Home » Mamalia » Fakta Badak Putih, dari Habitat, Makanan, Sampai Populasinya

Fakta Badak Putih, dari Habitat, Makanan, Sampai Populasinya

Sempat berada di ambang kepunahan, badak putih (Ceratotherium simum) kini telah berhasil diselamatkan. Meskipun hewan ini sekarang dilindungi, mereka masih terancam oleh perburuan cula mereka. Di Afrika Selatan baru-baru ini tercatat kematian di antara badak putih terkait dengan perburuan liar. Saat ini, upaya intensif dilakukan untuk menghentikan perburuan liar serta perdagangan ilegal.

Gambar Badak Putih

Badak putih adalah mamalia terbesar kedua di dunia. Nama alternatif dari spesies ini adalah badak berbibir persegi, mengacu pada bibir atas hewan ini yang tidak berbulu dan berbentuk persegi. Kata “rhino” alias badak berasal dari kata Afrikaans (bahasa Jermanik Barat) yang berarti “lebar,” yang merujuk pada moncong lebar mamalia ini.

Sebaran

Hampir seluruh populasi spesies ini, sebanyak 98,8%, terkonsentrasi di Afrika Selatan, Namibia, Zimbabwe, dan Kenya. Badak putih diwakili oleh dua sub-spesies yang berbeda secara genetik: sub-spesies badak putih utara dan badak putih selatan. Sub-spesies pertama pernah mendiami Afrika utara-tengah, wilayah selatan Sahara. Saat ini, sub-spesies badak putih utara terbatas pada Taman Nasional Garamba di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Sub-spesies kedua, badak putih selatan, endemik di wilayah selatan Afrika. Jenis habitat yang disukai adalah padang rumput dan hutan savana terbuka. Secara keseluruhan, badak putih menyukai medan yang datar, didominasi oleh semak-semak. Hewan penggembala ini secara konstan membutuhkan daerah dengan rumput serta air untuk minum dan berkubang. Oleh karena itu, badak putih kadang-kadang terlihat di habitat rawa.

Kebiasaan dan Cara Hidup

Badak putih mungkin merupakan badak yang paling mudah bergaul, membentuk kelompok hingga 14 individu, meskipun ukuran kelompok biasanya lebih kecil. Setiap kelompok menempati wilayah setidaknya 7,5-8 km persegi. Wilayah mereka sangat bervariasi, tergantung pada jenis habitat serta ketersediaan sumber daya.

Badak putih adalah makhluk sedentary yang jarang menjelajahi daerah jelajahnya. Pejantan yang dominan dari spesies ini hidup sendirian dan dengan tegas akan mempertahankan wilayah mereka dari pejantan yang mengganggu. Namun, betina dan remaja dapat dengan bebas berkeliaran di wilayah jelajah mereka.

Perilaku teritorial ditampilkan dengan menandai seperti menyebarkan kotoran, menyemprotkan urin, menyeret kaki, serta merusak tanaman dengan tanduk mereka. Badak putih umumnya mentolerir spesies lain. Meskipun mereka jarang berkelahi, mamalia ini terkadang bisa terlibat dalam konfrontasi serius, yang meliputi adu cula kecil dan serudukan palsu.

Kegiatan harian badak putih meliputi mandi lumpur, yang membantu mereka untuk mendinginkan tubuh dan menyingkirkan parasit. Jam puncak aktivitas mereka berbeda di setiap musim: selama musim dingin mereka diurnal, di musim panas mereka adalah krepuskular.

Makanan

Badak Putih Sedang Makan

Badak putih adalah mamalia herbivora (graminivora), mempertahankan pola makan berbasis rumput. Hewan itu dapat bertahan hidup 4-5 hari tanpa minum air langsung, meskipun mereka akan minum dua kali sehari jika memungkinkan.

Kebiasaan Kawin

Sedikit yang diketahui tentang sistem perkawinan badak putih, meskipun mereka dianggap berpoligini. Selama musim reproduksi, betina akan datang ke wilayah pejantan untuk kawin. Badak jantan soliter dominan akan kawin dengan masing-masing betina selama 1-3 minggu. Pejantan dan betina akan menghabiskan banyak waktu saling mengejar satu sama lain, mengadu cula, dan berkomunikasi melalui berbagai panggilan.

