Home » Mamalia » Hewan Mamalia dengan Jumlah Gigi Terbanyak di Dunia

Hewan Mamalia dengan Jumlah Gigi Terbanyak di Dunia

Hewan dengan gigi terbanyak pada umumnya adalah makhluk laut seperti lumba-lumba dan hiu. Jumlah gigi bervariasi tergantung pada spesiesnya, tetapi hiu banteng diketahui memiliki kurang lebih 1.500 gigi sedangkan beberapa spesies lumba-lumba memiliki hingga 250 gigi. Namun dari semua hewan darat di dunia, armadillo raksasa (Priodontes maximus) memiliki jumlah gigi terbanyak. Jumlah giginya berkisar dari 80 hingga 100.

Armadillo raksasa

Ingin mengetahui lebih banyak tentang armadillo raksasa? Berikut kami berikan penjelasan ringkasnya untuk Anda.

Deskripsi Fisik

Armadillo raksasa Priodontes maximus) adalah kelompok terbesar dari armadillo. Mereka memiliki cangkang keras yang melindungi tubuhnya. Merekajuga memiliki sekitar tiga atau empat lingkaran cangkang di lehernya. Armadillo raksasa memiliki tubuh coklat tua dengan garis-garis kuning muda di sepanjang sisinya. Kepalanya berwarna kuning pucat hingga putih.

Armadillo raksasa tidak memiliki rambut di tubuhnya tetapi hanya beberapa helai yang menonjol di antara sisik. Dalam hal berat, armadillo raksasa dewasa memiliki berat antara 18 kg hingga 32 kg dan panjangnya berkisar dari 75 cm hingga 100 cm. Gigi armadillo raksasa, baik gigi geraham maupun premolar, memiliki penampilan yang serupa. Gigi tidak memiliki enamel dan tumbuh terus-menerus sepanjang hidup hewan.

Habitat dan Persebaran

Armadillo raksasa tinggal di daerah terbuka dengan padang rumput Cerrado. Mereka juga tumbuh subur di hutan dataran rendah. Armadillo raksasa dominan di Amerika Selatan bagian utara. Spesies ini juga berkembang pesat di Paraguay dan Brazil Timur meskipun jarang. Di selatan, persebaran armadillo raksasa sampai ke provinsi utara Argentina termasuk Chaco, Salta, Formosa, dan Santiago del Estero.

Perilaku

Armadillo raksasa hidup menyendiri. Karena mereka tidak dapat melingkar menjadi bola pelindung seperti trenggiling, armadillo raksasa bersembunyi dari predator di liang mereka pada siang hari dan muncul pada malam hari. Armadillo raksasa diketahui menggali lubang yang lebih besar daripada armadillo lainnya. Lebar pintu masuk lubangnya sekitar 43 cm. Setelah melahirkan, armadillo raksasa betina menutup pintu masuk lubang untuk melindungi anak-anaknya dari predator.

Makanan

Armadillo raksasa menggali mangsanya menggunakan cakar depan. Mereka terutama memakan rayap, namun mereka juga diketahui memakan laba-laba, semut, dan cacing serta invertebrata kecil lainnya. Armadillo raksasa memiliki indra penciuman yang tajam yang membantunya melacak mangsanya. Kadang-kadang, armadillo raksasa memakan buah-buahan dan telur burung.

Reproduksi

Armadillo raksasa betina memiliki dua puting susu. Mereka melahirkan satu anak setiap tahun. Betina menyapih anak-anaknya pada usia tujuh sampai delapan bulan. Namun menurut laporan terbaru, ada sedikit informasi tentang reproduksi armadillo raksasa. Ini karena anak mereka tidak muncul dari liang.

Ancaman dan Tindakan Konservasi

Armadillo raksasa menghadapi ancaman di seluruh habitatnya karena diambil dagingnya. Penduduk setempat sering memburu armadillo raksasa karena dagingnya kaya protein. Selain itu, penduduk setempat menjual hewan ini di pasar gelap. Seringkali, hewan yang hidup mati saat dalam perjalanan karena penanganan yang buruk. Menebang pohon untuk membuat lahan pertanian juga menyebabkan hilangnya habitat mereka. Ini telah membawa penurunan besar dalam jumlah armadillo raksasa.

Daftar Merah  World Conservation Union mengategorikan armadillo raksasa sebagai spesies paling rentan pada tahun 2002. Di negara-negara seperti Argentina, Peru, Kolombia, dan Brasil, armadillo raksasa dilindungi oleh hukum. Perdagangan armadillo raksasa dilarang oleh Convention on International Trade in Endangered Species (CITES).

Komentar