Home » Mamalia » Fakta Menarik Gajah Asia, Makhluk Terbesar di Seluruh Asia

Fakta Menarik Gajah Asia, Makhluk Terbesar di Seluruh Asia

Gajah adalah makhluk hidup terbesar di Asia. Nama ilmiah gajah Asia adalah Elephas maximus. Mereka adalah satu-satunya spesies yang masih bertahan dari genus Elephas. Ada tiga subspesies Elephas maximus yang secara kolektif disebut sebagai gajah Asia, yaitu subspesies yang ditemukan di Sri Lanka, subspesies yang ditemukan di India, dan subspesies yang ditemukan di Sumatera.

Gambar keluarga gajah Asia

Berikut adalah ulasan komprehensif tentang berbagai fakta menarik gajah Asia.

Ukuran

Dibandingkan dengan gajah Afrika, gajah Asia berukuran lebih kecil. Tingginya 2 sampai 3 meter dan berat rata-rata sekitar 4.000 kg. Mereka memiliki kulit yang halus, berwarna abu-abu hingga coklat. Mereka memiliki telinga yang jelas lebih kecil dari gajah Afrika.

Belalai

Belalai gajah Asia lebih keras daripada gajah lainnya. Ujung belalai gajah biasanya memiliki dua lipatan kulit yang menyerupai ‘bibir.’ Gajah Asia hanya memiliki satu bibir, yaitu yang bagian bawah. Mereka memiliki rentang hidup rata-rata sekitar 60 hingga 70 tahun. Namun, beberapa individu bahkan berusia di atas 80 tahun!

Gading

Satu fakta menarik tentang gajah Asia adalah bahwa gajah Asia betina benar-benar tidak memiliki gading/taring atau hanya memiliki gading yang belum sempurna. Gading (tusk) yang belum sempurna seperti itu disebut ‘tush.’ Di sisi lain, tidak semua gajah jantan memiliki gading; beberapa tidak memilikinya. Hampir 90% gajah jantan Asia yang ditemukan di India bagian selatan memiliki gading; sementara hanya sekitar 5% dari gajah yang ditemukan di Sri Lanka memiliki gading.

Perilaku

Gajah Asia

Gajah adalah hewan yang sangat sosial dan sering bergerak dalam kelompok yang terdiri atas 6 hingga 7 individu. Kelompok ini dipimpin oleh betina tertua dan terbesar; karenanya struktur sosial ini sering disebut sebagai matriarkal. Terkadang dua atau lebih kelompok berkumpul dan membentuk kawanan, terutama saat bermigrasi.

Gajah Asia adalah hewan yang sangat lembut dan jinak. Sifat sosial hewan tersebut bahkan tercermin dalam cara mereka berkomunikasi dengan satu sama lain. Sebagian besar gajah mengeluarkan suara seperti terompet, namun mereka terkadang mendengkur (purring) saat makan. Suara frekuensi rendah ini terdengar dari jarak jauh, kadang-kadang sampai sejauh 15 km!

Gajah bahkan digambarkan sebagai makhluk yang agak pemalu. Seekor gajah lebih mungkin melarikan diri daripada bertahan dan menyerang jika terjadi bahaya. Mereka hanya memiliki sedikit musuh. Namun ada beberapa contoh harimau menyerang gajah yang lemah atau anak gajah.

Perkawinan

Gajah Asia jantan biasanya mencapai kematangan seksual pada sekitar umur 14 tahun. Pejantan yang matang secara seksual mengalami periode yang disebut ‘musth.’ Ini adalah periode di mana pejantan berubah menjadi sangat agresif. Tingkat testosteron selama periode musth bisa 100 kali lebih tinggi daripada biasanya. Gajah tawanan (yang digunakan dalam sirkus atau kebun binatang) perlu dirantai selama periode ini atau mereka dapat menyebabkan kekacauan besar-besaran.

