Home » Ikan Konsumsi » Fakta-fakta Mengenai Ikan Tuna dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Fakta-fakta Mengenai Ikan Tuna dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Ikan merupakan sumber protein tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu jenis ikan yang biasa kita konsumsi adalah ikan tuna. Tahukah anda bahwa Indonesia merupakan negara penghasil ikan tuna terbesar di dunia? Bahkan, tuna Indonesia sudah diekspor ke beberapa negara termasuk Jepang, Amerika Serikat, Korea, serta Hongkong.

Di Indonesia sendiri, ikan tuna biasanya disajikan dalam bentuk siap makan atau dalam kemasan kalengan. Ikan ini memiliki tekstur yang lembut serta minim tulang membuatnya disukai oleh orang-orang dan tentunya aman untuk dikonsumsi tidak hanya orang dewasa melainkan anak-anak juga.

Tidak hanya memiliki cita rasa yang lezat, daging ikan tuna juga mengandung berbagai macam nutrisi yang baik bagi tubuh kita. Kandungan nutrisi tersebut antara lain omega 3, zat besi, vitamin A, B6, B12, magnesium, dan kalium. Dengan kandungan sebanyak itu, ikan tuna disarankan untuk dikonsumsi setidaknya dua kali dalam seminggu. Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai ikan tuna yang wajib anda ketahui.

Fakta Ikan Tuna

  • Populasi yang Melimpah di Perairan Indonesia

Indonesia merupakan negara penghasil ikan tuna terbesar di dunia. Pada tahun 2016, Indonesia kebagian jatah untuk memasok sebanyak 16% dari total produksi dunia untuk ikan tuna. Selain tuna, Indonesia juga memasok jenis ikan lain seperti ikan cakalang dan tongkol dengan jumlah 1,2 juta ton per tahunnya. Dan pada tahun 2018, menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, ikan tuna menduduki posisi kedua setelah udang dengan nilai ekspor tertinggi.

  • Ikan Murah yang Tinggi Nutrisi

Meskipun kaya akan nutrisi yang baik bagi tubuh, namun tidak membuat ikan ini bernilai jual tinggi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ikan tuna mengandung omega 3, zat besi, vitamin A, B6, B12, magnesium, dan kalium. Bahkan, kandungan omega 3 pada tuna lebih tinggi dibandingkan dengan omega 3 yang terdapat pada daging ayam dan sapi.

  • Ada Banyak Jenis

Terdapat lebih dari 48 jenis ikan tuna di dunia, akan tetapi ikan tongkol, ikan cakalang, tuna mata besar, madidihan, albakora, tuna sirip biru juga termasuk ke dalam jenis tuna.

  • Dapat Mengatasi Masalah Gizi Buruk

Ikan tuna diyakini dapat mengatasi gizi buruk di Indonesia karena kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya sangatlah kompleks dengan harga yang sangat terjangkau. Kandungan omega 3 pada ikan tuna lebih tinggi dibandingkan yang terdapat pada daging ayam maupun sapi sehingga dapat mengatasi permasalahan gizi buruk di Indonesia.

  • Komitmen Pemerintah dalam Pengelolaannya

Ikan tuna dapat menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Terlebih lagi banyaknya permintaan akan ikan ini yang datang tidak hanya dari dalam melainkan juga di luar negeri. Untuk itu, pemerintah telah mendapat dukungan agar perdagangan tuna di kancah internasional dapat tergabung dalam International Pole and Line Foundation untuk mendapatkan harga premium di dunia.

Selain itu, pengelolaan yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan akan dilakukan sesuai dengan prosedur di mana perlindungan terhadap habitat tuna tetap dijaga dan bisa terus berkelanjutan.

Manfaat Ikan Tuna Bagi Kesehatan

Sering kali ikan tuna disamakan dengan ikan salmon. Akan tetapi, keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok berdasarkan warna dagingnya. Daging pada ikan salmon umumnya berwarna oranye terang, sedangkan ikan tunah berwarna merah cerah yang sekilas mirip dengan daging sapi. Meskipun demikian, antara ikan salmon dan ikan tuna sama-sama memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh kita, lho! Apa sajakah manfaat dari ikan tuna ini? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini:

Dapat Menyehatkan Jantung

Ikan tuna memiliki kandungan lemak yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan kadar lemak pada ikan tuna rendah sehingga sangat baik bagi kesehatan jantung. Akan tetapi, kelebihan lemak jenuh juga beresiko tidak baik karena dapat membuat pembuluh darah menjadi tersumbat dan menyebabkan berbagai penyakit yang berkaitan dengan kardiovaskular.

