Home » Budidaya » Cara Ternak Ikan Molly dan Merawat Molly Betina yang Hamil

Cara Ternak Ikan Molly dan Merawat Molly Betina yang Hamil

Ikan molly memiliki temperamen yang sangat damai yang menjadikannya pilihan terbaik untuk dipelihara di akuarium komunitas (campuran). Mereka ideal untuk dirawat di akuarium sederhana sesuai dengan perspektif pengembangbiakannya. Mereka dianggap sebagai salah satu pilihan terbaik dari ikan jenis livebearer. Molly dapat berkembang biak dengan sangat mudah dan mungkin sudah hamil saat Anda membelinya dari toko.

Ikan molly kawin

Ingin menernak ikan molly? Simak segala sesuatu tentang pembiakan molly berikut ini.

Apa arti livebearer?

Seperti yang disebutkan di atas, molly adalah ikan livebearer. Ini berarti bahwa mereka dapat melahirkan bayi ikan (burayak) dan proses pengembangan keturunan telah terjadi melalui pembuahan internal.

Burayak pada dasarnya adalah bentuk bayi dari ikan dewasa. Tetapi burayak bisa memiliki warna dan bentuk yang berbeda dari ikan induknya, tergantung pada jenis ikan yang kawin satu sama lain.

Banyak ikan akuarium populer adalah livebearer seperti swordtail, guppy, platy, molly, dan banyak lagi. Tetapi ikan livebearer komunitas terbaik adalah guppy dan molly karena kedua ikan ini lebih damai daripada ikan akuarium lainnya.

Pembuahan

Ikan molly berkembang biak dengan menggunakan prosedur pembuahan internal. Setelah perkawinan ikan jantan dan betina, ejakulasi molly jantan memungkinkan pembuahan sel telur di dalam tubuh molly betina. Telur-telur ini tetap berada di dalam perut molly betina sampai burayak sudah siap dan dilepaskan dari telur. Kemudian molly betina melahirkan burayak.

Usia perkembangbiakan

Ikan siap bereproduksi pada usia yang sangat dini. Dan dalam kebanyakan kasus, ikan jantan membutuhkan lebih banyak waktu untuk matang secara seksual daripada betina.

Pada ikan molly, usia reproduksi bervariasi dari setiap jenis molly. Tetapi rata-rata molly jantan dapat menjadi produktif pada usia sekitar 12 bulan, sedangkan molly betina biasanya siap kawin pada sekitar setengah usia molly jantan, yang berarti mereka mulai produktif pada usia sekitar 6 bulan.

Waktu perkembangbiakan

Waktu perkembangbiakan dimulai ketika ikan molly memulai proses pembuahan telur. Ini adalah durasi yang dibutuhkan molly untuk melahirkan bayi.

Siklus perkembangbiakan pada molly biasanya bertahan selama sekitar 3 sampai 6 minggu (20 hingga 40 hari). Molly melahirkan burayak. Mereka baru akan melepaskan bayi-bayinya setelah mereka sudah berkembang dan siap untuk bertahan hidup tanpa orang tua mereka serta dapat berenang dan makan dengan mudah.

Waktu kehamilan

Kebanyakan orang sering mencampuradukkan istilah pembiakan dan waktu kehamilan, tetapi ini adalah dua hal yang berbeda. Waktu kehamilan sebenarnya adalah waktu dari kopulasi (persetubuhan) hingga melahirkan bayi atau proses pembuahan belum tentu terjadi. Sederhananya, waktu kehamilan adalah durasi di mana seekor molly dapat hamil setelah melakukan kawin. Di sisi lain, waktu berkembang biak cenderung dimulai setelah pembuahan berhasil dan molly menjadi hamil.

Waktu kehamilan ikan molly adalah sekitar 60 hari (8 minggu). Molly betina dapat menyimpan sperma yang diejakulasikan oleh molly jantan saat kawin hingga beberapa bulan. Molly betina sering dapat membuahi telur setiap 30 hari bahkan tanpa kehadiran molly jantan di dalam akuarium.

Bagaimana perilaku molly saat kawin?

Ternak ikan molly

Ikan yang berbeda memiliki pola perilaku perkembangbiakan yang berbeda pula. Ikan jantan dan betina sama-sama membutuhkan kopulasi setelah mereka mencapai usia dewasa. Perilaku ini pada molly biasanya diketahui ketika molly jantan berada di bawah molly betina dan berkopulasi untuk membuahi telur.

Perilaku mengejar untuk kawin

Ikan yang mau kawin akan mengejar ikan target mereka. Baik pejantan maupun betina dapat saling mengejar. Perilaku mengejar ikan juga bervariasi dari satu spesies ke spesies lainnya, tetapi pada sebagian besar spesies, keduanya bisa saling mengejar kawin atau sebagian besar dilakukan oleh pejantan.

