Home » Semua Hewan » Insekta » Kecoa: Fakta-fakta, Daur Hidup, serta Cara Membasminya

Kecoa: Fakta-fakta, Daur Hidup, serta Cara Membasminya

Kecoa merupakan salah satu jenis serangga yang kerap kali mengganggu kenyamanan. Pasalnya, hewan ini biasa hidup di tempat-tempat kotor sehingga dapat membawa berbagai macam bakteri yang hinggap pada tubuhnya. Hal ini tentu dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada manusia. Biasanya kecoa akan lebih aktif pada malam hari dengan bersembunyi di sudut-sudut yang gelap, lembap, dan hangat, serta terdapat sumber makanan. Maka tak jarang jika mereka akan muncul dari kolong tempat tidur, lemari, atau sudut gelap lainnya.

Serangga ini umumnya memiliki panjang sekitar 3-5 cm dengan warna coklat tebal. Meskipun berukuran tidak terlalu besar, namun kecoa merupakan serangga yang dianggap menjijikkan dengan kebiasaannya hidup pada tempat yang kotor. Bahkan, setiap kali ada kecoa masuk, maka akan tercium bau prengus. Hal ini disebabkan habitatnya yang kotor tadi.

Fakta Mengenai Kecoa

Dianggap sebagai hewan yang menakutkan dan menjijikkan, sehingga tak banyak orang yang ingin tau mengenai serangga yang satu ini. Ternyata kecoa memiliki beberapa fakta yang mengejutkan untuk diketahui. Berikut adalah penjelasannya:

  • Kecoa Dapat Terbang

Kecoa merupakan serangga yang memiliki sayap yang berfungsi untuk membantunya terbang. Umumnya, sayap tersebut digunakan ketika kecoa berada dalam situasi mendesak seperti untuk menyelamatkan diri dari serangan predator atau situasi berbahaya lainnya. Selain itu, jika suhu udara panas, kecoa juga akan terbang untuk mendinginkan suhu tubuhnya.

  • Mampu Bertahan Hidup Tanpa Kepala

Kecoa bernapas menggunakan ventilator yang terdapat dalam tubuhnya, sehingga mampu bertahan hidup tanpa kepala sekali pun. Kepala pada kecoa bukanlah organ vital sehingga kecoa mampu bertahan hidup selama 7 hari tanpanya. Kecoa akhirnya mati dikarenakan tidak adanya asupan makanan yang masuk dalam tubuhnya.

  • Mati dengan Cara Telentang

Koordinasi otot dalam tubuh kecoa tidak akan berfungsi sehingga kecoa akan mati dalam posisi telentang.

  • Kecoa Sebagai Perantara Peyakit

Kecoa menyimpan cacing yang merugikan di dalam tubuhnya seperti salmonella, streptococcus, dan jenis bakteri patogen lain. Cacing-cacing tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, tipes, kolera, hepatitis A, dan disentri. Hal itu disebabkan karena kecoa tinggal pada lingkungan yang kaya akan bakteri dan virus sebelum hinggap pada perabot rumah tangga maupun makanan untuk menularkan penyakit tersebut. Selain itu, kecoa juga merupakan inang beberapa parasit lain yang dapat menimbulkan rasa gatal pada kulit.

  • Salah Satu Penyebab Global Warming

Rata-rata kecoa mampu buang angin setiap 15 menit. Gas yang dikeluarkan oleh kecoa berupa gas metana, bahkan ketika mati pun, mereka akan terus mengeluarkan gas selama 18 jam. Bisa dibayangkan dengan banyaknya jumlah kecoa di dunia yang menghasilkan gas metana yang dapat merusak lapisan ozon pada bumi. Hal ini tentunya menjadi penyebab pencemaran udara.

  • Tahan Terhadap Radiasi

Kecoa mampu bertahan hidup meskipun terkena radiasi. Konon, saat terjadi pengeboman nuklir di Jepang, kecoa tetap dapat hidup. Hal ini dikarenakan kemampuan kecoa bertahan hidup 10 kali lebih besar dibandingkan dengan manusia.

