Home » Anjing Lucu » Profil Anjing Komondor dan Cara Merawatnya – Dunia Anjing

Profil Anjing Komondor dan Cara Merawatnya – Dunia Anjing

Anjing Komondor dikenal karena kewaspadaan dan kesetiaannya yang besar kepada keluarga manusianya. Mereka adalah anjing yang pemberani dan memiliki tanggung jawab, meskipun mereka bisa menjadi sangat teritorial dan agresif terhadap pihak asing, baik itu manusia maupun hewan lain, terutama jika mereka tidak disosialisasikan sepenuhnya ketika masih kecil.

Penampilan Anjing Komondor

Bulu unik Komondor terlihat seperti kain pel lantai, tetapi ini sangat cocok dengan tugasnya, yaitu melindungi kawanan domba dalam cuaca dingin yang ekstrim. Mereka berkemauan keras, tetapi mampu merespons dengan baik variasi dan keseruan dalam pelatihan serta patuh pada pemimpin kawanan yang kuat (manusia).

Meskipun merupakan anjing besar, Komondor bisa menjadi anjing peliharaan rumahan yang baik jika mereka diberi jatah berolahraga di luar secara rutin. Pagar tinggi diperlukan di sekitar halaman Anda agar anjing ini tidak berusaha memperluas wilayah mereka, yang merupakan sifat umum dari anjing penjaga. Namun betapapun kerasnya mereka berusaha menjadi anjing penjaga yang hebat, mereka masih bisa menikmati waktu bersantai di dalam rumah dengan keluarga mereka.

Anjing Komondor jantan bobotnya berkisar antara 50-60 kg dan betinanya 40-50 kg. Sedangkan Komondor jantan tinggi badannya sekitar 71-76 cm, sementara betinanya 64-69 cm.

Asal-usul

Sejarah anjing Komondor bisa ditelusuri hingga sejauh masa anjing-anjing Tibet. Beberapa sejarawan mengira ras anjing ini dibawa ke Hungaria sekitar 1.000 tahun yang lalu ketika kaum nomaden Magyar membawa anjing ini untuk menjaga ternak besar dan kawanan domba mereka.

Namun, penelitian terbaru membuktikan bahwa Komondor berasal dari orang Cuman yang merupakan kaum nomaden Turki. Setelah invasi Mongol pada 1237, banyak orang Cuman mencari suaka di Hungaria, bergabung dengan kelompok orang Cuman lainnya yang telah menetap di sana sebelum invasi.

Nama Komondor berasal dari nama Korman-dor yang berarti “anjing kaum Cuman.” Para peneliti telah menemukan tulang belulang anjing-anjing ini di kuburan orang-orang Cuman. Menurut catatan tertulis, mereka paling awal berasal dari abad ke-16.

Ras ini mendapatkan popularitas dan menyebar ke seluruh dunia pada tahun 1920 ketika pemilik tertarik untuk memamerkannya dalam pertunjukan anjing. Komondor masih digunakan sampai sekarang sebagai anjing penjaga kawanan hewan ternak, tinggal di luar selama berbulan-bulan dalam segala jenis cuaca ekstrem. Sangat menarik untuk dicatat bahwa mereka tidak menggembalakan kawanan hewan ternak, namun melindungi mereka -seringkali tanpa bantuan manusia. AKC mengakui ras anjing ini pada tahun 1937.

Penampilan

Anjing Komondor

Komondor adalah anjing yang solid dengan struktur tulang besar yang pas untuk menjaga kawanan domba. Anjing ini menjalankan tugas mereka dengan serius dan akan berjuang untuk menjaga hewan-hewan yang berada di bawah pengawasan mereka. Ras ini memiliki kepala besar, tetapi moncongnya cukup pendek dan gelap.

Mata Komondor, yang tersembunyi di bawah bulunya yang seperti pel, berbentuk almond, berwarna cokelat tua, dan berukuran sedang. Telinga mereka berbentuk segitiga memanjang dengan ujung bulat dan menyatu dengan indah dengan bulunya. Ekor Komondor panjang hingga mencapai ke kaki. Susunan giginya menyerupai bentuk scissor bite dan mereka memiliki rahang yang kuat.

