Home » Semua Hewan » Insekta » 9 Jenis Kupu-kupu Terlangka yang Jumlahnya Tinggal Ratusan Ekor

9 Jenis Kupu-kupu Terlangka yang Jumlahnya Tinggal Ratusan Ekor

Kupu-kupu adalah salah satu hewan paling cantik di dunia dan sangat disukai oleh hampir semua orang. Sayangnya, sejumlah spesies kupu-kupu terancam punah karena habitat alami mereka dihancurkan oleh aktivitas manusia. Semua kupu-kupu dalam daftar ini langka karena mereka hanya hidup di satu area tertentu dalam jumlah yang sangat mengkhawatirkan.

Kupu-kupu paling langka

Daerah asal kupu-kupu ini telah menjadi lebih urban selama bertahun-tahun atau dipengaruhi oleh bencana alam, seperti kebakaran hutan dan angin topan, yang telah berdampak negatif terhadap populasi kupu-kupu yang sudah langka ini. Karena kelangkaan dan statusnya sebagai spesies yang terancam punah, semua kupu-kupu dalam daftar ini masuk dalam Daftar Merah The Xerces Society untuk kupu-kupu dan ngengat dan/atau IUCN Red List (Daftar Merah IUCN).

Berikut adalah sembilan jenis kupu-kupu paling langka di dunia.

9. Macedonian Grayling (Pseudochazara cingovskii)

Kupu-kupu Macedonian Grayling

Macedonian Grayling terdaftar sebagai spesies yang terancam punah dalam Daftar Merah IUCN, dengan populasi mereka saat ini tidak stabil dan menurun. Kupu-kupu Eropa yang langka ini hanya ditemukan di desa Pletvar di Makedonia dan diperkirakan saat ini hanya ada sekitar 3.000 ekor Macedonian Grayling dewasa.

Habitat Macedonian Grayling di Pletvar menjadi rentan karena aktivitas penggalian di daerah tersebut. Terlebih, lima dari tujuh pusat populasi Macedonian Grayling berada dekat dengan tambang marmer aktif. Ketika Macedonian Grayling pertama kali dimasukkan ke Daftar Merah IUCN, mereka disebut sebagai kupu-kupu yang paling terancam di Eropa. Penelitian selanjutnya telah menemukan beberapa koloni lagi di Plevtar, tetapi angka Grayling Makedonia masih rendah.

8. Sinai Baton Blue (Pseudophilotes sinaicus)

Kupu-kupu Sinai Baton Blue

Sinai Baton Blue bukan hanya salah satu kupu-kupu paling langka di dunia, tetapi juga diyakini sebagai kupu-kupu terkecil di dunia. Sinai Baton Blue adalah satwa asli dari satu daerah di Semenanjung Sinai di Mesir yang disebut Saint Katherine Protectorate. Diperkirakan hanya ada sekitar 2.300 ekor kupu-kupu Sinai Baton Blue yang tinggal di daerah berukuran 7 kilometer persegi itu.

Populasi Sinai Baton Blue dipengaruhi oleh penyebaran Sinai Thyme, yang hanya tumbuh di petak-petak kecil di pegunungan Saint Katherine Protectorate. Sinai Baton Blue pertama kali dideskripsikan secara resmi pada tahun 1975 dan baru benar-benar diamati pada tahun 2001. Upaya konservasi telah dilakukan sejak saat itu untuk memastikan kupu-kupu ini selamat dari kepunahan.

7. Leona’s Little Blue (Philotiella Leona)

Kupu-kupu Leonas Little Blue

Kupu-kupu Leona’s Little Blue pertama kali ditemukan pada 1995 oleh Leona dan Harold Rice di Klamath County, Oregon, Amerika Serikat. Spesies ini hanya memiliki populasi tunggal di daerah Gurun Antelope yang hanya berukuran 15,5 km persegi. Perkiraan jumlah Leona’s Little Blue saat ini dalam satu koloni ini berkisar antara 1.000-2.000 ekor.

Leona’s Little Blue bergantung pada tanaman spurry buckwheat yang telah terancam di habitat kupu-kupu ini karena aktivitas pengelolaan kayu, perambahan pinus lodgepole, kebakaran, dan tanaman invasif. Xerxes Society for Invertebrate Conservation menganggap Leona’s Little Blue sebagai spesies yang terancam punah dan mereka telah mengajukan petisi kepada Fish and Wildlife Service AS untuk mendaftarkan kupu-kupu ini di bawah Endangered Species Act.

6. Schaus Swallowtail (Papilio aristodemus)

Kupu-kupu Schaus Swallowtail

Schaus Swallowtail dulunya dianggap sebagai kupu-kupu paling langka di Florida dengan jumlah yang hanya tinggal beberapa ratus ekor saja. Namun, melalui upaya konservasi selama beberapa dekade, populasi liar kupu-kupu Schaus Swallowtail telah pulih dan perkiraan populasinya saat ini berkisar antara 800 sampai 1.200 ekor.

Schaus Swallowtail pertama kali terdaftar sebagai spesies yang terancam pada tahun 1976 dan direklasifikasi sebagai terancam punah setelah mengalami penurunan populasi yang parah pada tahun 1984. Pada tahun 2014, para ilmuwan Universitas Florida memulai program penangkaran dengan tujuan membantu meningkatkan populasi liar Schaus Swallowtails.

Para ilmuwan melepaskan 50 ekor kupu-kupu dewasa dan 200 ulat kembali ke alam liar dan baru-baru ini dilaporkan bahwa upaya mereka telah membantu menstabilkan jumlah Schaus Swallowtails di Florida Keys.

