Home » Binatang Buas » Hewan-hewan Herbivora Paling Kuat di Dunia

Hewan-hewan Herbivora Paling Kuat di Dunia

Seekor herbivora memiliki pola makan yang terdiri atas tumbuhan, yang sering kali memberikan disposisi yang agak jinak terhadap kelompok secara keseluruhan. Namun tidak bijaksana untuk berasumsi bahwa beberapa herbivora tidak sekuat beberapa karnivora pemakan daging yang ganas.

Salah satu aspek dari beberapa herbivora adalah kemampuannya untuk tumbuh hingga ukuran besar, yang terbukti merepotkan bagi hewan dan manusia. Mereka juga bisa menjadi sangat teritorial dan konfrontatif pada ancaman yang dirasakan dan akan menggunakan berbagai persenjataan pertahanan, dari tanduk hingga gading hingga paruh tajam, untuk melindungi diri mereka sendiri.

Kuda nil

Kuda Nil

Kuda nil mungkin terlihat tenang saat mereka bersantai di danau, tetapi hewan besar ini terkenal pemarah. Kuda nil sangat teritorial dan dapat menjadi kasar karena kesalahan langkah yang dilakukan hewan luar. Betina bisa sangat protektif terhadap anak-anak mereka dan akan merespons ancaman yang dirasakan dengan cepat. Herbivora besar ini diketahui menyerang dan membunuh sekitar 2.900 orang setiap tahun di Afrika.

Badak

Badak hitam langka

Hal pertama yang membuat badak berbahaya adalah kenyataan bahwa mereka sangat besar! Badak putih jantan dapat tumbuh hingga panjang 3,5 hingga 4 meter, tinggi hingga 1,8 meter dan berat mulai dari 2.200 hingga 3.600 kg. Badak akan menyerang saat terancam dan meskipun ukurannya besar, mereka masih dapat mencapai kecepatan hingga 55 kph saat berlari. Mereka dikenal dengan dua tanduk besar di hidungnya, terbuat dari keratin, dan tanduk ini menjadi sasaran utama para pemburu liar. Perburuan tetap menjadi salah satu ancaman terbesar bagi populasi badak hingga hari ini.

Kerbau Afrika

Kerbau Afrika

Kerbau Afrika atau Cape Buffalo adalah hewan teritorial dan salah satu herbivora paling kuat. Ditemukan di Afrika, mereka dilaporkan telah membunuh sekitar 200 orang setiap tahun. Kerbau Afrika dapat memiliki berat hingga 900 kg dan telah dikenal akan menyeruduk ketika diprovokasi, menjatuhkan korban, menginjak-injak mereka, dan menanduk mereka dengan tanduk besar mereka. Kematiannya membuatnya mendapat julukan ‘Kematian Hitam’.

Bison Amerika

Bison Amerika

Diperkirakan 30-60 juta bison pernah berkeliaran dalam kawanan besar di seluruh Amerika Utara, tetapi hampir diburu hingga punah pada akhir abad ke-19. Sementara upaya konservasi yang lebih baru telah menyebabkan peningkatan jumlah bison di seluruh Amerika Serikat, hal itu juga menyebabkan peningkatan interaksi manusia dan bison.

Taman Nasional Yellowstone di Wyoming adalah satu-satunya tempat di AS di mana bison terus berkeliaran sejak zaman prasejarah dan jutaan wisatawan berkunjung setiap tahun dengan harapan untuk melihat sekilas hewan berkuku Amerika yang ikonik ini, merumput di lingkungan alaminya.

Bison jantan dewasa dapat mencapai tinggi 1,8 meter, berat hingga 900 kg, dan meskipun ukurannya besar, mereka dapat berlari dengan kecepatan hingga 55 km per jam. Ketika merasa terancam, seekor bison dapat menyerang orang-orang tanpa dianggap memprovokasi, menanduk korban dengan dua tanduk melengkungnya, sambil menginjak-injak dan melemparkan penyerangnya.

Gajah Afrika

Gambar gajah hutan Afrika

Ini tidak akan menjadi daftar herbivora terkuat tanpa menyebutkan yang terbesar dari semuanya. Gajah Afrika adalah mamalia darat terbesar di dunia, beberapa di antaranya beratnya mencapai 7 ton! Gajah dapat mengonsumsi hingga 140 kg makanan setiap hari, berkeliaran dalam jarak yang sangat jauh sambil mencari makan, bergerak dalam kawanan besar yang tidak terlalu mencolok.

Gajah dikenal berhasil melawan singa dan mengusir hyena, dan terlihat menyerang kuda nil dengan mudah. Jumlahnya bervariasi, tetapi hingga 500 orang dikatakan dibunuh setiap tahun oleh gajah. Ciri paling ikonik mereka adalah gading besar, yang ditampilkan paling mencolok pada jantan, dan sementara gading dapat digunakan sebagai metode perlindungan, gading yang sama itulah yang dikaitkan dengan ancaman terbesar gajah bagi kelangsungan hidupnya melalui perburuan ilegal.

Komentar