Home » Reptil » 4 Spesies Ular Mamba Afrika yang Mematikan

4 Spesies Ular Mamba Afrika yang Mematikan

Mamba adalah jenis ular yang sangat berbisa dan bergerak cepat yang termasuk dalam famili Elapidae dan genus Dendroaspis dan merupakan hewan endemik Afrika. Mamba dikenal karena reputasinya yang ganas dan bisa mematikan serta ditakuti di seluruh wilayah Afrika sub-Sahara. Saat ini terdapat empat spesies mamba yang masih ada di dunia, tiga di antaranya pada dasarnya arboreal dan berwarna hijau. Hanya mamba hitam yang terutama bersifat terestrial dan berwarna abu-abu hingga coklat tua.

Berikut empat spesies ular mamba yang tersisa di dunia

Mamba Hijau Barat

Mamba hijau barat

Mamba hijau barat atau mamba hijau Hallowell (Dendroaspis viridis) adalah spesies mamba yang sangat berbisa yang ditemukan di semak-semak, hutan, dan hutan hujan tropis pesisir di Afrika barat. Ular ini adalah spesies yang sangat arboreal yang dapat dengan cepat berpindah di antara pohon untuk mengejar mangsa.

Ular ini panjang dan bertubuh ramping dan mencapai panjang antara 1,4 sampai 2,1 meter. Neurotoksin, kardiotoksin, dan fasciculin yang terdapat dalam racun mamba hijau barat dapat membunuh manusia dewasa dengan satu gigitan jika korban tidak diobati. Beberapa orang mengklaim bahwa ular ini memiliki sifat gugup dan agresif yang menyebabkan ular menggigit cepat saat terancam.

Mamba hitam

Mamba hitam

Mamba hitam (Dendroaspis polylepis) adalah spesies mamba yang ditemukan di sub-Sahara Afrika. Meski dinamai mamba hitam, spesies ini memiliki warna yang bervariasi dari abu-abu hingga coklat tua. Mamba hitam adalah ular berbisa terpanjang di Afrika, dan individu dewasa mencapai panjang lebih dari 2 meter.

Mamba hitam, tidak seperti spesies mamba lainnya, umumnya tidak bersifat arboreal tetapi hidup di darat dalam berbagai medan. Ular ini memangsa mamalia kecil seperti bushbaby (galago) dan hyrax dan juga burung. Ular ini ahli menyergap dan predator pengejar.

Mamba hitam juga dianggap sebagai yang tercepat dari semua ular dan dapat bergerak dengan kecepatan 11 km per jam dalam jarak pendek. Mulut hitam bertinta ular ini memberinya nama mamba hitam dan memiliki reputasi yang sangat agresif. Bisa ular yang sangat beracun ini dapat membunuh manusia dewasa dengan mudah.

Namun karena jangkauan mamba hitam terbatas tumpang tindih dengan pemukiman manusia, laporan gigitan ular ini pada manusia jarang terjadi. Meski demikian, mamba hitam tetap dianggap sebagai ular paling ditakuti di benua itu dan penduduk setempat menyebut gigitannya sebagai “ciuman kematian.”

Mamba Jameson

Mamba Jameson

Mamba Jameson (Dendroaspis jamesoni) adalah ular yang sangat arboreal, cepat, dan sangat berbisa yang endemik di Afrika. Ular ini muncul terutama di Afrika Tengah dan Barat dan beberapa bagian Afrika Timur. Ular ini ditemukan di berbagai habitat dalam jangkauannya yang meliputi hutan hujan, sabana, hutan, dan juga daerah gundul hingga ketinggian 2.200 meter.

Mamba Jameson memiliki panjang rata-rata 1,5 hingga 2,2 meter, memiliki permukaan punggung berwarna hijau kusam dan permukaan perut berwarna krem ​​atau kekuningan. Ular ini memiliki kepala yang sempit dan memanjang dengan mata kecil. Burung merupakan bagian utama dari makanan mereka. Racun ular ini adalah campuran kuat dari neurotoksin, kardiotoksin, hemotoksin, dan miotoksin. Gigitan yang tidak diobati dapat memicu kematian pada korban manusia dalam waktu 30 hingga 120 menit.

Mamba hijau timur

Mamba hijau timur

Mamba hijau timur atau mamba biasa atau mamba bermulut putih (Dendroaspis angusticeps) adalah ular mamba besar yang sangat berbisa, tinggal di pohon, yang hidup di wilayah pesisir selatan Afrika Timur. Betina dewasa lebih panjang dari jantan dan memiliki panjang rata-rata 2 meter. Ular ini memangsa kelelawar, burung, hewan pengerat, dan telur.

Tidak seperti spesies mamba lainnya, mamba hijau timur bersifat pemalu dan sukar dipahami. Warna hijau ular ini dengan mudah menyamarkannya di antara pepohonan. Bisa ular mamba hijau timur adalah racun saraf kuat yang memengaruhi saraf, otot, dan jantung, dan memicu kematian cepat karena kelumpuhan pernapasan. Gigitan ular pada manusia dewasa dapat membunuh dalam waktu 30 menit dan memiliki angka kematian yang tinggi.

Tags:

Komentar