5. Saint Francis Satyr (Neonympha mitchellii francisci)

Kupu-kupu Saint Francis Satyr

Saint Francis Satyr memiliki ukuran populasi yang sangat kecil dan hanya dapat ditemukan di Fort Bragg di North Carolina, Amerika Serikat. Perkiraan populasi kupu-kupu Saint Francis Satyr berkisar 500 ekor hingga antara 700 sampai 1.400 ekor. Seperti kebanyakan kupu-kupu pada daftar ini, Saint Francis Satyr dianggap sebagai spesies yang terancam punah yang habitatnya terancam.

Saint Francis Satyr adalah kupu-kupu yang cukup baru ditemukan dan baru pertama kali diamati pada tahun 1983. Kelompok asli Saint Francis Satyr lenyap dan ahli biologi tidak melihat lagi mereka sampai pertengahan 1990-an ketika mereka diberikan akses ke wilayah Fort Bragg.

4. Lange’s Metalmark (Apodemia mormo langei)

Kupu-kupu Langes Metalmark

Lange’s Metalmark sangat langka karena saat ini hanya ditemukan di satu habitat, Antioch Sand Dunes di California, Amerika Serikat. Kupu-kupu Lange’s Metalmark pertama kali ditemukan pada tahun 1933 dan dinamai oleh Dr. John A. Comstock dari Museum of Natural History Los Angeles County sesuai nama Henry Lange dari University of California di Davis. Kupu-kupu ini sangat langka sehingga hanya ditemukan di Bukit Pasir Antiokhia dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia.

Lange’s Metalmark menjadi spesies federal terancam punah resmi pada tahun 1976 dan beberapa upaya telah dilakukan untuk menstabilkan populasi mereka. Salah satu alasan utama kelangkaan Lange’s Metalmark adalah karena kupu-kupu ini hanya akan bertelur pada satu jenis buckwheat tertentu, subspesies yang disebut naked buckwheat.

3. Palos Verdes Blue (Glaucopsyche lygdamus palosverdesensis)

Kupu-kupu Palos Verdes Blue

Seperti banyak kupu-kupu langka lainnya dalam daftar ini, Palos Verdes Blue dianggap punah selama beberapa dekade. Para ilmuwan berpikir bahwa kupu-kupu ini benar-benar menghilang setelah habitatnya yang terakhir diketahui, sebuah area taman di Rancho Palos Verdes, dibuldoser pada tahun 1983. Namun untungnya Palos Verdes Blue ditemukan kembali pada tahun 1994 ketika sebuah koloni kecil beranggotakan sekitar 60 ekor kupu-kupu terlihat di properti Defense Fuel Supply Point di San Pedro.

Sejak itu, para pelestari lingkungan telah memulai program untuk memastikan Palos Verdes Blue tidak hilang lagi. Pada tahun 2009, setelah bertahun-tahun memelihara kupu-kupu Palos Verdes Blue di penangkaran, ratusan ekor dilepaskan kembali ke alam liar dan pada saat itu mendongkrak jumlah spesies ini hingga lebih dari 4.500 ekor.

Sayangnya, populasi yang tinggi ini berumur pendek karena kekeringan berkelanjutan di California berdampak negatif terhadap Palos Verdes Blue. Dipercayai bahwa hanya sekitar 200 Palos Verdes Blue yang tersisa di alam liar, tetapi ada sekitar 1.450 pupa yang saat ini dibesarkan di penngkaran sebagai cadangan.

2. Island Marble (Euchloe ausonides insulana)

Kupu-kupu Island Marble

Island Marble adalah kupu-kupu langka yang tidak pernah terlihat selama lebih dari seratus tahun dan dinyatakan punah. Sebelum ditemukan kembali pada tahun 1998 di Pulau San Juan, di lepas pantai negara bagian Washington, Island Marble terakhir kali terlihat di Kepulauan Teluk Kanada pada tahun 1908. Ahli zoologi John Fleckenstein dari Washington Department of Natural Resources mengumpulkan spesimen pertama Island Marble yang diidentifikasi ulang.

Saat ini, Fish and Wildlife Service AS sedang mencoba mendorong kupu-kupu Island Marble agar didaftarkan sebagai spesies yang terancam punah. Meskipun para ilmuwan telah bekerja keras untuk membantu populasi Island Marble bertambah, jumlahnya justru terus menurun. Pada awal 2018, dilaporkan bahwa para ilmuwan hanya menghitung kurang dari 200 ekor Island Marble di San Juan National Historic Park.

1. Miami Blue (Cyclargus thomasi bethunebakeri)

Kupu-kupu Miami Blue

Di masa lalu, kupu-kupu Miami Blue cukup banyak dan biasa ditemukan di sepanjang daratan pesisir Florida. Saat ini, angka Miami Blue telah berkurang secara signifikan dan diperkirakan hanya ada kurang dari 100 ekor. Habitat Miami Blue juga menyusut menjadi hanya di Florida Keys dan dengan jumlah serendah itu mereka menjadi kupu-kupu paling langka di dunia.

Miami Blue telah menurun sangat parah karena banyak ancaman terhadap habitat aslinya. Populasi kupu-kupu ini pertama kali mendapat pukulan telak pada 1980-an ketika dimulainya pembangunan pesisir Florida. Kemudian pada tahun 1992, Miami Blue hampir musnah sepenuhnya akibat Badai Andrew. Sampai tahun 1999, tidak ada yang pernah melihat tanda-tanda Miami Blue dan mereka diyakini sudah punah.

Upaya penyelamatan spesies ini terus dilakukan dari tahun ke tahun. Koloni-koloni baru terus diciptakan. Sampai saat ini, Miami Blue masih menyandang status sebagai hewan terancam punah dari Negara Bagian Florida dan pemerintah Federal.

Komentar