Home » Ikan Hias » Cara Memelihara Ikan Hias Emperor Tetra Mudah dan Lengkap

Cara Memelihara Ikan Hias Emperor Tetra Mudah dan Lengkap

Emperor tetra (Nematobrycon palmeri) adalah ikan air tawar kecil yang damai, seringkali dijadikan peliharaan oleh para penghobi ikan hias. Emperor tetra dianggap sebagai salah satu ikan terbaik untuk akuarium komunitas dan mereka cocok dengan sebagian besar spesies ikan non-agresif.

Ikan Emperor Tetra Lucu

Berasal dari Kolombia, ikan ini endemik di daerah aliran sungai Atrato dan San Juan. Mereka terutama bisa ditemukan di aliran sungai yang jernih dan lambat, dengan dasar berpasir, berbatu, atau berlumpur.

Rata-rata, ikan ini dapat hidup antara 3-5 tahun di akuarium yang terawat dengan baik, tetapi ada laporan bahwa beberapa spesimen bisa hidup lebih lama. Emperor tetra bisa tumbuh hingga ukuran maksimum 2 inci (5 cm), dengan pejantan yang sedikit lebih besar dari betina.

Akuarium emperor tetra

Emperor tetra harus selalu dipelihara dalam kelompok yang setidaknya terdiri atas enam ekor, tetapi idealnya mereka dipelihara dalam kawanan sepuluh ekor atau lebih. Ketika dipelihara dalam kelompok yang lebih besar, ikan ini akan menunjukkan perilaku shoaling (bergerombol) yang mengesankan dan tingkat stresnya menjadi lebih rendah.

Jika emperor tetra dipelihara dalam satu akuarium khusus emperor tetra, maka mereka harus ditempatkan dalam akuarium yang setidaknya bervolume 75 liter. Namun, karena sebagian besar emperor tetra dipelihara dalam setup akuarium komunitas, akuarium bervolume 100 liter biasanya dipandang sebagai ukuran minimum untuk sekawanan kecil emperor tetra dan spesies ikan lainnya.

Meski banyak ikan emperor tetra yang dijual adalah hasil tangkapan liar, akhir-akhir ini banyak dari mereka yang berasal dari peternakan ikan. Karena itu, sebagian besar akan dapat beradaptasi dengan berbagai jenis air, meskipun masih disarankan untuk menyediakan air lunak dan asam jika memungkinkan. pH idealnya adalah 5,0-7,5, sedangkan suhu idealnya 24-28 °C.

Akuarium harus memiliki substrat yang gelap -lebih disukai pasir atau kerikil- dengan banyak ornamen, kayu apung, dan tanaman hidup. Pejantan kadang-kadang teritorial (meskipun perkelahian jarang mengakibatkan cedera) dan dekorasi seperti kayu apung membantu untuk menghalangi pandangan dan mengurangi agresi mereka.

Filtrasi untuk emperor tetra

Soal filtrasi atau penyaringan, opsi terbaik biasanya adalah menggunakan filter hang-on-back (HOB). Filter HOB yang dirawat dengan baik akan menjaga air akuarium dalam kondisi sangat baik dan harganya lebih terjangkau daripada kebanyakan filter lainnya.

Memberi makan emperor tetra

Ikan Emperor Tetra

Emperor tetra merupakan predator di alam liar, memakan larva, invertebrata kecil, dan serangga. Di akuarium, makanan mereka harus terdiri atas makanan serpihan berkualitas tinggi dan sesekali bisa diberi makanan hidup dan beku secara teratur. Pakan-pakan yang bernutrisi tinggi bisa membantu ikan ini mencapai warna terbaiknya.

Mengenai makanan hidup dan makanan beku, mereka akan melahap cacing darah hidup, daphnia, udang air asin, larva nyamuk, dan tubifex. Selera makan mereka sama besarnya untuk makanan beku, seperti cacing darah beku, daphnia beku, dan udang air asin beku; semuanya akan disantap dengan penuh semangat.

Membiakkan emperor tetra

Emperor tetra cukup mudah dibedakan jenis kelaminnya. Pejantan lebih besar dan lebih berwarna daripada betina. Pejantan akan mengembangkan sirip dubur yang lebih panjang dan sirip punggung dan sirip ekor yang lebih runcing saat dewasa. Selain itu, iris jantan berwarna biru di sekitar pupil, sedangkan betina berwarna hijau.

Ikan-ikan ini relatif mudah berkembang biak di akuarium rumahan, tetapi agar anakan ikan yang baru menetas (burayak) bisa bertahan hidup, Anda harus menyediakan akuarium pembiakan terpisah. Akuarium pembiakan harus redup dengan air lunak dan asam.

Setup akuarium pembiakan yang lebih tradisional adalah membiarkan akuarium tanpa substrat kecuali hanya menempatkan kelereng di bagian bawah. Telur akan jatuh di antara kelereng, sehingga ikan dewasa tidak akan bisa memakannya. Namun, beberapa orang menggunakan lapisan jala di sepanjang bagian bawah akuarium dan mengklaim cara itu lebih efektif untuk menjaga telur tetap aman.

Pilihan lain adalah mensetup akuarium standar untuk akuarium pengembangbiakan, dengan air lunak, asam, substrat berwarna gelap, dan cakupan tanaman air yang padat. Tanaman harus berdaun halus seperti Water Sprite atau Java moss untuk menyediakan tempat bagi ikan untuk menyimpan telur mereka. Alternatif tanaman hidup adalah menggunakan spawning mop, meskipun tanaman hidup umumnya lebih disukai.

Sebelum bertelur, pejantan dan betina harus ditempatkan di akuarium terpisah. Pejantan dan betina yang terpisah kemudian harus dikondisikan dengan makanan hidup selama setidaknya satu minggu. Setelah betina mulai mengandung telur, pejantan dan betina harus ditempatkan di akuarium pembiakan.

Ikan biasanya akan melakukan pemijahan dalam waktu satu hari atau lebih, dan jika pemijahan tidak terjadi, mereka harus dikeluarkan, dan pasangan lain yang sudah dikondisikan dimasukkan ke akuarium pemuliaan. Setelah ikan bertelur, ikan dewasa harus diangkat untuk menjaga telur tetap aman. Penting untuk dicatat bahwa pemijahan dapat memakan waktu beberapa jam, jadi pastikan ikan telah menyelesaikan perkawinan sebelum mengambil ikan dewasa.

Telur biasanya akan menetas setelah dua atau tiga hari dan akan berenang bebas pada hari kelima atau keenam. Setelah burayak berenang bebas, mereka harus diberi makan infusoria. Setelah sekitar satu minggu, mereka dapat diberi makan artemia atau microworm, dan kemudian makanan serpihan bubuk halus.

Ikan yang cocok dengan emperor tetra

Ikan ini cocok dengan berbagai macam ikan yang damai dan juga akan akur dengan siklid kerdil (German Blue Ram, Kribensis cichlids, dan Bolivian Ram), corydoras catfish, guppy, platy, zebra danio, gurami, dan sebagian besar spesies tetra yang damai. Ikan yang terlalu aktif harus dihindari, seperti halnya ikan berukuran besar yang melihat emperor tetra sebagai mangsanya.

Komentar