Home » Dunia Binatang » 10 Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Cara Mencegahnya

10 Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Cara Mencegahnya

Kucing merupakan sala satu hewan yang paling disukai untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan di rumah. Memelihara mamalia imut ini juga memiliki banyak manfaat, lho! Salah satunya adalah untuk membentuk kepribadian. Dalam merawatnya, tentu dibutuhkan kesabaran yang ekstra dan siap dengan segala kemungkinan yang terjadi, baik dengan kondisi sehat maupun sakit.

Meskipun merupakan hewan yang lucu dan menggemaskan, ternyata memelihara kucing juga memiliki kekurangan yakni bulunya dapat rontok. Kerontokan bulu pada kucing biasanya saat memasuki fase pergantian bulu, dan setiap kucing pasti akan mengalami fase tersebut. Meskipun demikian, terdapat dampak buruk yang harus diperhatikan. Akan tetapi, jika kucing Anda mengalami kerontokan bulu secara tidak wajar, maka Anda perlu mewaspadai hal tersebut. Sebab, kucing sering kali menjilati tubuhnya dan tidak menutup kemungkinan bulu-bulu tersebut tertelan oleh mereka. Nah, untuk mencegah hal tersebut terjadi pada kucing Anda, ketahui beberapa penyebab kerontokan pada bulu kucing berikut ini.

Tidak Cocok dengan Produk Shampoo

Shampoo merupakan kebutuhan untuk peralatan mandi bagi kucing, sering kali kita mengunakan jenis shampoo yang sebenarnya tidak cocok bagi bulu kucing dan dapat mengakibatkan kerontokan. Ketidakcocokan tersebut dipengaruhi oleh faktor ketahanan kulit kucing yang berbeda. Untuk itu, pilihlah shampoo yang sesuai dengan jenis kulit dan bulu kucing anda untuk mencegah iritasi kulit dan juga kerontokan bulunya.

Alergi dan Gangguan Kutu

Kucing juga bisa terkena gangguan kulit dan juga alergi yang disebabkan oleh makanan dan vaksin yang tidak cocok. Selain itu, kutu juga menjadi penyebab utama dari kerontokan bulu pada kucing. Parasit yang satu ini sangat mengganggu dan menyebabkan efek gatal sehingga kucing kerap menggaruk-garu kulitnya sehingga menyebabkan kerontokan pada area tertentu. Kutu juga dapat mengambil nutrisi pada tubuh kucing, akibatnya, kucing akan mengalami kekurangan nutrisi. Untuk menghentikan kutu dan alergi pada kucing Anda, segera bawa ke dokter hewan terdekat.

Infeksi Jamur

Selain kutu, bulu kucing yang lembap dan lebat pun dapat menjadi tempat berkembangnya jamur. Adanya jamur pada kulit kucing sering kali tidak terdeteksi, hal ini dikarenakan bagian yang terinfeksi jamur tertutup oleh bulu. Ketika ada bagian yang terlihat botak, baru bisa dideteksi keberadaannya. Bercak jamur tersebut dapat meluas ke area lain jika tidak mendapatkan penanganan yang cepat mengingat perkembangbiakan jamur sangatlah cepat. Pastikan agar selalu menjaga kebersihan tubuh kucing Anda agar terhindar dari pertumbuhan jamur terutama setelah selesai dimandikan. Keringkan bulunya hingga benar-benar kering dan bebas lembap.

Kekurangan Nutrisi

Makanan yang mengandung nutrisi rendah juga dapat mengakibatkan kerontokan pada bulu kucing. Hal ini karena kebutuhan gizi yang tidak tercukupi dengan baik. Akibatnya, kucing rentan terkena gangguan kerontokan. Untuk memperbaiki kebutuhan gizinya, sebaiknya Anda konsultasikan kepada dokter hewan mengenai makanan serta asupan vitamin yang seperti apa untuk mendukung kecukupan nutrisi bagi kucing Anda.

Kelebihan Nutrisi

Tidak hanya kekurangan, namun kelebihan nutrisi juga dapat mengakibatkan bulu kucing Anda menjadi rontok. Kebutuhan nutrisi memang penting bagi pertumbuhannya, akan tetapi jika diberikan secara berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatannya. Selain kerontokan pada bulu, kelebihan nutrisi juga dapat menyebabkan kulit kucing menjadi kering dan mengelupas.

Stress

Stress menjadi salah satu penyebab bulu kucing rontok yang paling terkenal. Biasanya kucing akan gampang stress jika kita jarang memperhatikan dan mengajaknya bermain. Apabila kucing mengalami stress, maka distribusi nutrisi yang dilakukan oleh pembuluh darah menjadi tidak sempurna sehingga mereka akan malas untuk beraktifitas dan menyebabkan kerontokan bulu. Untuk itu, rajin-rajinlah untuk menyempatkan waktu memperhatikan dan mengajak mereka bermain untuk mencegah kucing Anda menjadi gampang stress.

Mengatur Suhu Tubuhnya

Bulu kucing memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai penghangat tubuh disaat musim dingin tiba. Sebaliknya, ketika memasuki musim panas, maka kucing akan menggugurkan bulunya agar tidak kepanasan. Untuk mencegah kerontokan yang berlebihan, Anda harus memperhatikan suhu ruangan pada tempat tinggal kucing agar tidak terlalu panas maupun dingin.

Sudah Waktunya untuk Rontok

Bulu kucing pada dasarnya akan rontok secara alami selama satu kali dalam enam bulan untuk mengganti dengan bulu baru yang lebih lembut. Fase ini merupakan hal wajar, jadi anda tidak perlu terlalu khawatir. Akan tetapi, Anda harus tetap menjaga kebersihan rumah dari bulu-bulu yang rontok tersebut.

Cara Mencegah Kerontokan Secara Berlebihan

Jika kerontokan bulu pada kucing dirasa berlebihan, segera konsultasikan kepada dokter hewan mengenai keluhan tersebut agar dapat lebih mudah mengetahui penyebabnya. Akan tetapi, anda juga dapat melakukan penanganan awal yang dapat anda lakukan sendiri di rumah. Berikut cara-cara untuk mengatasi kerontoka bulu pada kucing yang dapat anda lakukan.

  • Mengganti makanan dengan yang cocok dengan kucing

Salah satu penyebab kerontokan bulu kucing adalah ketidakcocoka terhadap jenis makanan yang dikonsumsi oleh kucing anda. Untuk itu, pilihlah jenis makanan yang cocok bagi kucing anda dengan tetap memperhatikan kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya.

  • Rajin menyisiri bulu kucing

Dengan rutin menyisir bulu kucing, maka parasit seperti kutu dan tungau dapat dibasmi, melancarkan metabolisme tubuh, dan menyehatkan kulit serta bulunya. Dan yang paling penting, menyisir bulu kucing dapat menjaga hubungan emosional antara kucing dan pemiliknya.

  • Memangkas bulu kucing

Untuk kucing dengan jenis bulu lebat seperti angora dan persia, akan lebih baik jika bulunya rajin dipangkas. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya hairball dan tidak terlalu panjang.

  • Menggunakan produk shampoo yang sesuai

Pilihlah shampoo yang tidak mengandung derterjen berbahaya bagi bulu kucing anda. Deterjen dapat menyebabkan bulu kucing anda menjadi iritasi dan menimbulkan rasa gatal pada kulitnya. Pilihlah shampoo yang sesuai dengan kebutuhan kucing anda.

Komentar