Home » Ikan Discus » Daftar Penyakit Ikan Discus, Gejala dan Pengobatannya

Daftar Penyakit Ikan Discus, Gejala dan Pengobatannya

Raja ikan hias ini memang mempesona. Ikan discus menambahkan begitu banyak warna dan keindahan ke dalam akuarium Anda, tetapi mereka juga membutuhkan perawatan serius karena mereka adalah jenis ikan yang sensitif. Penyakit ikan discus, gejala, dan pengobatannya adalah topik penting dalam setiap diskusi para penggemar discus. Ikan discus membutuhkan kondisi akuarium yang tepat untuk tetap sehat dan bahagia. Namun, beberapa penyakit dan infeksi dapat terjadi bahkan di lingkungan yang ideal.

Ikan Discus

Ikan discus Anda dapat terserang beberapa penyakit saat mereka berada di dalam akuarium, tetapi ada kemungkinan bahwa mereka sudah terinfeksi ketika Anda membelinya. Oleh karena itu, Anda harus dapat mengetahui gejalanya untuk memberikan perawatan yang tepat waktu dan efektif.

Penyakit umum ikan discus

Penyakit ikan discus yang umum meliputi infeksi bakteri, parasit, dan wabah discus. Mereka juga dapat menderita keracunan karena kelebihan nitrat, klorin, amonia, atau kloramin.

Sebagai pemilik hewan peliharaan, tugas Anda adalah menyediakan lingkungan yang sehat untuk mereka. Tapi sekalipun itu semua sudah Anda berikan, terkadang ikan masih bisa sakit. Jadi, selalu siapkan diri Anda untuk menghadapi kemungkinan ini.

Dan berikut adalah beberapa penyakit umum yang sering menyerang ikan discus disertai gejala dan pengobatannya.

Napas pendek/ngos-ngosan

Ikan discus yang terlalu aktif dapat mengalami masalah pernafasan yang cepat atau ngos-ngosan. Jika discus Anda tidak terlalu aktif dan Anda melihat pola pernapasannya abnormal, itu berarti ada masalah kesehatan yang mendasarinya.

Pernapasan pendek biasanya merupakan indikator keracunan di dalam akuarium. Ini bisa berarti bahwa akuarium Anda kelebihan nitrat, amonia, klor, atau kloramin.

Hal pertama yang harus dilakukan dalam kasus ini adalah menguji kadar amonia dan nitrat dalam akuarium. Caranya adalah dengan membeli alat tes akuarium (water test kit) agar Anda dapat dengan mudah menguji kualitas air dari waktu ke waktu. Jika kadarnya baik-baik saja, maka keracunan bukanlah penyebabnya. Kekurangan oksigen di dalam akuarium bisa menjadi penyebabnya.

Jika masalahnya adalah kadar oksigen yang terlalu rendah, ikan discus Anda akan tampak berenang lebih dekat ke permukaan air dan bahkan mencoba melompat keluar. Kekurangan oksigen dimungkinkan jika ada ikan yang sangat aktif di dalam akuarium, terlalu banyak penghuni, atau tidak ada tanaman hidup/aerator.

Pengobatan:

  • Anda dapat menyesuaikan tingkat oksigen di dalam akuarium dengan bantuan air stone. Cukup masukkan satu air stone di akuarium dan Anda akan bisa melihat hasilnya.
  • Dalam kasus keracunan, Anda harus mencari solusi yang spesifik seperti deklorinator untuk mengatasi klorin.
  • Selalu pastikan bahwa air akuarium bersih dan bebas dari sampah dan kotoran ikan yang membusuk.
  • Periksa dan bersihkan filter akuarium Anda dari waktu ke waktu untuk memastikan kinerja yang optimal.

Bersandar atau berbaring

Bersandar pada satu sisi atau berbaring/rebahan bukanlah perilaku normal ikan discus. Jika ikan Anda melakukan semua ini atau bertindak seolah-olah kehilangan keseimbangan, itu bisa berarti ada masalah kesehatan yang serius.

