Home » Dunia Binatang » Mengenal Mola-Mola, Ikan Laut Raksasa yang Suka Berjemur

Mengenal Mola-Mola, Ikan Laut Raksasa yang Suka Berjemur

Salah satu keajaiban laut Indonesia yang terdapat di sekitar pulau Bali adalah ikan mola-mola. Ikan ini merupakan salah satu ikan purba yang masih hidup hingga saat ini dan merupakan hewan yang dilindungi oleh pemerintah di dunia, termasuk Indonesia. Nama lain dari ikan mola-mola adalah Sunfish. Penamaan ini memiliki makna sebagai ikan yang memiliki kegemaran unik, yakni berjemur di permukaan laut. Ikan ini berasal dari perairan tropis maupun subtropis di seluruh dunia dengan berat rata-rata satu ton untuk ukuran ikan mola-mola dewasa.

Kebiasaan Berjemur Ikan Mola-Mola

Meskipun habitatnya di air laut, akan tetapi ikan mola-mola tidak tahan terhadap suhu di bawah 12 derajat celcius. Dengan demikian, untuk menghangatkan tubuhnya hingga mencapai suhu ideal, ikan ini akan berenang ke permukaan laut dan berjemur. Kebiasaan ini merupakan metode bagi mola-mola untuk pemanasan sebelum menyelam ke dalam laut yang lebih dalam dan juga dingin. Selain untuk menghangatkan tubuh, kebiasaan berjemur ikan ini juga bertujuan untuk menghilangkan parasit-parasit yang menghinggapi tubuhnya.

Dengan adanya kebiasaan tersebut, ikan mola-mola merupakan indikator kesuburan di perairan itu sendiri karena sekitar 40 spesies parasit yang menempel pada tubuhnya dimakan oleh hewan-hewan di sekitar laut. Parasit-parasit tersebut akan dimakan oleh burung-burung laut dengan cara mematuk parasit tersebut. Sementara itu, ikan-ikan terumbu karang juga akan mendekat kemudian memakan parasit tersebut dengan cara menggolekkan tubuhnya di permukaan laut.

Karakterisik Ikan Mola-Mola

Mola-mola memiliki bentuk tubuh yang unik yaitu bulat dan pipih dengan sirip yang terdapat pada perut dan punggungnya sekaligus merupakan jenis ikan ini berbeda dengan ikan-ikan yang lainnya. Meskipun tidak memiliki sirip ekor, akan tetapi, mereka memiliki sirip yang dapat tersambung dari atas hingga bagian bawah perut yang disebut dengan calvus. Bentuk dari clavus tersebut pendek, membujur, dan melebar pada bagian bawah tubuhnya. Dengan keunikan sirip tersebut, sering kali kemunculan mola-mola dianggap sebagai ikan hiu. Hal ini dikarenakan sirip ikan ini berada bagian atas dan bagian bawah, ditambah lagi dengan bentuk tubuhnya yang pipih.

Selain itu, ikan ini juga merupakan jenis ikan bertulang terberat yang ada di dunia dengan berat rata-rata mencapai 2,2 ton dan panjang 3-4 meter. Bahkan, pernah dilaporkan penemuan ikan mola-mola dengan berat 5,1 ton. Ikan mola-mola tidak memiliki sisik seperti ikan-ikan pada umunya. Mereka hanya memiliki lapisan kulit yang licin dan menyerupai cangkang. Menurut penelitian, kulitnya memiliki ketebalan sekitar 7,5 cm. Bahkan, dengan ketebalan tersebut, jika ikan ini ditembak, maka peluru dari tembakan tersebut tidak akan mampu menembus kulitnya yang tebal.

Meskipun berukuran raksasa, akan tetapi ikan mola-mola bukan merupakan hewan yang berbahaya bagi manusia. Mereka kerap kali menghampiri manusia yang tengah menyelam dengan cara tenang dan sedikit berlenggak-lenggok. Tentunya mereka menghampiri bukan untuk memangsa, melainkan hanya ingin bersahabat. Makanan utama dari ikan ini berupa ubur-ubur, tak juga mereka mengonsumsi hewan lain seperti kepiting, zooplankton, serta tumbuhan mikroskopis sesuai dengan ukuran mulutnya yang kecil.

Waktu Terbaik Untuk Melihat Mola-Mola

Di Indonesia, mola-mola dapat ditemukan di perairan Nusa Penida di pulau Bali. Kita dapat menikmati kemunculannya sekitar bulan Juli sampai dengan September. Jika anda berlibur di Bali dalam bulan-bulan tersebut, ada baiknya anda memesan paket trip selam khusus untuk melihat mola-mola.

Ancaman pada Ikan Mola-Mola

  1. Ikan mola-mola memang tidak berbahaya bagi manusia, tetapi dalam beberapa kasus, mola-mola dapat menyebabkan kapal tenggelam. Hal ini dikarenakan tubuhnya yang besar mengakibatkan pergerakan mereka cenderung lambat, sehingga tidak mampu menghindar ketika kapal melintas di sekitar mereka. Akibatnya, terjadilah tabrakan antara kapal dan tubuh ikan mola-mola.
  2. Banyaknnya limbah plastik di dalam laut menyebabkan ikan ini mengira sampah-sampah tersebut merupakan ubur-ubur atau makanan lain. Sehingga mengakibatnya ikan mola-mola tersedak ketika memakan sampah tersebut bahkan mati.
  3. Daging ikan ini memiliki cita rasa yang lezat, sehingga beberapa negara seperti Jepang kerap kali memburunya untuk dikonsumsi meskipun telah ada pelarangan untuk penangkapan ikan ini. Selain itu, pengeboman yang dapat merusak terumbu karang juga dapat mempengaruhi kehidupan ikan mola-mola.

Komentar