  • Dapat Menyebabkan Asma

Kecoa mampu memproduksi serbuk halus yang akan masuk ke dalam saluran pernafasan. Serbuk-serbuk tersebut tentunya dapat menyebabkan sesak nafas hingga asma akut.

Daur Hidup Kecoa

Telur

Kecoa memiliki siklus hidup yang tidak sempurna, hal ini karena serangga ini hanya melalui tiga fase saja. Fase telur merupakan fase pertama hidupnya. Bentuk telurnya menyerupai kapsul berukuran kecil dengan warna coklat pekat. Biasanya kecoa akan mengeluarkan telur di daerah yang lembap seperti tempat sampah atau sudut lainnya yang lebih aman. Berbeda dengan kupu-kupu yang jauh dari kesan jorok. Telur tersebut mengandung cairan yang merekat pada tempat yang dihinggapi sehingga cangkangnya lebih keras dan tidak mudah pecah.

Nimfa

Setelah telur-telur kecoa menetas, maka fase selanjutnya adalah nimfa atau bayi kecoa. Nimfa ini berukuran sangat kecil dan berwarna putih yang menyerupai kutu beras. Pada fase ini, bayi kecoa belum memiliki sayap dan masih sangat rentan. Selain itu, mereka juga mengalami pergantian kulit yang kemudian akan berubah warna sebelum menjadi kecoa dewasa. Meskipun masih rentan, namun nimfa tersebut sudah mampu mencari makanan sendiri di sekitar tempat mereka dibesarkan.

Kecoa Dewasa

Setelah memalui fase telur dan nimfa, kecoa kemudian tumbuh menjadi seekor kecoa dewasa yang telah memiliki sayap. Pada fase ini pula, kecoa sudah mulai bisa terbang dan bereproduksi baik jantan maupun betina serta sudah mandiri untuk bisa mencari makanan dan bertahan hidup dari serangan predator.

Cara Membasmi Kecoa

Dikarenakan kecoa merupakan hewan yang menjijikkan serta sebagai sumber penyakit, untuk itu ada baiknya mencegah kehadiran serangga ini muncul di rumah kita. Namun, perlu diingat jika kita membunuh kecoa dengan cara menginjak atau memukul hingga isi perutnya keluar, justru malah semakin berbahaya bagi kesehatan. Karena cacing-cacing yang terdapat pada tubuhnya akan keluar dan menjangkiti kita dengan cara masuk ke dalam pori-pori kulit. Lantas, bagaimana cara membasmi kecoa dengan benar? Berikut ini bahan-bahan alami yang dapat anda gunakan untuk membasmi kecoa.

  • Air Panas

Cara ini mungkin terlihat agak kejam, akan tetapi sangat ampuh dan efektif membunuh kecoa. Terutama kecoa-kecoa yang sedang berkumpul pada satu titik. Air panas dapat membunuh kecoa seketika sehingga tidak akan sempat kabur kemana-mana lagi.

  • Bawang Putih

Ternyata bawang putih dapat dimanfaatkan untuk membasmi kecoa, lho! Potong bawang putih menjadi bagian kecil-kecil kemudian letakkan pada daerah yang terdapat banyak kecoa. Kecoa tidak menyukai aroma yang dihasilkan dari bawang tersebut serta kandungan anti bakterinya mampu mengusir komplotan kecoa.

  • Mentimun

Kecoa juga tidak menyukai mentimun, untuk itu letakkan lah potongan mentimun di dekat makanan atau area yang sering dilalui kecoa agar mereka tidak hinggap.

  • Air Deterjen

Deterjen mengandung panas yang dapat membuat kecoa mati, caranya campur bubuk deterjen dengan beberapa liter air kemudian siramkan pada area di mana kecoa berada.

  • Obat Pembasmi Serangga

Cara terakhir adalah menggunakan obat pembasmi serangga, baik yang semprot maipun cair. Usahakan untuk menggunakan obat yang ramah lingkungan agar kandungan kimianya tidak menyebar pada makanan maupun orang yang berada di dalam rumah.

Komentar