Home » Mamalia » Jenis-jenis Singa yang Masih Hidup di Dunia dan Gambarnya

Jenis-jenis Singa yang Masih Hidup di Dunia dan Gambarnya

Singa berada di tempat atas dalam rantai makanan. Ukuran, kekuatan, dan suaranya yang mengesankan menjadikannya lawan yang sulit untuk diatasi dalam ekosistem. Namun demikian, masih ada beberapa jenis singa yang berada dalam bahaya kepunahan dan/atau yang telah punah seluruhnya.

Jenis-jenis singa

Jenis Singa

Saat ini, ada satu jenis singa (Panthera leo) yang masih hidup, yang menjadi asal dari 7 subspesies singa. Beberapa spesies singa sudah punah ribuan tahun yang lalu, sementara yang lain telah menghilang sebagai akibat ulah manusia. Selain itu, penting untuk diketahui bahwa semua spesies singa yang masih hidup sebenarnya berada dalam bahaya kepunahan.

Apakah Anda ingin tahu jenis-jenis singa yang masih bertahan di alam liar? Jika demikian, maka berikut kami sajikan uraian lengkapnya untuk Anda.

1. Singa Katanga

Singa Katanga

Di antara berbagai jenis singa dan karakteristiknya, kita memiliki singa Kantaga, yang juga disebut sebagai Southwest (Panthera leo bleyenberghi). Subspesies singa besar ini mampu mencapai berat hingga 280 kilogram. Soal penampilannya, singa Kantaga menonjol karena karakteristik surai berwarna pasir dan tebalnya yang mengesankan. Bagian terluar surai ini dapat muncul dalam kombinasi warna kopi cokelat muda.

2. Singa Kongo

Singa Kongo

Singa Kongo (Panthera leo azandica), juga dikenal sebagai singa Afrika tengah, adalah subspesies singa yang tersebar di sepanjang dataran benua Afrika, terutama di Uganda dan Republik Kongo.

Singa Kongo dicirikan oleh panjangnya yang berkisar antara 2,5 meter sampai atau 2,8 meter. Selain itu, subspesies singa ini dapat memiliki berat antara 150 dan 190 kg. Singa jantan dikenali oleh surai khasnya yang gelap, kurang lebat dibanding varietas singa lainnya. Warna bulunya bisa berkisar antara warna pasir dan cokelat tua.

3. Singa Transvaal

Singa Transvaal

Panthera leo krugeri, lebih sering disebut sebagai singa Transvaal, berasal dari Afrika Selatan. Singa Afrika ini adalah varietas dari bagian selatan Afrika dan dianggap sebagai saudara singa Katanga. Spesies singa Transvaal jantan dapat mencapai 2,5 meter panjangnya.

Meskipun mereka memiliki warna pasir yang khas di bulunya, ada pula singa putih langka dari varietas ini. Singa putih adalah mutasi krugeri, dan bulu putih muncul sebagai akibat gen resesif. Meskipun kecantikan mereka terlihat, singa putih sangat rentan di alam liar, terutama karena warnanya yang terang sulit untuk disamarkan di sabana.

4. Singa Barbary

Singa Barbary

Singa Barbary (Panthera leo leo) adalah subspesies yang punah sekitar tahun 1942. Namun, ada beberapa spesimen yang dapat ditemukan di kebun binatang, seperti yang ditemukan di Rabat (Maroko). Namun, persilangan dengan subspesies singa lainnya mempersulit upaya untuk melestarikan singa Barbary murni.

Menurut catatan, subspesies ini merupakan salah satu yang terbesar, ditandai dengan surai besar dan suburnya. Mereka tinggal di hutan Savannah dan hutan Afrika.

5. Singa Afrika Timur

Singa Afrika Timur

Jenis singa lain yang masih ada adalah Panthera leo nubica, juga dikenal sebagai singa Afrika Timur. Bobot tubuhnya sama dengan spesies singa pada umumnya, yaitu antara 150 hingga 200 kg. Pejantan dari subspesies ini memiliki surai yang lebih banyak dan lebih gelap daripada subspesies singa lainnya.

6. Singa Asia

Singa Asia

Singa Asia (Panthera leo persica) adalah satwa asli India, meskipun hari ini mereka dapat ditemukan di kebun binatang dan di berbagai konservasi di belahan dunia. Varietas ini lebih kecil dari jenis singa lainnya dan memiliki bulu yang lebih terang, dengan surai kemerahan pada pejantan. Singa Asia saat ini termasuk jenis singa yang terancam punah, terutama karena berkurangnya habitat, perburuan, dan persaingan mereka dengan penduduk di lingkungan mereka.

7. Singa Afrika Barat

Singa Afrika Barat

Terakhir dalam daftar jenis singa ini adalah singa Afrika Barat, yang juga dikenal sebagai Panthera leo senegalensis atau singa Afrika Barat. Subspesies singa ini hidup dalam kawanan dan berukuran sekitar 3 meter, termasuk ekornya. Varietas ini berada dalam bahaya kepunahan karena perburuan liar dan perluasan kota, sehingga jumlah mangsanya semakin berkurang.

Tags:

Komentar