Home » Mamalia » Ocelot – Fakta, Makanan, Habitat, Populasi, Gambar

Ocelot – Fakta, Makanan, Habitat, Populasi, Gambar

Ocelot (Leopardus pardalis) adalah yang terbesar dari spesies kucing tutul kecil, salah satu spesies kucing paling umum dalam wilayah cakupannya dan salah satu yang paling terkenal. Ocelot juga dianggap sebagai yang paling cantik. Warna bulu-bulu pendek dan halusnya berkisar dari kemerahan, kuning kecokelatan, hingga abu-abu dengan pola roset terbuka dan tutul-tutul hitam pekat. Marking itu tersebar dalam pola paralel di sepanjang sisi tubuhnya. Setiap mantel bulu individu memiliki pola yang unik.

Gambar ocelot

Betina sekitar sepertiga lebih kecil dari jantan, tetapi penampilannya serupa. Mereka adalah spesies yang sangat bervariasi dan ada sekitar sepuluh subspesies yang saat ini dikenali. Ocelot bisa hidup antara 7 sampai 20 tahun. Beratnya 8-18 kg, panjangnya 68-100 cm, dan kecepatan larinya mencapai 61 km/jam.

Sebaran

Ocelot memiliki persebaran yang luas, dari ujung selatan Amerika Serikat, ke Amerika Tengah dan Selatan, hingga ke Argentina utara. Mereka ditemukan di setiap negara Amerika Selatan kecuali Chili. Populasi yang tersisa di Amerika Serikat tinggal di Texas selatan, di mana individu hanya sesekali menyeberang ke Arizona dari Meksiko. Mereka menempati hutan tropis, hutan bakau, padang rumput sabana, rawa-rawa pantai, dan semak duri.

Perilaku

Ocelot hidup secara soliter dalam teritori seluas 30 km persegi. Pejantan sering menguasai wilayah yang dua kali lipat ukuran wilayah betina, tumpang tindih dengan wilayah beberapa betina yang bisa dia kawini. Mereka adalah hewan malam yang menghabiskan hari-hari mereka tidur nyenyak di dahan yang rimbun atau di vegetasi yang lebat, lalu keluar ke area terbuka hanya pada malam hari.

Hewan ini memiliki penglihatan, pendengaran, dan sentuhan yang luar biasa, yang semuanya membantu mereka berburu di malam hari. Mereka berkomunikasi dengan suara lembut, yang berubah menjadi suara keras saat mencari jodoh.

Makanan

Ciri-ciri ocelot

Ocelot memakan hewan pengerat kecil, reptil, burung, mamalia berukuran sedang, krustasea, dan ikan. Sebagian besar mangsanya adalah spesies nokturnal, seperti tikus tebu, tikus berduri, opossum, agoutis, dan armadillo.

Perilaku kawin

Ocelot adalah hewan poligini, yang berarti bahwa satu pejantan bisa mengawini banyak betina. Mereka berkembang biak sepanjang tahun, kecuali di bagian utara dan selatan wilayahnya, tempat mereka berkembang biak di akhir musim panas. Setelah kawin, betina akan mencari pohon berlubang, celah di bebatuan, atau semak berduri yang tebal untuk mempersiapkan kelahiran.

Kehamilan berlangsung hingga 85 hari, dan dua atau tiga anak kucing akan lahir. Mereka disapih pada usia enam minggu dan pada usia beberapa bulan mereka mulai belajar dari ibu mereka cara berburu. Pada usia satu tahun anak kucing sepenuhnya mandiri. Seringkali mereka diperbolehkan berada dalam wilayah ibu mereka selama beberapa tahun sebelum mereka membangun wilayah mereka sendiri. Pejantan matang secara seksual pada usia 15 bulan dan betina pada usia 18 hingga 22 bulan.

Populasi

Ancaman utama ocelot adalah hilangnya habitat karena pembukaan hutan untuk pertanian dan peternakan yang mengurangi tutupan alami mereka. Ada sejumlah perdagangan ilegal dan mereka sering dianggap sebagai hewan peliharaan. Pemburu sering membunuh induk ocelot untuk diambil bulunya dan menjual anak-anaknya dalam perdagangan hewan peliharaan.

Ocelot terkadang juga dibunuh karena mereka memangsa unggas domestik. Di Texas mereka sering terbunuh di jalan raya, terutama karena mereka harus menempuh jarak yang jauh di antara sisa-sisa habitat mereka.

Jumlah populasi global ocelot belum dihitung. Menurut Daftar Merah IUCN, ada perkiraan spesies ini di wilayah tertentu: di Brasil ada 40.000 individu dewasa, di Argentina ada 1.500 hingga 8.000 ekor, dan di Texas ada 50 hingga 80 ekor. Secara keseluruhan, ocelot digolongkan sebagai Least Concern (LC) pada daftar spesies yang terancam, tetapi jumlahnya berkurang hari ini.

Ocelot memberi dampak signifikan terhadap lingkungan mereka sebagai predator. Mereka adalah pemburu oportunistik yang memangsa banyak hewan yang berbeda dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Fakta-fakta unik

Leopardus pardalis adalah nama taksonomi ocelot, yang berarti “seperti macan tutul” meskipun macan tutul tidak hidup di daerah yang sama. Nama mereka berasal dari kata dalam bahasa Aztec “tlalocelot,” yang berarti “harimau sawah.”

Ocelot digambarkan lebih suka pilih-pilih makanan daripada kucing lain yang sebagian besar akan memakan bulu dari mangsanya saat memakannya. Ocelot akan mencabuti semua bulu mangsa sebelum mereka mulai makan.

 Orang-orang Moche yang tinggal di Peru kuno menyembah binatang dan sering menggambarkan ocelot dalam seni mereka.

 Kedua sisi lapisan bulu ocelot tidak memiliki pola dan warna yang sama.

 Ocelot betina melahirkan anak setiap dua tahun sekali.

Ocelot memiliki lidah yang kasar, yang dapat membantunya memisahkan setiap bagian daging dari tulang mangsanya.

 Tidak seperti kucing lainnya, ocelot tidak takut air dan merupakan perenang yang sangat baik.

Komentar