Pada molly, molly jantan dan betina dapat saling mengejar. Saat memelihara molly jantan dengan banyak betina, pejantan dapat kawin dengan semua betina dengan mudah di waktu yang berbeda. Itulah sebenarnya alasan kenapa molly betina biasanya selalu hamil ketika dipelihara bersama molly jantan. Dalam kebanyakan kasus, molly jantan biasanya mengejar betina untuk kawin.

Biasanya, seekor betina berenang secara vertikal ketika dia setuju untuk kawin, tetapi biasanya molly jantan terus mengejar para betina yang berenang menjauh dari mereka. Bahkan jika seekor betina berenang perlahan-lahan,, itu juga merupakan tanda bahwa dia setuju untuk kawin dan memungkinkan pejantan untuk mengejarnya dengan mudah.

Waktu kopulasi

Kopulasi berbeda di setiap spesies ikan. Kebanyakan ikan biasanya dapat melakukannya setiap saat. Molly juga dapat berkopulasi di sepanjang waktu tetapi mereka kebanyakan melakukannya selama pagi hari.

Bagaimana cara molly kawin?

Ikan molly hamil

Molly dapat kawin dengan sangat mudah, cukup biarkan saja mereka kawin. Molly jantan dengan pola warna yang berani, sirip yang lebih besar, dan ukuran yang lebih besar sudah tahu apa yang harus dilakukannya. Jadi lebih baik memelihara satu ikan molly jantan dengan banyak molly betina.

Satu molly jantan dapat dengan mudah kawin dengan beberapa betina. Kopulasi dapat dilihat ketika seekor ikan jantan berada di bawah betina. Selama proses ini, molly jantan menggunakan gonopodium untuk membuahi molly betina. Gonopodium adalah sirip dubur pria yang dihubungkan dengan lubang urogenital betina untuk berejakulasi dan melakukan pembuahan yang berhasil.

Dalam kasus perkawinan yang berhasil, molly dapat melahirkan bayi dalam beberapa minggu. Setelah kawin betina sebaiknya ditaruh ke dalam wadah terpisah yang disebut sebagai breeding box.

Telur molly

Banyak ikan dapat bertelur hingga ribuan butir pada suatu waktu. ‘Fekunditas’ adalah istilah yang digunakan untuk menentukan kapasitas ikan untuk bertelur. Fekunditas bebeda pada setiap jenis ikan.

Ikan yang melepaskan telurnya di perairan terbuka dan tidak terlalu peduli dengan telurnya memiliki fekunditas yang sangat tinggi. Sementara ikan yang harus membangun sarang untuk menjaga telurnya tidak dapat bertelur banyak pada satu waktu, maka mereka memiliki fekunditas yang rendah.

Tetapi molly tidak benar-benar bertelur; mereka melahirkan bayi molly. Proses pembuahan sel telur terjadi di dalam perut molly betina dan setelah pembentukan bayi selesai, mereka keluar dari sel telur mereka dan kemudian induk akan melahirkan mereka.

Dengan cara ini, molly biasanya tidak perlu menjaga telur mereka. Burayak seperti versi kecil dari molly dewasa yang dapat makan dan merawat diri mereka sendiri.

Gejala kehamilan

Perilaku kehamilan semua ikan sangat berbeda di antara spesies. Sebagian besar ikan biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda yang kuat dan jelas ketika mereka sedang hamil. Tetapi beberapa ikan memang menunjukkan tanda-tanda kuat dan perubahan perilaku selama hamil.

Molly yang hamil dapat diidentifikasi melalui perutnya yang membesar. Mengingat gejala perilaku kehamilan molly, mereka mulai mencari tempat berlindung atau tempat gelap di akuarium untuk bersembunyi. Mereka biasanya bersembunyi di bawah tanaman jika ada.

Merawat molly yang hamil

Molly biasanya tidak membutuhkan perawatan khusus selama kehamilan mereka, tetapi lebih baik Anda menyediakan tempat perlindungan yang dibutuhkan molly hamil karena mereka selalu mencari semacam ruang persembunyian yang lebih gelap dan tenang. Sediakan ruang yang cukup gelap untuk mereka.

Jika kondisi ini tidak tersedia di akuarium Anda, maka Anda harus menaruhnya di akuarium terpisah dengan tempat bersembunyi atau menempatkan akuarium dalam kegelapan. Molly yang hamil juga merasa lebih rileks di air hangat daripada suhu akuarium normal.

Demikian pembahasan kami tentang pembiakan ikan molly. Semoga ini membantu ya!

Tags:

Komentar