Home » Semua Hewan » Insekta » Mengenal Lebih Dalam, Jenis-jenis Lebah Penghasil Madu

Mengenal Lebih Dalam, Jenis-jenis Lebah Penghasil Madu

Lebah merupakan serangga yang dapat menghasilkan madu. Tidak hanya madu, lebah juga dapat menghasilkan polen (serbuk sari), lilin lebah, propolis, royal jelly, hingga racun lebah. Dalam klasifikasinya, lebah termasuk dalam ordo Hymnoptera yang memiliki arti “sayap bening”, Dalam ordo ini pula terdapat lebih dari 100.000 spesies serangga termasuk di dalamnya lebah, tawon, semut, dan juga rayap. Sejak zaman dahulu, manusia telah mengenal jenis lebah madu melalui beberapa ajaran dalam kitab berbagai agama, salah satunya Islam. Dalam Islam, lebah madu mendapatkan keistimewaan sebagai salah satu hewan yang disebutkan di dalam Al Qur’an.

jenis lebah madu

Jenis-jenis Lebah Madu

Ada tujuh jenis lebah madu yang telah diketahui, antara lain: Apis dorsata, Apis Mallifera, Apis Laboriosa, Apis Andreniforms, Apis Florea, Apis Cerana dan Apis Koschevnikovi. Kemudian beberapa waktu kemudian kembali ditemukan dua spesies baru yang berasal dari Kalimantan yaitu Apis Nuluensis, dan Sulawesi yaitu Apis Nigrocincta. Sehingga, jumlah dari jenis lebah madu saat ini yang dilaporan ada sembilan jenis. Dari kesembilan jenis tersebut, lima diantaranya merupakan lebah madu asli Indonesia, lho! Apa saja jenis-jenisnya, mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Apis Dorsata (Lebah Raksasa atau Lebah Hutan)

Lebah madu ini merupakan jenis yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan jenis lebah madu lainnya. Habitatnya sendiri adalah di hutan dengan membuat sarang sisiran yang bergantung di atas dahan atau ranting pohon, langit-langit tebuka, maupun tebing jurang bebatuan. Hingga saat ini, para ilmuwan belum mampu membudidayakan lebah madu jenis ini dalam bentuk yang tertutup. Di Indonesia, lebah ini banyak ditemukan di pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara. Sedangkan di pulau Jawa, lebah ini sudah jarang ditemukan.

Karakteristik dari lebah madu jenis ini adalah bentuknya yang setengah lingkaran yang berukuran besar berwarna hitam kecokelatan. Jenis ini berbeda dari lebah madu lainnya karena ukurannya yang besar dan liar. Bahkan, beberapa orang juga menyebut lebah ini sebagai lebah raksasa karena ukurannya yang 2x lipat dari ukuran lebah madu biasa yang diternakkan.

Selain itu, lebah madu hutan ini biasanya membangun sarangnya pada pohon dengan ketinggian 20-30 meter di atas permukaan tanah. Ukuran sarangnya pun sangat besar, apabila didikati maka ukuran dari sarang lebah ini mencapai 0,5 – 2 meter dengan panjang 0,5 – 1 meter. Akan tetapi, terkadang mereka juga membangun sarang pada pohon yang memiliki ketinggian lebih rendah bahkan sampai menyentuh tanah tetapi letaknya agak tersembunyi di antara semak-semak.

Apis Mallifera

Apis Mallifera

Jenis lebah yang satu ini merupakan lebah madu yang paling produktif dalam menghasilkan madu. Apabila anda bertanya pada penjual madu, jenis lebah apakah yang menghasilkan madu yang akan anda beli tersebut, maka hampir semua pasti menjawab berasal dari spesies Apis Mallifera ini. Selain dapat menghasilkan madu yang jumlahnya melimpah, lebah madu jenis ini relatif sangat mudah untuk dibudidayakan karena sifatnya yang jinak dan tidak mudah menyerang.

