Home » Mamalia » Gajah Sumatera: Kebiasaan, Habitat, Makanan, Populasi, dan Gambar

Gajah Sumatera: Kebiasaan, Habitat, Makanan, Populasi, dan Gambar

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) adalah gajah Asia terkecil. Mereka berbeda dengan dua sub-spesies lainnya secara morfologis, anatomis, dan genetik karena memiliki kulit yang lebih cerah dengan bintik-bintik tak berpigmen yang lebih sedikit. Gajah Sumatera jantan umumnya menunjukkan gading yang cenderung tidak tumbuh panjang. Gading gajah betina sangat pendek, biasanya disembunyikan di bawah bibir atas.

Gambar gajah Sumatera

Gajah Sumatera adalah hewan endemik Pulau Sumatra di Indonesia, di mana hewan ini mendiami daerah-daerah di sekitar sungai di hutan dataran rendah serta hutan berbukit selama musim-musim tertentu. Selama 25 tahun terakhir, hewan yang terancam punah ini telah kehilangan sekitar setengah dari keseluruhan populasi mereka dan saat ini sudah punah dari 69% wilayah aslinya karena deforestasi.

Kebiasaan gajah Sumatera

Gajah Sumatera adalah hewan yang sangat mudah bergaul, membentuk kawanan yang terdiri atas 20-35 ekor atau 3-23 ekor (menurut sumber lain), yang didominasi oleh betina dewasa terbesar. Ketika mencapai usia remaja, pejantan dipaksa meninggalkan kawanan atau melakukannya sendiri, biasanya bergabung dengan kawanan hanya untuk kawin. Sementara itu, betina terus hidup bersama kawanan, di mana mereka berfungsi sebagai “pengasuh.” Gajah jantan dewasa yang sudah tua benar-benar sendirian karena tidak dapat berkelana bersama kawanannya.

Gajah-gajah ini bisa aktif setiap saat di sepanjang hari, meskipun periode peningkatan aktivitas biasanya terjadi mulai dari 2 jam sebelum sore hari hingga 2 jam sebelum subuh, waktu ketika mereka mencari makanan. Ketika sebuah kawanan berkelana, para anggotanya terus-menerus berkomunikasi untuk menjaga integritas kawanan. Bentuk komunikasi yang khas adalah getaran lembut dari belalai atas yang didengar oleh sejenisnya. Menurut sebuah studi baru-baru ini, gajah mampu mengeluarkan suara subsonik yang bisa dirasakan pada jarak hingga 5 km.

Makanan gajah Sumatera

Ciri-ciri Gajah Sumatera

Gajah Sumatra adalah herbivora. Makanan utama dari gajah-gajah ini terdiri atas liana, kulit kayu, pisang, daun muda, serta berbagai jenis tumbuhan liar. Ketika melintasi sawah atau lahan pertanian, gajah Sumatra juga dapat memakan padi, tebu, daun kelapa muda, serta buah-buahan yang berbeda seperti pepaya.

Perkawinan gajah Sumatera

Sedikit yang diketahui tentang perilaku kawin dan reproduksi gajah Sumatera. Hewan-hewan ini dapat berkembang biak setiap saat di sepanjang tahun dengan periode puncak terjadi pada musim hujan. Masa kehamilan berlangsung selama 19-21 bulan, menghasilkan bayi tunggal setiap 4 tahun.

Gajah yang baru lahir dari spesies ini biasanya memiliki berat kurang dari 90 kg. Selama 2 tahun pertama kehidupannya, anak gajah diberi susu ibu. Penyapihan terjadi pada sekitar usia 3 tahun. Usia kematangan seksual adalah 8-10 tahun untuk betina dan 12-15 tahun untuk pejantan.

Populasi

Foto gajah Sumatera

Ancaman populasi

Salah satu ancaman terbesar terhadap populasi spesies ini adalah berubahnya wilayah alami mereka menjadi lahan pertanian dan pemukiman manusia yang mengarah pada konflik antara gajah dengan manusia. Hal ini mengakibatkan pengusiran dan sejumlah besar kematian di antara populasi gajah di alam liar. Gajah Sumatera dibunuh tidak hanya karena konflik ini, tetapi juga diburu untuk diambil gadingnya yang memiliki nilai komersial tinggi. Populasi yang tersisa di Sumatra saat ini ada di tujuh provinsi. Namun, gajah-gajah ini terus menderita karena kehilangan habitatnya dan meningkatnya konflik dengan manusia.

Jumlah populasi

Menurut WWF (World Wildlife Fund), jumlah total populasi gajah Sumatra saat ini adalah sekitar 2.400-2.800 individu liar. Jumlah spesies ini berkurang dan saat ini diklasifikasikan sebagai Critically Endangered (CR) atau Terancam Punah pada Daftar Merah IUCN.

Fakta-fakta menarik lainnya tentang gajah Sumatera

🐘 Di alam liar gajah Sumatera bisa hidup sampai 70 tahun.

🐘 Gajah Sumatera memiliki berat rata-rata 2-4 ton, tinggi badan 2-3,2 meter, dan kecepatan 43 km/jam.

🐘 Hewan ini memiliki 20 pasang tulang rusuk, berbeda dengan gajah Asia lainnya yang memiliki 19 pasang tulang rusuk.

🐘 Gajah dapat menyedot hingga 9 liter air sekaligus. Ketika di sungai, mereka biasanya minum air dengan mulut mereka. Saat mandi di perairan dangkal seperti rawa, mereka menyedot air melalui belalainya dan dapat menyedot sebanyak 9 liter sekaligus.

🐘 Untuk mendinginkan dan melindungi kulit mereka dari gigitan serangga ektoparasit, gajah secara teratur berkubang di dalam lumpur, biasanya pada sore hari dan pada jam-jam siang hari.

🐘 Gajah Sumatera diketahui memiliki dua periode tidur dalam sehari, yaitu pada tengah malam dan siang hari. Ketika tidur di tengah malam, mereka berbaring miring pada lapisan rumput lembut. Pada siang hari, mereka tidur sambil berdiri di bawah naungan pohon. Selain itu, mereka bisa mendengkur saat lelah.

🐘 Terlepas dari pendapat umum, gajah tidak takut pada tikus. Sebaliknya, mereka biasanya menghindari semut dan lebah.

🐘 Karena beratnya yang sangat masif, gajah tidak bisa mengangkat keempat kakinya secara bersamaan. Karenanya, mereka tidak dapat berlari cepat dan melompat. Namun, gajah bisa bergerak maju dan mundur.

🐘 Dibandingkan dengan hewan darat lainnya, gajah mutlak adalah seekor hewan raksasa. Namun gajah terlihat kerdil bila dibandingkan dengan paus: lidah paus biru bisa seberat gajah dewasa.

Komentar