Home » Dunia Binatang » Contoh Hewan yang Hidup di Dalam Tanah

Contoh Hewan yang Hidup di Dalam Tanah

Banyak hewan memilih untuk menghabiskan sebagian besar hidupnya terkubur di bawah tanah. Hewan-hewan ini adalah contoh makhluk paling aneh yang dapat Anda temui. Kami merujuk mereka dengan nama umum fauna bawah tanah. Mereka berhasil beradaptasi dengan kehidupan tanpa tumbuh-tumbuhan dan nyaris tanpa cahaya, yang menjadikan mereka fenomena yang cukup langka.

Tidak banyak hewan yang bisa hidup di bawah tanah, tetapi kita semua harus menunjukkan rasa hormat kita kepada makhluk kecil yang dapat bertahan hidup dalam kondisi yang keras ini. Hewan-hewan ini dapat menjadi motivasi bagi banyak orang karena mereka berhasil menunjukkan kepada kita bahwa mereka dapat beradaptasi dan bertahan hidup di mana saja, bahkan di tempat yang tandus dan berbahaya seperti di bawah tanah.

Pada artikel ini, kita akan melihat beberapa hewan paling menarik yang memilih untuk menghabiskan hidup mereka di bawah tanah.

Pika

Pika

Pika adalah herbivora kecil yang berasal dari keluarga mamalia yang dapat ditemukan di Asia, Eropa Timur, dan Amerika Utara. Pika berkomunikasi menggunakan suara siulan yang unik, sehingga banyak yang menyebut mereka kelinci bersiul. Mereka menyerupai kelinci tetapi jauh lebih kecil, dan mereka memakan tanaman dan benih yang dikumpulkan selama periode yang lebih hangat dalam setahun. Mereka mengubur makanan dan menggunakannya untuk makan di musim dingin.

Namun alasan mereka tinggal di bawah tanah adalah karena mereka tidak memiliki tempat bersarang yang bagus di daerah yang mereka huni. Inilah mengapa mereka mulai membangun liang, yang sebenarnya memiliki lebih banyak fungsi daripada hanya sebagai tempat berlindung. Liang yang dibuat oleh pika berkontribusi positif terhadap kualitas tanah di daerah tempat mereka tinggal, dan juga mengurangi erosi. Namun dengan peningkatan pemanasan global, pika mulai terancam punah karena beradaptasi dengan iklim yang lebih dingin.

Jerboa

Jerboa

Jerboa adalah hewan pengerat yang sangat kecil yang ditemukan di gurun yang dikenal karena kemampuannya untuk melompat tinggi. Mereka memiliki kaki belakang yang panjang, yang membantu kemampuan melompatnya. Jerboa menggunakan kaki belakangnya yang kuat untuk melarikan diri dari berbagai predator, dan beberapa dapat melompati jarak 3 meter dengan sekali lompatan, yang cukup mengesankan.

Jerboa dapat ditemukan di seluruh gurun di Asia dan Afrika, dan ada lebih dari 30 spesies yang diketahui. Jerboa Mesir adalah yang paling terkenal dan dapat ditemukan di Qatar, di antara tempat-tempat lain. Mereka adalah jerboaa terkecil; panjangnya rata-rata mencapai 10 cm. Mereka hidup di liang dan aktif di malam hari, jadi kita tidak tahu banyak tentang hewan ini.

Bilby

Bilby

Bilby adalah bandicoot yang memiliki telinga kelinci dan unik di Australia. Mereka juga makhluk nokturnal, seperti bandicoot, tetapi bulunya lebih lembut, dan memiliki telinga panjang dan ekor lebat mirip kelinci. Kaki belakang mereka mirip dengan kangguru, yang menjadikannya makhluk unik.

Mereka juga dianggap spesies yang rentan, dan beberapa subspesies bahkan dianggap punah. Mereka bisa tumbuh menjadi seukuran kelinci dan biasanya hidup sendiri. Fakta bahwa hewan-hewan ini menjalani kehidupan menyendiri sangat menarik dan menyedihkan pada saat bersamaan. Mereka tinggal di liang yang dalamnya bisa mencapai 2 meter dan mereka jarang menjauh darinya.

Garangan kerdil

Garangan kerdil

Garangan kerdil dapat ditemukan di Afrika dan merupakan spesies garangan terkecil. Anda akan melihat bahwa sebagian besar hewan yang hidup di bawah tanah berukuran sangat kecil. Garangan kerdil mendiami bagian timur benua Afrika dan diketahui dapat hidup hingga delapan tahun.

Mereka sering membuat pemukiman di tempat di mana mereka dapat menemukan banyak sarang rayap, dan kemudian mereka menggunakan gundukan tersebut sebagai liang mereka. Mereka juga memakan rayap karena mereka umumnya hanya memakan serangga. Salah satu aspek penting dari gaya hidup garangan kerdil adalah kenyataan bahwa mereka hidup dalam masyarakat matriarkal.

Burrowing owl

Burrowing owl

Banyak yang mungkin bahkan tidak pernah membayangkan bahwa burung hantu yang satu ini suka hidup di bawah tanah, tetapi Anda akan terkejut mengetahui bahwa ini memang ada, dan itu cukup menarik. Burung burrowing owl tampak cantik dan merupakan jenis burung hantu yang suka nongkrong di liang yang sebelumnya digunakan oleh hewan lain, seperti sigung dan armadillo.

Namun, burung hantu ini juga bisa menggali liang mereka sendiri dan liangnya dikenal cukup dalam, dengan beberapa mencapai 2,5 meter di bawah tanah. Burung burrowing owl berbeda dengan burung hantu lainnya karena mereka dapat aktif di siang hari, tetapi hanya di permukaan tanah. Habitat mereka semakin berkurang, tetapi mereka masih dapat ditemukan di daerah yang luas dan beragam, mulai dari Kanada hingga bagian selatan Amerika Selatan.

Rubah Fennec

Rubah fennec

Rubah Fennec langsung dapat dikenali dan dapat ditemukan di gurun Sahara. Mereka sebenarnya populer sebagai hewan peliharaan, terutama karena mereka terlihat sangat unik dan eksotis. Rubah fennec yang tidak dijinakkan tidur sepanjang hari hampir sepanjang waktu untuk menghindari sinar matahari yang terik. Telinga mereka yang besar juga membantu menjaga mereka tetap dingin sepanjang hari.

Mereka tidak perlu minum air sama sekali, karena tubuh mereka sudah beradaptasi untuk hidup di gurun. Sebaliknya, mereka mendapatkan semua air yang diperlukan dari tanaman secara langsung. Bulu mereka sebenarnya cukup tebal, dan membuat mereka tetap hangat selama malam yang dingin di gurun.

Komentar