Home » Ikan Hias » Cacing Darah untuk Ikan Cupang: Jenis, Manfaat, dan Kerugian

Cacing Darah untuk Ikan Cupang: Jenis, Manfaat, dan Kerugian

Banyak orang menggunakan cacing darah alias bloodworm untuk makanan ikan cupang karena mereka pikir ini adalah bagian besar dari menu makanan cupang. Dalam artikel ini, Anda akan belajar tentang berbagai jenis cacing darah serta mengapa mereka bisa bermanfaat atau sebaliknya berakibat buruk untuk cupang.

Lihat juga : cara ternak ikan cupang

Cupang makan cacing darah

Apa itu cacing darah?

Ketika Anda memilih cacing darah atau bloodworm di toko, biasanya ada dua jenis yang ditawarkan, yaitu bentuk cacing dan bentuk larva.

Cacing darah paling umum yang Anda temukan di toko ikan adalah Chironomidae. Ini sebenarnya bukan cacing, tetapi sebaliknya mereka adalah tahap larva dari lalat midge. Jenis cacing darah lainnya berasal dari genus Glycera. Meskipun keduanya sangat aman untuk cupang Anda, Chironomidae jauh lebih mudah untuk dikembangbiakkan. Di sisi lain glycera hanya tumbuh di kondisi laut.

Jenis cacing darah untuk cupang

Ada tiga pilihan cacing darah yang dijual di pasaran: beku, beku-kering, atau hidup. Setiap jenis memiliki manfaatnya, namun mereka juga memiliki kelemahan. Saat memilih, Anda harus mempertimbangkan nilai gizi dan kemudahan penyimpanannya.

Cacing darah hidup

Cacing darah hidup

Cacing darah hidup jelas merupakan cacing darah dalam bentuk paling alami. Mereka sedikit lebih mahal, tetapi memiliki beberapa manfaat besar. Salah satu manfaatnya adalah membangkitkan naluri berburu ikan cupang. Mode berburu ini bagus karena merangsang otak cupang dan mencegah mereka bosan.

Tidak seperti cacing darah beku dan kering, cacing darah hidup juga mengandung lebih banyak nutrisi karena mereka masih dalam bentuk paling murni. Cacing darah hidup adalah makanan yang ideal jika Anda berencana untuk membiakkan cupang Anda. Kehadiran cacing darah membuat cupang berpikir saatnya untuk kawin karena kelimpahan makanan sering terjadi selama musim kawin.

Namun, ada juga kerugian menggunakan cacing darah hidup.

Jika Anda tidak memiliki akuarium besar, maka jumlah yang Anda beli di toko akan terlalu banyak untuk dimakan oleh cupang Anda. Anda hanya dapat menyimpannya selama 2-3 hari di lemari es.

Selain memiliki masa simpan yang sangat singkat, mereka juga memiliki risiko lebih tinggi menjadi kontaminan. Tidak seperti cacing beku-kering dan beku di mana kontaminan biasanya sudah terbunuh selama proses pembuatannya, cacing darah hidup dapat membawa bakteri dan parasit yang dapat menginfeksi cupang Anda.

Cara paling aman untuk memberikan cacing darah hidup

Karena risiko infeksi menggunakan cacing darah, penting bagi Anda untuk memberikan cacing darah dengan cara yang paling aman untuk cupang Anda. Salah satu caranya adalah dengan membeli dari penjual yang memiliki reputasi baik. Kedua, pastikan Anda membilas cacing darah sebelum memasukkannya ke akuarium. Ini akan membantu menghilangkan kotoran yang mungkin membawa bakteri dari cacing darah.

Terakhir, jangan pernah menambahkan air dari kantong cacing darah ke akuarium. Ini adalah cara yang sangat keliru yang dapat mengirimkan parasit dan bakteri langsung ke dalam akuarium.

Cacing darah beku-kering

Cacing darah beku kering

Selain membeli cacing darah hidup, Anda juga dapat memilih jenis beku-kering. Cacing darah beku-kering sangat bagus karena mudah disimpan dan digunakan. Setelah Anda memilikinya, mereka akan bertahan lama. Anda hanya perlu mencelupkannya ke dalam air dan membiarkannya mengembang kembali ke ukuran penuhnya.

Kelebihan lain dari pakan jenis ini adalah bisa mengambang di bagian atas akuarium untuk waktu yang cukup lama. Jadi Anda tidak perlu khawatir mereka akan tenggelam ketika cupang Anda tidak bisa melihatnya.

Namun, jenis ini juga memiliki kelemahan. Dibandingkan dengan makanan hidup dan makanan beku, mereka memiliki nilai gizi yang sangat sedikit. Sebagian besar nutrisi di dalamnya hilang ketika diproses menjadi pakan beku-kering. Selain itu, biasanya ada dua jenis cacing darah beku-kering yang dapat Anda beli, grade A dan grade B. Grade A jauh lebih baik dan itulah yang harus Anda pilih untuk cupang Anda.