Pertama-tama, periksa kadar nitrat dan amonia karena bisa jadi inilah penyebab utamanya. Kedua, lihat apakah ikan Anda stres karena suatu alasan. Ini sebagian besar terjadi ketika discus dipindahkan dari lingkungan bertekanan rendah ke lingkungan bertekanan tinggi. Misalnya dari kantong plastik ke akuarium besar saat pertama membeli.

Menambahkan ikan baru ke akuarium juga dapat menyebabkan stres untuk ikan discus Anda. Discus tidak agresif, tetapi mereka juga tidak terlalu sosial.

Pengobatan:

  • Untuk masalah apa pun, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memeriksa kondisi air dan melihat apakah ada keracunan. Jika tidak ada masalah, maka Anda dapat fokus pada kemungkinan penyebab lain.
  • Anda dapat mengatasi masalah tekanan dan transportasi dari toko ikan ke rumah dengan memindahkan ikan dari kantung plastik ke akuarium yang lebih kecil sebelum Anda memasukkannya ke akuarium besar Anda. Aklimatisasi yang benar adalah kuncinya.
  • Jika itu hanya stres, satu sendok penuh garam ikan sudah cukup untuk mengatasi masalah ini.

Sirip atau ekor membusuk

Gambar Discus Sakit

Sirip atau ekor yang membusuk adalah masalah umum pada ikan. Jika ini terjadi pada discus Anda, itu tandanya air Anda penuh dengan bakteri yang merusak bagian tubuh ikan. Penyakit ini agak sukar diobati, tetapi Anda bisa menghentikan perkembangannya dan menyelamatkan nyawa ikan Anda.

Selain bakteri, terkadang ikan lain juga bisa menjadi penyebab di balik sirip yang rusak atau hilang. Ada banyak ikan yang melakukan itu, seperti rasboras. Setelah menggigit, sirip itu dapat dengan cepat dijangkiti bakteri yang akan merusak tubuh ikan.

Pengobatan:

  • Karena ini adalah infeksi bakteri, segera keluarkan ikan yang tergigit dari dalam akuarium. Pindahkan ke akuarium karantina yang lebih kecil dengan air yang telah diuji dengan benar.
  • Tes kondisi air dan lakukan treatment untuk menghilangkan racun dari akuarium utama.
  • Bersihkan akuarium dengan benar dan ganti airnya.
  • Gunakan obat antibakteri untuk mendisinfeksi akuarium dan membunuh semua bakteri.
  • Ambil semua jenis ikan yang suka menggigiti sirip sebelum memindahkan discus kembali ke akuarium.

Perut kembung atau bengkak

Perut yang membengkak tidak selalu merupakan tanda kehamilan. Ini juga bisa disebabkan oleh makan berlebihan. Tunggu beberapa saat untuk melihat apakah itu hilang. Jika tidak, maka itu bisa menjadi tanda penyumbatan usus, atau yang lebih buruk lagi, parasit. Ikan yang kembung juga akan tampak lebih malas dari biasanya.

Jika itu karena makanan, maka kembung akan hilang begitu ikan Anda mencernanya. Tetapi Anda perlu mengontrol dan membatasi jumlah makanan di waktu mendatang. Garam ikan adalah obat yang baik untuk membantu ikan Anda mencerna dan mengeluarkan makanan mereka.

Jika perut tetap kembung atau memburuk dari waktu ke waktu, Anda perlu mengkarantina ikan dan mencari gejala lainnya. Jika mereka mengeluarkan kotoran seperti benang putih, maka itu mungkin disebabkan parasit. Jika tidak, maka itu mungkin merupakan penyumbatan di ususnya.

Pengobatan:

  • Jangan memberi makan ikan kembung Anda sampai sekiranya mereka sudah mencerna makanan yang sebelumnya mereka makan.
  • Hubungi dokter hewan untuk meresepkan obat yang tepat untuk penyumbatan usus atau parasit. Bagian selanjutnya akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana menghadapi hal ini nanti.

BACA JUGA: 125 Jenis Ikan Discus Paling Lengkap Beserta Gambarnya

Kotoran putih yang berserabut

Penyakit ini terhubung dengan perut kembung/bengkak. Jika ikan Anda kembung dan mengeluarkan kotoran putih panjang yang terlihat seperti tali, maka ini adalah gejala yang jelas dari parasit. Ini bisa berakibat fatal bagi ikan Anda kecuali ditangani tepat waktu. Dalam kasus infeksi parasit, ikan Anda kemungkinan besar akan berhenti makan dan menjadi kurang aktif.