Lebah ini sangat mudah anda temukan di Jawa Tengah, tepatnya di Pati, Jepara, Boyolali, Semarang, beberapa di daerah Jawa Timur seperti Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Banyuwangi, Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Wamena di Papua. Dalam satu koloninya mampu menghasilkan madu hingga 60kg dengan pakan dan manajemen yang terkontrol dengan baik.

Ciri dari lebah madu Apis Mallifera ini antara lain memiliki tiga pasang abdomen yang berwarna kuning, panjang sayap 0,8 – 0,95 cm, panjang bela 0,55 – 0,70 cm dan abdomen yang ke enam tanpa tomentum. Sifatnya yang tenang sehingga mudah untuk dibudidayakan, rajin membersihkan saranngnya, serta tahan terhadap berbagai penyakit dan bakteri

Apis Andreniforms

Jika tadi kita telah membahas jenis lebah terbesar, kali ini kita akan membahas mengenai lebah madu yang berukuran paling kecil. Lebah madu jenis Apis Andreniforms ini merupakan jenis yang pada awalnya dianggap sama dengan jenis Apis Florea. Akan tetapi secara reproduksi terpisah. Jenis ini merupakan lebah madu yang berukuran tubuh paling kecil dibandingkan dengan  lebah madu lain. Biasanya, mereka hidup pada ketinggian 5 meter di atas permukaan tanah. Mereka akan membangun sarang di atas pohon maupun di semak-semak. Jenis lebah ini tidak dapat dibudiayakan karena produktifitasnya yang rendah serta madunyanya dinilah kurang ekonomis.

Apis Florea

Apis Florea

Sama seperti Apis Andreniforms, lebah Apis Florea juga merupakan jenis lebah yang berukuran kecil. Habitat asli dari jenis lebah ini merupakan daerah yang payau dan membuat sarang yang berukuran sekitar 10 cm atau sebesar kepalan tangan. Sehingga produksi madu lebah ini tergolong sangat sedikit. Ukuran tubuh dari jenis Apis Florea ini mempunyai panjang 0,9 cm dengan panjang sayap 8 mm dan berwarna hitam. Lebah ini kurang cocok untuk dibudidayakan karena produksi lilinnya lebih banyak dibandingkan dengan produksi madunya.

Apis Cerana

Apis Cerana

Lebah jenis ini merupakan salah satu jenis lebah  yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Biasanya lebah ini banyak dikembangbiakkan di Jawa dan juga Bali. Ukuran tubuhnya kecil serta suka membuat sarang di lubang-lubang pohon. Koloninya pun relatif berjumlah sedikit karena ukurannya yang kecil, serta produksi madunya pun tidak banyak. Kekurangan dari lebah ini adalah mudah kabur apabila kekurangan makanan. Peternah madu di Indonesia telah mencoba mengembangbiakkan lebah ini, akan tetapi hasilnya tetap minim sehingga harga jualnya menjadi tidak ekonomis. Akan tetapi, meskipun kurang ekonomis tetapi lebah ini tahan terhadap penyakit.

Apis Koschevnikovi

Apis Koschevnikovi

Lebah madu ini dikenal juga dengan nama lebah merah Sabah. Hal ini karena metasoma dan kakinya yang berwarna kemerahan. Lebah ini biasanya banyak ditemukan di Malaysia, Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Sayangnya, keberadaan lebah ini di bulau jawa sudah mulai langka. Warnanya dapat berubah seiring dengan daerah persebarannya dengan ukuran tubuh lebah pekerja sekitar 7,5 – 9 m.

Apis Nuluensis

lebah madu ini merupakan lebah yang berhabitat di dataran tinggi di pulau Kalimantan. Ukurannya sama seperti jenis Apis Cerana yaitu berukuran kecil. Di Indoensia, keberadaannya masih diperdebatkan karena terdapat di pulau Kalimantan, tetapi juga di Serawak.

 

Komentar