Gajah Asia betina mencapai kematangan seksual lebih awal dari pejantan, yakni pada usia sekitar 9 tahun. Ini mungkin adalah alasan mengapa gajah mengikuti struktur sosial matriarkal. Rata-rata betina yang matang secara seksual melahirkan anak setiap 4 tahun. Jika kondisi tempat tinggal mereka baik, periode ini dapat berkurang hingga menjadi sekitar 2,5 tahun. Anak gajah menyusu pada induknya hingga 3 tahun. Betina cenderung tetap berkelompok, sementara pejantan memisahkan diri setelah dewasa.

Ingatan dan kecerdasan

Gambar anak gajah

Tahukah Anda, otak gajah sama rumitnya dengan otak manusia dan bahkan mengandung jumlah neuron yang hampir sama! Otak yang sangat kompleks ini memungkinkan gajah untuk meniru, bermain, bercanda, mengingat, dan bahkan merasakan emosi seperti cinta, kasih sayang, dan kesedihan. Bukti sifat-sifat ini terlihat dalam perilaku sosial gajah. Gajah juga memiliki rasa altruisme yang dalam. Mereka membantu gajah dan hewan lain yang berada dalam kesusahan, bahkan manusia.

Fakta menarik lainnya tentang gajah adalah mereka menunjukkan ‘ritual kematian.’ Mereka adalah satu-satunya makhluk hidup selain manusia yang benar-benar memiliki ritual kematian. Ketika seekor gajah mati, gajah-gajah lain dari kelompoknya berkumpul di sekitar jasad dan menutupi tubuhnya dengan dedaunan, ranting, dan pasir. Mereka bahkan menangis dan mengeluarkan suara menjerit keras. Gajah dari satu kelompok juga mengunjungi kuburan gajah dari kelompok lain.

Konservasi

Alasan utama gajah menjadi spesies yang terancam punah adalah hilangnya habitat alami mereka. Aktivitas manusia menyebabkan perambahan ruang dan habitat gajah. Selain itu, kegiatan perburuan liar juga menyebabkan berkurangnya jumlah gajah liar di Asia. Gading gajah sangat berharga dan gajah telah dibunuh dalam jumlah besar-besaran untuk diambil gadingnya. Namun perdagangan gading telah dilarang sejak tahun 1975.

Hanya ada sekitar 40.000 ekor gajah liar Asia sekarang yang tersebar di seluruh Asia. Banyak lembaga terkenal seperti World Wildlife Fund (WWF) berkontribusi untuk konservasi spesies yang terancam punah, termasuk gajah Asia.

Penangkaran

Gajah Asia juga telah lama dikembangbiakkan di penangkaran. Ini terutama karena mereka dapat dilatih untuk mengikuti instruksi. Gajah Asia karenanya telah digunakan sebagai binatang pengangkut, terutama untuk membawa kayu dari hutan ke bengkel atau pabrik. Secara historis, gajah digunakan di medan perang. Gajah Asia juga telah dilatih untuk bekerja di sirkus.

Makanan favorit

Gajah Asia mendiami padang rumput, hutan gugur, dan bahkan semak belukar. Ini sejalan dengan diet vegetarian ketat mereka; gajah memakan rumput, daun, kulit pohon, batang lunak, dan bahkan buah-buahan. Gajah tangkaran bahkan bisa memilih makanan favoritnya! Beberapa dari mereka sangat suka makan pisang, nasi, dan bahkan tebu. Gajah dapat bermigrasi, terutama untuk mencari air. Seekor gajah dewasa membutuhkan sekitar 80 hingga 200 liter air setiap hari.

Gajah adalah makhluk yang sangat menarik. Mereka memiliki ikatan khusus dengan manusia sejak dahulu kala dan terus memilikinya. Kita berharap edukasi tentang gajah terus digalakkan agar kita semua bisa bersama-sama menjaga kelestariannya.

Komentar