Cacing darah beku

Cacing darah beku

Terakhir, Anda juga dapat memilih untuk memberi makan cacing darah beku pada cupang Anda. Cacing darah beku adalah jalan tengah yang baik antara cacing darah beku-kering dan cacing darah hidup. Mereka dapat disimpan untuk waktu yang lama tetapi masih memiliki jumlah nutrisi yang relatif baik di dalamnya.

Anda dapat menyimpan cacing darah beku selama 6 bulan. Cara ini sangat efisien dan hemat. Cacing darah beku juga jauh lebih kecil kemungkinannya untuk membawa bakteri, penyakit, dan parasit karena semua itu sudah terbunuh selama proses pembekuan.

Pastikan untuk tidak memberi ikan seluruh cube/kubus sekaligus. Anda harus membelah kubus menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan memastikan kubus tersebut mencair. Untuk meminimalkan kemungkinan kontaminasi setelah Anda mencairkan cacing darah, pastikan Anda tidak menambahkan air apa pun yang ada di dalamnya ke dalam akuarium ikan Anda.

Saat memberikan cacing darah beku ke cupang, jangan meninggalkannya terlalu lama di dalam akuarium. Ini sering terjadi ketika orang tidak tahu berapa banyak yang harus diberikan pada ikan mereka. Pakan pun yang belum dimakan setelah dua menit harus dikeluarkan jika akuarium Anda hanya berisi cupang.

Semakin sering Anda melakukan ini, semakin cepat Anda dapat secara efektif mengukur takaran makan cupang Anda.

Cara pemberian cacing darah untuk ikan cupang

Takaran cacing darah

Cupang Anda akan terus makan jika Anda terus memberi mereka kesempatan. Bahkan ketika mereka sudah kenyang, mereka akan tetap makan. Jadi penting bagi Anda untuk tidak memberi makan terlalu banyak pada cupang Anda.

Memberi makan cupang 1-2 cacing darah sudah cukup. Dan jika Anda memberi mereka lebih dari ini, ikan berisiko sembelit/konstipasi. Banyak orang yang memberi makan cacing darah beku pada cupang melakukan kesalahan dengan menjatuhkan seluruh kubus sekaligus.

Cupang Anda tidak hanya akan makan lebih banyak dari yang dia bisa, tetapi apa pun yang tersisa di akuarium akan mulai membusuk dan menyebabkan lonjakan amonia. Jadi pastikan Anda tidak pernah memasukkan terlalu banyak makanan.

Frekuensi pemberian cacing darah

Banyak orang memberi makan cacing darah untuk cupang mereka setiap hari. Dan ini sebenarnya tidak baik. Cacing darah bagus untuk camilan, tetapi terlalu kaya untuk menjadi makanan pokok cupang. Mereka mengandung terlalu banyak lemak dan protein di dalamnya.

Sebagai aturan praktis, Anda hanya perlu memberi makan cupang dengan cacing darah sekali atau dua kali per minggu. Variasikan makanan cupang dengan pakan lain.

Dampak kelebihan pemberian cacing darah

Seperti disebutkan sebelumnya, ada sejumlah alasan mengapa Anda tidak boleh memberikan cacing darah pada cupang secara berlebihan.

Sembelit dan gangguan gelembung renang

Salah satu alasan terbesar untuk tidak memberikan cacing darah terlalu banyak adalah karena Anda akan meningkatkan kemungkinan cupang sakit. Penyakit gelembung renang dan sembelit sangat umum terjadi pada cupang. Dan meski ini biasaya bisa sembuh sendiri, masih ada kemungkinan bahwa cupang tidak dapat pulih dengan baik.

Lonjakan amonia

Selain membuat cupang sakit, jika Anda memberi cacing darah terlalu banyak maka ada kemungkinan lonjakan amonia di akuarium Anda. Lonjakan amonia terjadi ketika bakteri menguntungkan tidak dapat mengonsumsi amonia dengan cepat karena jumlahnya yang terus meningkat. Dan makanan yang busuk turut menciptakan lonjakan amonia.

Jika ada lonjakan amonia, maka cupang Anda akan mulai menderita keracunan amonia yang dapat dengan cepat menjadi fatal.

Resiko penyebaran penyakit

Jelas, semakin banyak cacing darah yang Anda tambahkan ke akuarium, semakin besar kemungkinan penyakit akan ditularkan. Meski kemungkinan cupang Anda terkena penyakit cacing darah tidak besar, Anda sebaiknya jangan ambil risiko.

Boros uang

Dan terakhir, jika Anda memasukkan terlalu banyak cacing darah ke dalam akuarium sekaligus, Anda hanya membuang-buang uang. Cupang tidak akan bisa memakan semuanya dan nantinya Anda harus mengambil dan membuangnya. Mubadzir kan?

Meskipun cacing darah bisa menjadi makanan yang enak untuk cupang Anda, pastikan Anda tidak berlebihan memberikannya. Nah sekarang Anda sudah tahu kan kelebihan dan kekurangan memberi makan cupang dengan cacing darah!

2 Comments

Komentar