Home » Binatang Buas » Mengenal Komodo, Sejarah, Karakteristik, dan Habitatnya

Mengenal Komodo, Sejarah, Karakteristik, dan Habitatnya

Indonesia dikenal kaya akan keragaman faunanya. Salah satu fauna endemik Indoensia adalah komodo. Komodo merupakan salah satu reptil purba yang statusnya dilindungi oleh pemerintah. Hewan yang hanya terdapat di Pulau Komodo ini merupakan spesies kadal terbesar di dunia. Selain di pulau Komodo, reptil ini juga hidup di Rinca, Flores, Nusa Tenggara, Gili Motang, dan Gili Dasami. Penduduk setempat bahkan menjuluki hewan ini sebagai ora atau buaya darat.

Dalam hal berburu, komodo biasanya memangsa hewan seperti rusa, babi, kerbau, dan hewan lainnya. Mereka akan mendekat pada target mangsanga dengan cara berjalan cepat kemudian menggigit bagian kaki dari mangsa tersebut. Berbeda dengan hewan predator lain yang biasanya membunuh dengan cara mencengkram mangsanya. Hal ini dilakukan komodo hanya dengan satu gigitan saja. pasalnya, di dalam air liur komodo terdapa efek racun yang dapat membuat mangsa mati dengan sendirinya. Barulah komodo dapat memakan mangsa tersebut. Sisa makanan seperti tulang maupun bulu akan dikeluarkan karena tidak dapat dicerna dalam tubuhnya.

Sejarah Penemuan Komodo

Pertama kali hewan ini didokumentasikan oleh Pieter Antoine Ouwens pada tahun 1912 yang menerbitkan paper yang memuat berita mengenai komodo tersebut. Lama kelamaan berita dari paper tersebut akhirnya menyebar. Bahkan reptil raksasa ini menjadi hewan yang menginsipirasi pembuatan film King Kong yang dirilis pada tahun 1933.

Akhirnya, setelah paper tersebut menyebar luas, maka dilakukanlah ekspedisi ke pulau Komodo yang dipimpin oleh seorang penjelajah bernama W Douglas Burden pada tahun 1926. Ia merupakan orang pertama yang menyebut komodo sebagai hewan endemik asli Indonesia.

Karakteristik Komodo

Komodo dewasa umumnya dapat tumbuh dengan berat mencapai 70kg jika hidup di alam bebas, sedangkan jika hidup di penangkaran, maka panjang tubuhnya dapat mencapai 3 meter dengan berat 160 kg. Jika diperhatikan sekilas, hewan ini seperti tidak memiliki gigi, akan tetapi sebenarnya komodo memiliki gigi tajam dengan panjang masing-masing sekitar 2,5 cm dan berjumlah kurang lebih 60 buah.

Air liurnya mengandung racun yang mematikan yang bercampur dengan darah. Makhluk hidup yang terinfeksi oleh racun liur tersebut akan menyebabkan infeksi yang mengakibatkan darah tidak dapat membeku serta efek mematikan lainnya. Hal ini membuat mangsa yang tergigit menjadi lemah dan lama-kelamaan menemui ajalnya. Kemudian, mereka juga memiliki lidah yang panjang berwarna kuning dengan ujung yang bercabang.

Komodo jantan umumnya berukuran lebih besar dibandingkan dengan komodo betina. Selain itu, warna kulitnya pada komodo jantan biasanya berwarna lebih gelap sampai dengan warna merah batu bata. Sedangkan pada kulit komodo betina berwarna hijau buah zaitun serta terdapat potongan kecil berwarna kuning pada area tenggorokan. Adapun komodo muda memiliki warna kulit yang berwarna lebih kuning cerah, hijau, dan juga putih pada lapisan dasar yang berwarna hitam.

Komodo memiliki kulit yang cenderung kasar dan tahan lama. Hal ini dikarenakan kulit tersebut diperkuat dengan adanya lempeng tulang yang dikenal dengan istilah osteoderms. Selain itu, komodo juga memiliki cakar yang panjang dan kuat dengan ekor yang kuat. Mereka juga memiliki penglihatan yang sangat baik. Bahkan, kemampuan ini dapat membuat komodo mampu melihat benda dengan jarak 1000 kaki atau 300 meter dengan sangat baik.

Selain memiliki penglihatan yang baik, komodo juga memiliki kecepatan berlari yang tinggi meskipun mereka lebih suka berburu secara sembunyi-sembunyi. Komodo akan mengamati mangsanya terlebih dahulu sebelum memangsa korbannya dengan cepat.

Habitat Komodo

Komodo merupakan hewan endemik asli Indonesia, habitatnya hanya terdapat di pulau Komodo Nusa Tenggara Timur serta beberapa pulau di dekatnya seperti pulau Gili Montang, Rinca, dan Gili Dasami. Komodo juga dapat anda temui di pulau Flores, di mana komodo dapat menjelajah pulau dengan bebas. Akan tetapi, anda tidak dapat menemukan komodo pada saat wisata di daerah pulau Padar.

Sebenarnya, komodo dapat hidup di hutan tropis kering sabana hingga hutan musim gugur. Hal ini dikarenakan komodo menyukai suhu dengan panas ekstrem atau sekitar 35 derajat celcius serta kelembapan 70% di beberapa pulau di Indonesia.

Komodo memiliki kebiasaan tidur pada lubang sedalam 1 hingga 3 meter yang mereka gali sendiri menggunakan cakarnya yang kuat. Kebiasaan tersebut bertujuan untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap angat sehingga dapat mengurasi intensitas berjemur di pagi hari selanjutnya.

 

Komentar