Selain itu, lemak omega 3 pada ikan tuna memiliki kandungan jenis EPA dan DHA tinggi yang bermanfaat mencegah berbagai macam masalah peradangan dalam tubuh. Hal tersebut dapat merusak pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung dan juga stroke. Kandungan EPA dan DHA tersebut memiliki peran untuk menurunkan kadar tekanan darah sehingga dapat meminimalisir penyakit jantung dan stroke.

Sumber Protein Terlengkap

Sudah tidak diragukan lagi bahwa ikan tuna merupakan sumber protein yang tinggi dan juga lengkap. Dalam daging ikan tuna, terdapat kandungan asam amino yang dibutuhkan tubuh. Kebutuhan protein manusia dapat terpenuhi dengan mengonsumsi 85 gram ikan tuna untuk memenuhi sekitar 25-30 gram protein dalam tubuh. Kebutuhan akan protein yang terpenuhi dapat menjaga jaringan tubuh agar bisa berfungsi dengan baik seperti antibodi, kolagen, enzim, hormon, dan jaringan otot. Ikan tuna juga sangat cocok bagi anda yang sedang menjalankan program diet karena kandungan lemak pada ikan ini tergolong rendah.

Sumber Mineral

Selain sumber protein, ikan tuna juga merupakan sumber mineral yang baik seperti magnesium, fosfor, dan selenium. Tiap 100 gram daging ikan tuna dapat menyumbang seitar 30-36 gram magnesium yang dibutuhkan tubuh dan 85 gram daging tuna dapat menghasilkan 182-265 fosfor.

Mineral tersebut dapat membantu manjaga kesehatan pada otot, syaraf, dan menjaga detak jantung agar tetap stabil, serta menguatkan jaringan tulang dan mengatur pelepasan gula darah. Mineral selenium juga dibutuhkan untuk menghasilkan zat antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah radikal bebas masuk ke dalam tubuh.

Kaya akan Vitamin

Ikan tuna juga mengandung berbagai macam vitamin seperti B6 dan B12 yang tinggi. Vitamin B6 dapat membantu untuk meningkatkan produksi hemoglobin, di mana hemoglobin tersebut berperan menangkap serta membawa oksigen dalam darah menuju jaringan tubuh. ┬áSelain itu, vitamin B6 juga dibutuhkan untuk menjaga kinerja sel otak dan juga syaraf untuk memproduksi hormon serotonin dan norepinerin. Untuk memenuhi 0,5 – 0,9 gram vitamin B6, maka anda perlu mengonsumsi daging ikan tuna seberat 100 gram.

Menjaga Fungsi Ginjal

Kandungan kalium dan natrium dalam daging ikan tuna dapat membantu menjaga keseimbangan fungsi ginjal bagi orang sehat. Akan tetapi, bagi penderita ginjal, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Apakah Mengonsumsi Ikan Tuna Aman?

Meskipun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, ternyata mengonsumsi ikan tuna secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai macam masalah. Hal ini dikarenakan ikan tuna mengandung merkuri yang sangat tinggi yang dapat membahayakan sistem syaraf. Merkuri merupakan jenis logam berat alami yang terdapat dalam tanah, air, dan udara, sebagian juga berasal dari proses industri. Zat tersebut kemudian dapat mencemari air dan diserap oleh ikan-ikan yang hidup di dalamnya.

Salah satu jenis tuna yang paling banyak mengandung merkuri adalah jenis albacore. Jenis tuna ini mengandung merkuri yang bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan tuna dalam kemasan kalengan. Apabila tidak berhati-hati dalam mengolahnya, maka merkuri tersebut dapat berdampak pada gangguan kesehatan. Untuk itu, perhatikan jumlah ikan tuna yang akan anda konsumsi. Sebaiknya konsumsi ikan ini minimal dua kali seminggu dengan jumlah maksimal 170 gram per minggunya.

Komentar