Home » Semua Hewan » Krustasea » Cara Memelihara Udang Red Crystal Shrimp, Pakan dan Pembiakan

Cara Memelihara Udang Red Crystal Shrimp, Pakan dan Pembiakan

Red crystal shrimp (Caridina cf. cantonesnsis var. Crystal Red Shrimp) adalah udang kerdil air tawar yang populer, cantik, dan menakjubkan, yang dengan cepat menjadi salah satu udang hias paling populer dalam hobi aquascape. Udang ini sebenarnya merupakan varian warna dari bee shrimp biasa. Awalnya dibiakkan secara selektif di Jepang, mereka masih dikenal sebagai ‘red bee shrimp’ di beberapa bagian Asia.

Udang Red Crystal Shrimp

Meski udang red crystal shrimp tidak ditemukan di alam liar, nenek moyang mereka berasal dari provinsi Guangdong dan Guangxi di China, Hong Kong, dan beberapa laporan menunjukkan mereka juga ditemukan di Vietnam. Bee shrimp umumnya ditemukan di danau gunung kecil.

Meski ada permintaan yang signifikan untuk udang ini dari kalangan aquascaper, hampir semua udang yang tersedia di pasaran internasional berasal dari peternakan di Taiwan. Sangat sedikit bee shrimp yang dikumpulkan dari alam dan varian warna seperti red crystal shrimp semuanya adalah hasil penangkaran, yang membuat mereka menjadi sedikit lebih lembut daripada kebanyakan udang lain yang tersedia di pasaran.

Red crystal shrimp memiliki umur yang relatif pendek, hidup rata-rata sekitar 18 bulan di akuarium rumah. Jika dirawat dengan baik, mereka dapat hidup hingga dua tahun, meskipun ini jarang terjadi. Udang ini memiliki ukuran sekitar 3 cm. Mereka ideal dipelihara dalam akuarium 37 liter dengan suhu 22-25 °C dan ph 5,8-7,4.

Pemeliharaan

Gambar Udang Red Crystal Shrimp

Red crystal shrimp memiliki persyaratan pemeliharaan yang sedikit tidak biasa untuk invertebrata. Agar mereka benar-benar sehat di dalam akuarium, mereka membutuhkan air lunak dan sedikit asam. Dengan kata lain, mereka dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi air, tetapi pembiakan mungkin tidak terjadi jika mereka dipelihara di luar parameter air ideal mereka.

Udang ini telah dibiakkan secara selektif selama beberapa generasi, dan karena perkawinan sedarah inilah mereka cenderung sedikit lebih halus dibandingkan banyak spesies udang lainnya. Mereka membutuhkan akuarium yang mapan dan stabil, dan karena mereka cukup rentan, Anda direkomendasikan untuk memeliharanya dalam akuarium khusus spesies ini saja.

Red crystal shrimp tidak boleh dipelihara di akuarium yang lebih kecil dari 10 galon (37 liter). Mereka akan hidup bahagia di akuarium yang penuh tanaman (suplementasi CO2 harus dihindari). Perawatan rutin akuarium sangat penting karena udang ini sangat sensitif terhadap nitrit. Penggantian air mingguan antara 15-30% dianjurkan untuk menjaga air dalam kondisi bersih. Namun, pengujian air berkala harus dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dengan cepat.

Jika udang ini dipelihara dalam akuarium khusus spesies ini saja, maka filter terbaik untuk digunakan adalah filter spons. Filter ini aman untuk bayi udang  dan bisa memberikan filtrasi biologis yang sangat baik. Tetapi, jika udang ini dipelihara dalam akuarium komunitas, maka filter hang-on-back biasanya merupakan pilihan terbaik. Berhati-hatilah agar bayi udang tidak tersedot ke dalam filter.

Makanan

Red crystal shrimp adalah penyaring makanan dan juga dikenal suka mengonsumsi alga dan materi sayuran. Di akuarium, mereka harus diberi pelet tenggelam berkualitas tinggi bersama dengan ‘snack’ rutin berupa sayuran yang dicuci dan direbus. Salah satu makanan terbaik yang bisa Anda berikan adalah algae wafer yang merupakan pakan tenggelam yang sangat baik untuk herbivora.

Karena ukurannya yang kecil, mereka hanya boleh diberi sayuran dalam porsi kecil, dan sisa makanan yang belum dimakan harus dikeluarkan dalam waktu 24 jam. Jika sayuran tidak dibuang, mereka akan mengotori air. Beberapa sayuran yang baik untuk diberikan adalah mentimun, kacang polong, brokoli, dan selada romaine.

Pembiakan

Udang-udang ini akan berkembangbiak dengan mudah di dalam akuarium rumah, dan jika pejantan dan betina hadir, anak udang biasanya akan lahir tanpa intervensi dari aquarist.

Menentukan jenis kelamin udang ini memang sulit. Bahkan untuk mata yang terlatih, pejantan dan betina terlihat sangat mirip. Cara terbaik untuk membedakan pejantan dan betina adalah dengan melihat ukuran udang; betina lebih besar dari pejantan dengan perut lebih dalam dan ekor lebih lebar.

Setelah betina siap kawin, dia akan melepaskan feromon ke dalam air. Pejantan kemudian terlihat berenang di sekitar akuarium dengan panik untuk mencari betina.

Setelah kawin, betina akan membawa telur di bawah perutnya. Dia akan menggunakan pleopodnya untuk mengalirkan air di atas telur. Telur biasanya akan menetas setelah 30 hari, meskipun suhu air juga mempengaruhi lamanya inkubasi. Udang sebaiknya dibesarkan dalam air dengan suhu terendah dalam range suhu idealnya. Bayi udang tidak hanya akan tumbuh lebih besar di air dingin, tetapi mereka juga akan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik, meskipun tingkat pertumbuhan mereka akan melambat.

Karena anak red crystal shrimp menetas sebagai udang yang benar-benar sudah terbentuk dan tidak memiliki tahap larva seperti udang lainnya, tingkat kematian anak udang biasanya cukup rendah. Kecuali jika mereka dibesarkan di akuarium yang berisi ikan, maka anak udang akan hilang karena dimangsa.

Komentar