Setelah periode ini berlalu, sang betina akan pergi. Badak putih dapat kawin setiap saat di sepanjang tahun, meskipun mereka umumnya melakukannya selama musim panas dan musim gugur. Satu anak badak akan lahir setelah masa hamil 16 bulan. Bayi yang baru lahir memiliki berat sekitar 50 kg. Badak muda cukup aktif segera setelah lahir.

Penyapihan anak badak terjadi dalam waktu 1-2 tahun. Pada usia 2-3 tahun, badak muda akan diusir oleh ibunya yang akan kawin lagi. Pejantan dari spesies ini siap berkembang biak pada usia 10-12 tahun, sedangkan betina lebih awal -pada usia 6 tahun.

Populasi

Ancaman populasi

Sayangnya, badak putih saat ini menghadapi penurunan populasi bersama dengan badak Afrika lainnya. Ancaman utama terhadap spesies ini adalah perdagangan cula badak internasional, yang menyebabkan tingginya angka kematian di antara hewan-hewan ini.

Ada dua pasar utama untuk badak: pasar Asia -terutama China, Taiwan, dan Korea Selatan, di mana hewan ini digunakan dalam pengobatan tradisional; dan pasar Timur Tengah, umumnya Yaman dan Oman, di mana tanduk mereka sangat dihargai dan dianggap sebagai bahan berharga, yang oleh penduduk setempat dijadikan “jamiya” tradisional -pegangan belati seremonial yang berukir ornamental. Badak putih menderita akibat hilangnya habitat alami mereka sebagai akibat dari perkembangan pertanian dan pemukiman manusia.

Jumlah populasi

Menurut Daftar Merah IUCN, total populasi badak putih adalah sekitar 20.170 ekor hewan yang hidup di alam liar. Menurut data tahun 2008, jumlah keseluruhan badak putih di penangkaran hanya 750 ekor. Saat ini, badak putih diklasifikasikan sebagai Hampir Terancam (Near Threatened/NT), meskipun jumlah mereka terus meningkat.

Peran ekologis

Badak putih adalah herbivora paling penting di seluruh jajaran mereka yang merumput di sejumlah besar rerumputan. Mereka membantu meningkatkan keanekaragaman hayati rumput dan berpotensi mencegah kebakaran hutan. Selain itu, badak putih memiliki hubungan timbal balik dengan beberapa spesies burung yang memakan serangga dan parasit yang ada di kulit dan punggung badak.

Fakta-fakta menarik lainnya

~ Badak putih adalah hewan darat terbesar kedua di dunia setelah gajah Afrika dan Asia.

~ Nama lengkap badak adalah “rhinoceros” (berarti ‘hidung tanduk’), yang merupakan kombinasi dari kata Yunani “rhino” (yang berarti ‘hidung’) dan “ceros” (yang berarti ‘tanduk’).

~ Badak putih adalah spesies dari keluarganya yang paling banyak ditemukan di seluruh dunia.

~ Badak putih diyakini mendapatkan nama mereka karena kesalahpahaman sederhana, karena kata “putih” dalam nama mereka diambil dari kata bahasa Afrikaans untuk menyebut “lebar.”

~ Tanduk mamalia ini terdiri dari keratin, yang juga membentuk rambut dan kuku kita.

~ Tanduk hewan ini merupakan sarana pertahanan diri yang penting. Mereka juga menggunakan bagian tubuh ini saat berkelahi dengan rival predator. Ketika terancam, anggota kelompok akan berkumpul dalam lingkaran. Hewan yang dewasa akan berdiri menghadap ke luar, sementara anak-anaknya tetap berada di tengah lingkaran untuk dilindungi.

~ Badak putih memiliki otak yang agak kecil untuk rasio tubuh mereka. Namun ini tidak mempengaruhi kemampuan intelektual mereka.

Komentar