untuk menguras air. Jangan sekali-kali mencuci ember ini menggunakan produk pembersih seperti deterjen karena ini dapat mencemari air. Air juga dapat terkontaminasi jika Anda menambahkan air langsung dari keran tanpa menggunakan deklorinator untuk menghilangkan klorin dan racun lainnya.

Penyakit

Ketika suatu penyakit mulai merebak di akuarium, mungkin sulit untuk mengendalikannya, dan sebelum Anda menyadarinya, Anda akan kehilangan beberapa ikan Anda dalam waktu beberapa hari dan dalam kasus yang sangat parah, hanya dalam beberapa jam.

Untungnya hampir semua penyakit ikan, baik yang disebabkan parasit atau bakteri, dapat disembuhkan dengan perawatan dan obat-obatan. Pastikan bahwa Anda tidak overdosis dalam memberikan obat karena hal ini juga dapat menyebabkan bahaya.

Mencegah penyakit dengan treatment rutin adalah yang paling baik. Dalam artikel lain kami akan membahas beberapa penyakit yang umum menyerang ikan hias. Baca terus ulasan kami ya!

error: