Home » Ikan Konsumsi » Ikan Lele: Karakteristik, Habitat, Kegunaan, serta Fakta Uniknya

Ikan Lele: Karakteristik, Habitat, Kegunaan, serta Fakta Uniknya

Berbicara mengenai ikan lele, pasti yang terlintas di kepala kita adalah kelezatannya saat diolah sebagai masakan. Ikan yang memiliki ciri khas akan kumisnya ini memiliki raza yang lezat dan harga yang sangat terjangkau. Selain itu, untuk mendapatkannya pun sangat mudah, itulah mengapa ikan ini menjadi salah satu ikan konsumsi yang digemari oleh banyak orang.

Ikan lele merupakan salah satu jenis air tawar dengan tubuh licin dan bentuk yang pipih dan memanjang. Secara ilmiah, ikan lele terdapat berbagai macam spesies, sehingga tak jarang jika di beberapa daerah, ikan ini dikenal dengan berbagai istilah pula. Sebagai contoh, di daerah Sumatera Barat, ikan lele dikenal dengan nama ikan limbek, ikan kalang (Sumatera Selatan), ikan patil (Kalimantan Timur), dan ikan lindi (Jawa Tengah).

Karakteristik Ikan Lele

Ciri lain ikan lele adalah tubuhnya yang licin memanjang serta tidak memiliki sisik seperti kebanyakan jenis ikan lain. Jika diperhatikan sekilas, ikan lele memiliki bentuk yang menyerupai ikan sidat. Hal ini dikarenakan sirip punggung dan sirip anusnya yang juga memanjang juga terkadang menyatu dengan sirip ekor.

Bagian kepalanya keras dan menulang pada bagian atas dengan mata yang kecil serta mulut lebar yang terletak pada bagian ujung moncong. Ikan lele juga dilengkapi dengan dua pasang sungut atau kumis yang berfungsi untuk membantunya bergerak di air yang keruh. Alat pernapasan ikan lele berupa insang yang memiliki busur sebagai tambahan. Selain itu, terdapat patil yang berupa tulang tajam pada setiap sirip dada. Patil tersebut tidak hanya tajam, tetapi juga beracun yang dapat mengakibatkan gejala panas tinggi ketika tidak sengaja terkena patil tersebut.

Habitat

Ikan lele merupakan ikan yang hidup di air tawar, sehingga mereka tidak pernah ditemukan pada air payau atau air asin. Habitat ikan ini berupa perairan berarus pelan, rawa, sawah yang tergenang air, serta waduk. Bahkan, ikan ini dapat bertahan hidup meskipun di perairan yang tercemar sekalipun seperti di got dan saluran pembuangan.

Ikan lele juga merupakan hewan nocturnal, atau hewan yang aktif pada malam hari. Sedangkan pada saat siang hari, mereka cenderung akan berdiam diri dan berlindung di sudut-sudut yang gelap. Umumnya, ikan lele yang hidup di alam bebas melakukan pemijahan pada musim penghujan.

Kegunaan Ikan Lele

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ikan lele merupakan salah satu ikan konsumsi yang disukai oleh banyak orang. Sebagian sengaja dikembangbiakkan di penangkaran sebagai lahan bisnis yang menjanjikan. Salah satu jenis ikan lele yang populer sebagai ikan ternak adalah lele dumbo. Ikan tersebut sebenarnya bukan ikan endemik Indonesia, melainkan ikan yang diimpor dari Afrika dan dikembangbiakkan di Indonesia sebagai ikan konsumsi. Selain itu, kegunaan lain dari ikan lele dumbo berfungsi untuk membantu menjaga kualitas air yang tercemar. Namun, ada juga yang sengaja memanfaatkan ikan lele dumbo ini dengan meletakkannya di sawah untuk memakan hama-hama yang mengganggu tanaman.

Sebagai Makanan

Ikan lele memiliki kandungan vitamin D yang tinggi. Sedangkan ikan lele hasil budidaya umumnya mengandung asam lemak omega 3 yang rendah, tetapi kaya akan omega 6. Rasa dari daging ikan ini pun sangat lezat dan kuat jika dimasak menjadi olahan masakan apapun. Di Eropa, ikan ini diolah dengan cara yang sama dengan ikan mas, berbeda dengan Amerika Serikat yang mengolah ikan ini menggunakan tepung yang dibalut pada tubuhnya kemudian digoreng. Ikan lele yang dijual di Indonesia umumnya berasal dari famili Clariidae, sedangkan yang dipasarkan di Amerika Serikat merupakan ikan yang berasal dari famili Ictaluridae.

Fakta Unik Ikan Lele

Ternyata, ikan lele memiliki fakta unik yang tidak banyak diketahui, berikut ini beberapa fakta unik ikan lele yang wajib anda ketahui.

  • Memiliki Organ Sensor

Ikan lele memiliki organ sensor yang terletak di sepanjang tubuhnya. Berkat organ sensor ini, ikan lele mampu mendengar suara hingga 13.000 siklus per detik. Kemampuan ini bahkan disebut-sebut mengalahkan kemampuan ikan jenis lain seperti ikan trout dan ikan bass. Indra pendengaran lele terletak pada gelembung renang di mana satu set tulang dapat menghubungkan gelembung dengan telinga bagian dalam. Selain sebagai indra pendengar, weberian apparatus juga berfungsi sebagai alat komunikasi.

Ikan lele juga memiliki pori-pori di sepanjang tubuhnya yang dapat menangkap getaran yang terhubung langsung ke telinga. Organ ini dapat membantu mereka merespons jika akan diberi makan.

  • Mampu Menghasilkan Telur dalam Jumlah Banyak

Dalam sekali bertelur, ikan lele mampu menghasilkan setidaknya 2.000 hingga 21.000 butir telur. Mereka akan bertelur dengan suhu yang sedikit hangat, biasanya telur akan disimpan pada tempat yang telah disediakan berupa batang kayu atau tempat yang agak tersembunyi. Telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 6-10 hari, tergantung pada suhu air. Ikan lele jantan akan menjaga telur-telur tersebut hingga mereka menetas dan berusia satu minggu.

  • Mengandung Gizi yang Tinggi

Selain memiliki rasa yang lezat, ternyata ikan lele memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Dalam 100 gram ikan lele, terdapat sekitar 122 kalori dan 6 gram lemak. Angka tersebut menunjukkan bahwa ikan lele memiliki kadar lemak dan kalori yang rendah. Ikan lele juga mengandung vitamin serta mineral seperti vitamin C, vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin D, kalium, magnesium, kalsium, zink, fosfor, dan natrium.

 

Komentar