Pengobatan:

  • Berikan obat yang tepat untuk infeksi (anti parasit).
  • Pindahkan ikan ke akuarium karantina dan berikan obat yang diresepkan.
  • Periksa kondisi air dan ganti air secara teratur.
  • Tambahkan garam akuarium untuk meredakan stres.

Lubang di kepala (hole in the head)

Lubang di kepala ikan adalah tanda lain infeksi parasit. Anda akan melihat lubang di kepala dan lubang itu mungkin dipenuhi dengan nanah. Jika semakin parah, mungkin ada lebih dari satu lubang. Jika tidak diobati, ini bisa menjadi penyakit yang fatal.

Parasit jenis ini biasanya disebabkan oleh pola makan yang buruk dikombinasikan dengan kualitas air yang buruk. Seperti disebutkan sebelumnya, memeriksa kualitas air harus menjadi langkah pertama Anda. Jika Anda melihat ada ketidaknormalan, atasilah terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan lain.

Selalu pastikan air bersih dengan benar dan tidak ada sisa makanan atau kotoran berlebih di dalam akuarium.

Pengobatan:

  • Untuk masalah terkait bakteri atau parasit, karantina adalah suatu keharusan.
  • Pastikan air ditreatment dan diuji dengan benar di akuarium karantina.
  • Obati dengan obat anti-parasit seperti Octoxin.
  • Bersihkan dan ganti air secara teratur.
  • Gunakan garam akuarium untuk meredakan stres ikan Anda.

Velvet skin

Velvet skin adalah tanda lain dari serangan parasit. Ini menciptakan pertumbuhan seperti beludru putih di kulit. Awalnya, ini mungkin terlihat seperti bubuk putih atau debu, tetapi pada akhirnya akan menyebar dan berubah menjadi hitam. Gejala lain adalah perubahan perilaku seperti menggaruk atau menggosok benda lain.

Sekali lagi, kondisi air dan tingkat kebersihan mungkin menjadi penyebab utama, Namun, ada banyak contoh di mana parasit ini dibawa oleh ikan lain yang ditambahkan ke dalam akuarium tanpa karantina. Anda seharusnya tidak boleh melakukan itu. Terkadang, tanaman juga dapat membawa parasit dan menyebarkannya ke akuarium Anda.

Pengobatan:

  • Pindahkan ikan yang sakit ke akuarium karantina dengan air yang ditreatment dengan tepat.
  • Rawat ikan dengan obat anti-parasit.
  • Turunkan tingkat stres dengan sesendok garam ikan.

Borok kulit (skin ulcer)

Borok kulit sering disebabkan ketika luka terinfeksi. Ikan discus agak kikuk dan sering menabrak batu dan barang-barang lainnya di dalam akuarium. Ini bisa menyebabkan luka. Mereka bahkan dapat terbakar karena heater internal dan luka bakar tersebut mungkin terinfeksi.

Infeksi pada akhirnya akan mengubah luka menjadi borok. Biasanya, borok muncul sebagai luka atau bercak merah pada ikan. Jika semakin parah, ikan Anda akan kehilangan nafsu makan dan berhenti makan, yang bisa berakibat fatal.

Untuk mencegah borok, Anda harus berhati-hati dengan apa yang Anda masukkan ke dalam akuarium. Pastikan tidak ada benda tajam atau kasar yang dapat menyebabkan luka.

Pengobatan:

  • Karantina adalah langkah pertama Anda. Pindahkan ikan ke akuarium dengan kondisi dan kualitas air yang sempurna.
  • Rawat ikan Anda dengan obat antibakteri.
  • Gunakan garam ikan untuk menghilangkan stres dan meningkatkan pemulihan.
  • Pindahkan ikan kembali ke akuarium komunitas ketika luka sudah sembuh.

Mata berawan (Cloudy eyes)

Kebahagiaan dan kesehatan ikan bisa dilihat dari matanya. Mata ikan biasanya jernih dan cerah. Jika terlihat berawan/cloudy, berarti ikan Anda tidak bahagia atau sakit. Ini biasanya merupakan tanda infeksi bakteri.

