Home » Dunia Binatang » 8 Fakta Unik Hewan Gajah, si Mamalia Besar yang Perasa

8 Fakta Unik Hewan Gajah, si Mamalia Besar yang Perasa

Gajah merupakan hewan mamalia terbesar dan juga pintar yang ada di dunia saat ini, bahkan seluruh bagian tubuhnya berukuran besar. Karakteristik gajah yang paling terkenal adalah adanya gading yang runcing, daun telinga yang lebar, kaki yang tebal serta tak lupa belalainya yang sangat panjang.

Meskipun berukuran besar, akan tetapi mereka adalah hewan yang lembut dan setia kawan terhadap teman sejenisnya. Saat ini, kita mengenal dua spesies jenis gajah di dunia binatang yakni gajah Afrika dan gajah Asia. Perbedaan di antara keduanya terletak pada ukurannya. Gajah Afrika berukuran lebih besar dibandingkan dengan gajah Asia. Di Indonesia sendiri dikenal pula terdapat dua spesies gajah Asia yaitu gajah Sumatera dan juga gajah Kalimantan.

Sayangnya, saat ini gajah termasuk hewan dilindungi yang terancam punah. Orang-orang banyak memburu hewan ini untuk diambil gadingnya secara ilegal di pasar gelap internasional baik sebagai obat maupun aksesoris yang bernilai jual tinggi. Alasan lainnya adalah karena banyak orang yang mempercayai bahwa dengan memiliki gading ini maka derajat seseorang dapat meningkat. Untuk tetap menjaga kelestarian gajah, pada tahun 2012, PBB menetapkan Hari Gajah Sedunia yang jatuh pada tanggal 12 Agustus.

Tertarik Wisata Naik Gajah? 5 Alasan Ini Bakal Bikin Kamu Berpikir ...

Fakta Unik Hewan Gajah

1. Dipimpin oleh Seekor Betina

Jika kebanyakan hewan dipimpin oleh seekor jantan, lain halnya dengan gajah. Kawanan gajah justru dipimpin oleh seekor gajah betina atau disebut dengan matriakal. Pemilihan pimpinan ini berdasarkan usia yang paling tua, dimana semakin tua usia gajah betina maka semakin besar pengaruhnya dalam kawanan tersebut. Jika anda perhatikan, di dalam satu keluarga gajah jarang ditemukan adanya gajah jantan dewasa. Hal ini terjadi karena gajah jantan dewasa hanya akan hidup bersama kawanannya selama 15 tahun saja sebelum akhirnya berpisah dengan induk mereka.

2. Gajah Jantan

Seperti yang telah dijelaskan pada point nomor 1 di atas bahwa setelah 15 tahun, gajah jantan akan berpisah dengan induk serta kawanannya dan menjalani kehidupan nomaden dan soliter. Biasanya mereka akan berpindah-pindah tempat untuk menemukan makanan serta bertahan hidup dan cenderung menyendiri atau tidak berkelompok. Terlebih lagi jika mereka telah melewati masa puber sekitar 12-15 tahun, maka mereka akan sedikit demi sedikit menjadi mandiri dan tidak hidup bergantung dengan keluarganya.

3. Kekuatan Belalai

Salah satu ciri khas dari gajah adalah adanya belalai panjang dan merupakan bagian terpenting. Fungsi belalai ini adalah sebagai pengganti tangan yang mampu mengangkat berbagai jenis benda termasuk pohon. Selain itu, belalai juga dimanfaatkan gajah untuk minum, gajah dapat menghisap 14 liter air melalui belalainya serta dapat pula menyemburkannya kembali. Air yang disemburkan biasanya digunakan untuk mandi dan membersihkan debu-debu yang menempel pada tubuh serta melindungi dari sengatan sinar matahari.

4. Periode Kehamilan

Saat hamil, waktu yang dibutuhkan gajah betina untuk melahirkan adalah selama 22 bulan serta dinobatkan sebagai hewan dengan periode kehamilan paling lama di dunia. Berat bayi gajah yang baru lahir dapat mencapai 120 kg dan dapat langsung berdiri.

5. Mampu Mendeteksi Badai Petir

Menurut Discover Wildlife, gajah memiliki semacam kemampuan untuk mendeteksi adanya badain petir dari jarak 280 km. Bukannya menghindar, mereka justru akan semakin mendekati badai tersebut untuk mendapatkan persediaan air. Hal senada juga diungkapkan dalam sebuah riset jurnal Plos One.

6. Kebiasaan Makan

Makanan gajah berupa rumput, akar, kulit kayu, dan buah-buahan. Selera makan gajah pun ditentukan dengan berat tubuh mereka. Pada gajah dewasa dapat menghabiskan rumput hingga mencapai 130 kg yang habis dalam satu hari. Dengan nafsu makan yang tinggi, makan inilah yang merupakan hobi utama dari seekor gajah. Dalam satu hari, gajah juga mampu mengonsumsi air hingga 83 liter. Maka tak heran jika gajah berukuran sangat besar.

7. Memiliki Kulit yang Keriput

Tekstur kulit dari gajah terlihat keriput dengan warna abu-abu. Fungsi dari kulit keripunya ini tidak lain sebagai sistem yang menjaga tubuh agar tetap stabil, tidak terlalu hangat maupun dingin. Kulit keriput tersebut mampu manjaga kelembapan udara dalam tubuh dan mengatur suhu tubuh gajah. Selain itu, kulit keriput ini juga tebal dengan ketebalan mencapai 4 cm yang berfungsi untuk melindunginya dari ancaman suhu yang rendah. Pada kulit gajah dewasa kerap kali ditemukan adanya rambut tipis yang tersebar tidak merata di sekujur tubuhnya. Biasanya rambut-rambut ini terlihat pada aeraa mata, dagu, serta ekor.

8. Gading

Ternyata gading gajah bukannlah hiasan saja, melainkan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka. Gading yang sangat kuat ini berfungsi untuk mengambil air, mengangkat batang pohon, serta bertarung yang akan terus bertumbuh 17 cm sepanjang tahun. Selain itu, gading juga digunakan sebagai alat untuk menarik perhatian gajah betina. Ironisnya, gading inilah yang paling banyak diburu oleh manusia sehingga membuat populasi gajak semakin berkurang dari waktu ke waktu.

Gajah Memiliki Sifat Peduli dan Perasa

Gajah diketahui memiliki rasa peduli terhadap sesamanya. Sebuah hasil eksperimen menunjukkan ketika seekor gajah merasa sedih, maka gajah lain akan turut merasakan hal yang sama. Pada situasi tersebut, mereka akan memberikan semangat kepada temannya yang sedang bersedih bahkan mereka akan meletakkan belalainya pada gajah tersebut.

Kemudian, pada penelitian yang dilaporkan oleh Discover Wildlife bahwa gajah memiliki memori kuat dan bersifat jangka panjang serta perilaku yang ditunjukkan gajah betina tua apabila terjadi kekeringan pada daerah tempat kawanannya tinggal. Pimpinan gajah itu akan segera mengoordinasi kawanannya untuk segera meninggalkan tempat itu dan mencari daerah di mana sumber air tersedia lebih banyak lagi. Mereka akan cenderung mengingat dan menyimpulkan hal ini sehingga dapat mengantisipasi apa yang harus dilakukan serta tidak akan mengunjungi tempat kering tersebut kembali.

Komentar