Lapisan bulu mereka adalah fitur yang paling menarik. Bulunya yang menggimbal dan berjalinan sepanjang 20 hingga 28 cm menutupi tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bulu luarnya berpadu dengan bulu bawahnya yang lembut untuk membentuk tali yang panjang (anjing gimbal!)

Diperlukan waktu dua tahun agar bulu ini berkembang menjadi gimbal yang khas. Bulu Komondor sangat menyerupai kain pel lantai dan itu menjadi ciri khas terbesarnya. Bulu itu memiliki manfaat, yaitu membantu mereka berbaur dengan domba dan melindungi diri ketika harus berjuang untuk melindungi kawanan ternak mereka.

Temperamen

Komondor akan menjadi anjing keluarga yang hebat jika pemiliknya mampu menunjukkan otoritas yang kuat atas anjing ini (manusia harus menjadi pemimpin kawanan). Anjing ini dibesarkan untuk menjadi penjaga kawanan domba yang serius. Sifat protektif dan percaya diri sudah sangat tertanam pada diri mereka.

Mereka mandiri, setia, dan bijaksana, tetapi bisa menjadi agresif. Mereka tanpa lelah akan melawan serigala dan beruang yang berusaha menyerang kawanan ternak  dan mereka sangat mampu mengalahkan lawan yang terkuat sekalipun. Karena itulah mereka memiliki tingkat dominasi yang tinggi, sangat teritorial, dan sangat waspada terhadap orang asing.

Komondor tidak bisa bergaul dengan anjing lain dan mereka bisa agresif terhadap hewan yang bukan bagian dari keluarga mereka. Ketika mereka kecil, disarankan untuk menyosialisasikan mereka secara menyeluruh dan mengajari mereka aturan jelas yang harus mereka ikuti. Anak anjing perlu disosialisasikan dengan banyak orang asing agar mereka terbiasa bergaul dengan banyak orang.

Komondor bisa berkemauan keras jika mereka berada di atas angin, jadi mereka harus memiliki pemilik yang mampu menegaskan status pemimpin kawanan dan mendapatkan rasa hormat dari anjing ini. Andalah yang harus membuat keputusan, bukan Komondor Anda.

Mereka adalah anjing yang sangat pintar, tetapi mereka mudah bosan, jadi jika Anda melatih anjing ini Anda harus membuat latihan itu menarik, menyenangkan, dan menawarkan berbagai kegiatan, atau anjing Anda tidak akan memperhatikan.

Perawatan

Bulu Komondor yang unik tidak boleh disikat atau disisir. Untuk menjaganya tetap bersih bulu itu perlu dibagi-bagi dan dipangkas. Periksa bulunya untuk membersihkan berbagai kotoran dan parasit seperti kutu.

Berwarna putih, mereka perlu mandi (tapi tidak terlalu sering karena dapat merusak ketebalan bulu putih mereka) dan butuh waktu lama untuk mengeringkan bulu tebal itu. Anda bisa melatih mereka untuk berdiri di dekat kipas angin atau menggunakan blow dryer dengan hati-hati agar cepat kering.

Anjing ini dapat hidup di lingkungan perkotaan, tetapi mereka jauh lebih cocok tinggal di daerah pedesaan, terutama di rumah dengan halaman luas dan pagar tinggi. Ketika mereka sedang tidak bekerja (seperti menjadi penjaga kawanan ternak), mereka bisa menjadi malas dan akan tidur hingga berjam-jam.

Mereka harus diajak berjalan-jalan cepat setiap hari agar tetap bugar dan sehat. Anjing ini cocok di sebagian besar iklim dan dapat bertahan dalam cuaca terburuk sekalipun. Persyaratan perawatan rutinnya meliputi olahraga teratur, perawatan lapisan bulu, mandi, dan memeriksa telinga dan mata mereka untuk mencegah infeksi.

Komentar