Infeksi bakteri atau penyakit parasit pada ikan discus tidak akan terjadi bila kualitas dan kondisi air terjaga. Jadi, seperti biasa lakukan pengujian parameter air dan periksa apa ada yang salah. Perbaiki parameter air agar infeksi tidak memburuk.

Pengobatan:

  • Sekali lagi, mulailah dengan memindahkan ikan yang sakit ke akuarium karantina.
  • Mulai lakukan perawatan dengan obat antibakteri.
  • Anda dapat memindahkan ikan kembali setelah matanya jernih lagi.

Wabah discus (discus plague)

Jika Anda melihat pertumbuhan seperti wol pada ikan discus Anda, itu disebabkan ikan Anda terkena wabah. Ini adalah salah satu penyakit paling berbahaya bagi ikan discus! Kemungkinan terburuknya ini adalah infeksi virus dan dapat dengan cepat menyebar ke seluruh akuarium.

Ketika terkena wabah ini, ikan akan kehilangan semangat dan keindahannya dan menjadi gelap dan berlendir. Mereka akan menjadi kurang aktif dan akan tinggal lebih dekat ke permukaan, seolah-olah mencoba menghirup oksigen dari udara.

Ya, itu adalah wabah mematikan tetapi dengan tindakan segera dan perawatan yang tepat, Anda dapat menyelamatkan ikan peliharaan Anda. Jangan panik, bertindaklah dengan cepat.

Pengobatan:

  • Jika Anda yakin belum ada ikan lain yang terserang wabah, karantina ikan yang sudah terserang wabah.
  • Rawat mereka dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter hewan yang berpengalaman.
  • Letakkan banyak air stone di dalam akuarium untuk membantu ikan yang terjangkiti wabah bernafas dengan benar.
  • Lakukan penggantian air 50 persen setiap hari dan pastikan kondisi akuarium tetap ideal setiap saat.

Pertanyaan-pertanyaan terkait

Haruskah saya mengganti air setiap kali ikan discus saya sakit? Adalah hal yang baik untuk mengganti air 35 persen sebelum Anda memulai perawatan. Banyak penyakit disebabkan oleh kualitas air yang buruk. Sekalipun Anda memindahkan ikan yang sakit ke akuarium karantina, mengganti air di akuarium komunitas utama untuk melindungi ikan lainnya juga merupakan hal yang bagus. Sisa makanan dan kotoran harus segera dikeluarkan dari akuarium.

Mengapa ikan discus saya selalu sakit? Jika ikan discus Anda terlalu sering sakit, itu berarti kondisi akuarium dan kualitas air Anda tidak terjaga. Discus sangat sensitif dan mereka membutuhkan pemeliharaan yang tepat. Jika mereka terus jatuh sakit meskipun dalam kondisi ideal, cobalah mengganti makanan mereka. Selalu pilih makanan higienis dan berkualitas tinggi untuk ikan kesayangan Anda.

Haruskah saya memakai test kit untuk menguji kualitas air? Jika Anda benar-benar peduli pada ikan discus Anda, maka Anda harus memiliki test kit. Karena discus sangat sensitif terhadap perubahan kondisi air, pengujian berkala direkomendasikan. Test kita memungkinkan Anda untuk mengukur tingkat amonia, klorin, nitrat, dan racun lainnya di dalam akuarium.

Apakah ikan discus saya bisa selamat dari wabah discus? Wabah discus mungkin terdengar mematikan, tetapi ini dapat disembuhkan. Rahasia keberhasilan perawatannya terletak pada deteksi dini dan diagnosis. Semakin cepat Anda menemukan penyakitnya, semakin baik peluang Anda untuk mengobatinya. Dengan perawatan yang tepat, ikan Anda akan siap untuk kembali ke akuarium dalam waktu tujuh hingga sepuluh hari.

Apakah ikan discus bisa tetap sehat di air dingin? Tidak, air dingin akan membuat ikan discus Anda sakit. Karena berasal dari Amazon, discus terbiasa hidup di air hangat dan lunak. Anda harus mempertahankan suhu antara 27 °C hingga 30 °C.

Komentar