Home » Semua Hewan » Krustasea » Cara Mengatur Akuarium Udang Hias: Filter, Lampu, Substrat, Dekorasi, dll

Cara Mengatur Akuarium Udang Hias: Filter, Lampu, Substrat, Dekorasi, dll

Dwarf shrimp alias udang hias yang berwarna-warni telah menginspirasi banyak aquarist selama beberapa tahun, terutama mereka yang memiliki akuarium nano. Akuarium kecil dengan volume kurang dari volume akuarium standar 54 liter ini sangat bagus untuk memelihara hewan akuatik kecil. Namun sebagai pemula, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan udang hias.

Gambar udang hias

Kami telah menyusun panduan kecil ini untuk menunjukkan gambaran umum setup akuarium udang hias yang benar.

Peralatan perawatan udang hias

Filter

Untuk menjaga agar air bebas dari polutan, filtrasi biologis sangat penting. Ini artinya bahan filter harus punya area permukaan yang cukup luas untuk menyediakan ruang kolonisasi besar untuk bakteri pengurai polutan. Pada prinsipnya, peralatan standar seperti filter eksternal sudah cukup untuk tujuan ini.

Untuk keberhasilan pembiakan udang hias, pastikan bahwa anak-anak udang yang sangat kecil tidak tersedot ke dalam pompa filter. Untuk itu lengkapi filter eksternal dengan pelindung filter, dan filter internal dapat dibuat lebih aman untuk bayi udang dengan memasang jaring lembut.

Akuarium

Udang kerdil dapat dirawat di nano tank kecil. Karena reproduksi hewan ini kadang-kadang sangat cepat, ukuran akuarium tidak boleh terlalu kecil. Yang sangat populer adalah yang berbentuk kubus dengan volume sekitar 20 hingga 30 liter. Satu set nano tank lengkap sangat cocok untuk memelihara udang. Selain mendapatkan akuarium, Anda juga mendapatkan filter dan lampu.

Lampu

Udang tidak membutuhkan pencahayaan yang kuat. Pencahayaan lebih penting bagi tanaman air dan kebutuhan mereka. Sebaliknya, dengan tempat persembunyian yang tidak mencukupi, udang merasa agak tidak sehat di bawah kondisi pencahayaan yang terlalu intens, mereka akan menyendiri dan beberapa spesies bahkan cenderung menunjukkan warna yang lebih pucat.

Jadi pastikan bahwa udang mendapat cukup naungan dan tempat bersembunyi dalam bentuk tanaman dan dekorasi. Seringkali, lampu standar yang ada dalam satu set nano tank sudah cukup untuk tanaman akuatik yang ‘low-light’ Namun, berbeda ceritanya bila Anda menginginkan tanaman yang butuh pencahayaan tinggi.

Baca Juga: 30 Tanaman Aquascape Low Light yang Mudah Dirawat

Substrat

Udang Hias

Udnag populer red bee shrimp (Caridina logemanni) lebih menyukai air yang asam dan lembut. Jadi tanah aktif, yang menjaga nilai pH dan kesadahan karbonat tetap rendah, adalah substrat standar untuk pemeliharaan udang air lunak. Tanah juga memiliki efek positif pada pertumbuhan tanaman air dan memperkaya air dengan asam humat dan fulvat.

Namun, udang dari spesies Neocaridina juga dapat dipelihara di air yang lebih sadah. Substrat netral dapat dipilih, seperti pasir dan kerikil yang paling banyak digunakan.

Dekorasi

Banyak tanaman yang mudah dipelihara tersedia untuk akuarium udang hias. Tanaman tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi murni, tetapi juga menyediakan tempat persembunyian dan mundur serta area merumput untuk menambah asupan makanan. Lumut adalah pilihan terbaik. Belukar halus sangat populer di kalangan udang muda.

Batu dan kayu apung ideal untuk desain alami dan penataan akuarium udang. Selain itu, ada juga tempat persembunyian khusus seperti rumah udang yang terbuat dari keramik dan bisa ditumbuhi lumut yang luar biasa.

Makanan

Untuk makanan udang yang sehat, Anda harus memastikan menu yang bervariasi. Ada banyak jenis makanan yang tersedia di toko ikan hias. Piring makan yang terbuat dari kaca dianjurkan untuk mencegah sisa makanan tenggelam ke dalam substrat dan terurai di sana. Alat ini bisa ditaruh di permukaan yang keras di suatu tempat di substrat.

Tabung makanan yang terbuat dari kaca memudahkan kita untuk memasukkan makanan ke dalam piring makan. Sisa makanan yang tidak dimakan juga bisa disedot dengan siphon agar air tidak tercemari limbah organik.

Perawatan air

Ada berbagai jenis garam yang dibuat khusus untuk udang yang berbeda. Garam ini bisa dipakai untuk pengolahan air demineral, misalnya dari sistem osmosis atau demineralizer. Garam mendorong parameter kesadahan (kekerasan karbonat total) ke nilai ideal untuk masing-masing spesies udang.

Selain itu, airnya akan diperkaya dengan elemen jejak yang penting bagi kesehatan penghuni akuarium. Tumbuhan air dan bakteri baik juga mendapat manfaat dari ini. Ini memastikan terciptanya ekosistem ​​yang stabil di akuarium.

Perlengkapan lainnya

Termometer

Selain beberapa pengecualian, udang hias tidak membutuhkan suhu tropis. Kisaran suhu mereka cukup luas, dari sekitar 18 sampai 27 °C. Oleh karena itu, akuarium yang tidak dipanaskan biasanya cukup jika suhu ruangan tidak menyimpang terlalu banyak. Fluktuasi alami sepanjang hari, yang juga terlihat di sepanjang tahun, sangat baik dan bisa meningkatkan kesehatan hewan.

Disarankan untuk memonitor suhu menggunakan termometer. Heater kecil untuk hari-hari yang dingin dan mungkin cooler untuk hari-hari panas bisa dipakai saat darurat.

Oksigen

Purifier seperti Söchting Oxydator telah dicoba dan diuji dan cukup populer di komunitas shrimping. Perangkat ini memastikan air bersih dan bebas kuman serta memperkaya air dengan oksigen aktif. Karena ukurannya yang kecil, alat ini tidak terlalu menonjol.

Serok ikan

Untuk menangkap udang dari kelompok umur yang berbeda, serok kecil yang rapat sangat cocok terutama di akuarium nano yang penuh tanaman. Tapi bila Anda ingin membiakkan udang hias, ingin memilih udang berdasarkan pola dan warnanya, maka sebaiknya pilih serok khusus udang.

Tags:

Komentar