Home » Semua Hewan » Insekta » Kenali Gejala Gigitan Tomcat dan Cara Mengatasinya

Kenali Gejala Gigitan Tomcat dan Cara Mengatasinya

Beberapa waktu lalu, Indonesia sempat digegerkan dengan adanya serangga kecil yang dapat menimbulkan bahaya bagi masyarakat. Serangan tersebut berupa gigitan serangga yang bernama Tomcat. Akibat gigitan tersebut, kulit akan mengalami iritasi serta menimbulkan rasa seperti terbakar selama beberapa jam dan timbul bercak kemerahan hingga menyebabkan kulit melepuh dan berisi nanah.

Tomcat sendiri merupakan hewan Insekta yang masih memiliki kekerabatan dengan jenis kumbang. Ukuran tubuhnya berkisar antara 8 mm sampai dengan 1 cm serta warna tubuh oranye atau merah dengan sepasang sayap yang keras. Hewan ini biasa hidup di area perairan yang mengalir dan saluran drainase. Akan tetapi, saat musim hujan atau banjir, tomcat akan berpindah ke area yang lebih kering. Mereka akan muncul dengan gerakan merayap dengan tujuan untuk menyembunyikan sayapnya ketika berjalan dan akan terlihat seperti semut. Apabila dalam keadaan terancam, tomcat akan meningkatkan jumlah racun dalam perutnya seperti halnya dengan kalajengking untuk menakuti musuhnya. Racun yang terdapat dalam tubuh tomcat 12 kali lebih kuat jika dibandingkan dengan racun ular berbisa. Cairan tersebut bernama cairan hemolim atau yang lebih dikenal dengan racun aederin.

Racun inilah yang kemudian digunakan tomcat untuk menggigita mangsanya bahkan membuat geger masyarakat Indonesia karena bahaya yang ditimbulkannya. Bagaimanakah gejala yang ditimbulkan oleh gigitan tomcat? Berikut penjelasannya.

Gejala Gigitan Tomcat

Tentang “TOMCAT” si serangga mematikan

Jangankan gigitan, bersentuhan sedikit saja dengan tomcat daat memberikan efek beracun pada tubuh. Hal ini disebabkan karena darah tomcat mengandung racun aederin tersebut. Sehingga apabila tersentuh, maka racun akan dikeluarkan melalui tubuhnya dan kemudian diserap oleh kulit kita. Adapun gejala yang ditimbulkan antara lain.

  • Kulit Akan Terasa Panas

Beberapa saat setalah terpapar oleh racun tomcat, kulit kita akan merasakan efek panas seperti terbakar yang menimbulkan warna kemerahan pada kulit.

  • Gatal

Rasa panas yang ditimbulkan dibarengi dengan rasa gatal. Biasanya gatal-gatal pada kulit akan terasa 24 jam kemudian setelah bersentuhan dengan hewan ini.

  • Melepuh

Jika kulit terus menerus merasa gatal dan digaruk, maka akan menimbulkan bentuk lepuhan yang mengandung nanah. Gelembung lepuhan biasanya akan muncul satu hari setelah terkena gigitan dan akan bertahan sekitar 4 hingga 7 hari.

  • Kaku dan Nyeri

Selain melepuh, kulita juga akan terasa kaku dan kesemutan dengan efek nyeri yang amat perih. Racun yang telah mengiritasi anda dapat pula berpindah menularkan kulit orang lain melalui cairan luka yang ditimbulkan.

Cara Mengatasi

Pertolongan pertama yang dapat anda lakukan jika terkena gigitan tomcat adalah dengan mencuci kulit yang terkena gigitan atau tersentuh langsung dengan tomcat tersebut menggunakan air bersih dan sabun. Akan tetapi, anda tidak perlu menggosok terlalu keras untuk menghindari timbulnya iritasi. Cara lengkap mengatasi gigitan dari tomcat antara lain sebagai berikut.

  • Menghilangkan racunnya terlebih dahulu

Hilangkan racun yang menempel pada area tubuh yang terkena gigitan tomcat terlebih dahulu. Usahakan jangan langsung menyentuh racunnya dengan jari tangan anda karena dapat membuat jari akan ikut terkena racun.

  • Cuci bersih area yang terpapar racun

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, segera cuci area yang terkena gigitan atau terpapar racun tomcat menggunakan air bersih dan sabun secara perlahan agar tidak menimbulkan iritasi pada kulit.

  • Kompres dengan air dingin

Setelah area kulit dicuci bersih, langkah selanjutnya adalah mengompres area tubuh yang terkena gigitan menggunakan kain yang telah dibasahi air dingin atau es batu. Jangan langsung menempelkan es batu pada kulit anda secara langsung. Kompres ini bertujuan untuk meringankan iritasi dan warna kemerahan pada kulit dan mencegah timbulnya bentol yang berisi nanah. Lakukan cara ini selama 15 menit dan terus ulangi sampai gejala tidak lagi terasa.

  • Oleskan lidah buaya

Selain mengompresnya menggunakan air dingin, anda juga dapat menggunakan lidah buaya untuk mengobati gigitan tomcat. Caranya dengan mengoleskan gel pada lidah buaya yang dipetik langsung dari tanamannya pada area kulit yang terpapar. Bila di rumah anda tidak terdapat lidah buaya, anda dapat menggantinya dengan produk yang mengandung bahan aloe vera murni.

  • Mengolekan krim antihistamin

Krim ini dapat membantu mengatasi nyeri serta gatal. Anda cukup mengoleskan krim antihistamin ini dengan campuran air atau soda kue agar hasilnya lebih maksimal.

  • Hindari terus menggaruk area kulit

Usahakan hindari menggaruk area kulit yang terkena gigitan tomcat karena hal ini dapat menyebabkan iritasi dan memperparah luka pada kulit anda.

Cara Menghindari Gigitan Tomcat

  • Menjaga kebersihan lingkungan

Selain upaya untuk mengatasi gigitan tomcat, menghindari serangan gigitannya pun perlu diperhatikan juga. Lingkungan yang kotor dan lembap sangat disukai oleh tomcat, untuk itu jaga selalu kebersihan sekitar rumah anda untuk menghindari tomcat tinggal di sana.

  • Tutup lubang angin

Tutuplah lubang-lubang angin di rumah anda menggunakan kasa khusus nyamuk karena tomcat dapat masuk melalui lubang-lubang tersebut. Apabila rumah anda berdekatan dengan sawah atau kebun, tutuplah pintu dan jendela ketika lampu rumah anda sedang menyala. Hal ini karena tomcat juga ternyata menyukai tempat-tempat terang.

  • Cuci bersih pakaian atau kain

Apabila anda telah menemukan tomcat yang hinggap di pakaian atau kain di rumah anda, maka segera cuci. Karena racun yang terdapat pada tomcat dapat menempel pada kain-kain tersebut dan dapat terkena kulit anda.

  • Gunakan kelambu saat tidur

Kelambu dapat membantu anda untuk menghindari serangan tomcat yang menyukai cahaya lampu, sehingga jika tomcat-tomcat tesebut jatuh tidak langsung mengenai tubuh anda.

Itulah beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mengatasi gigitan tomcat, apabila iritasi yang dirasakan masih terasa, maka segeralah untuk menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Komentar