Home » Budidaya » Panduan Lengkap Budidaya Jangkrik Bagi Pemula

Panduan Lengkap Budidaya Jangkrik Bagi Pemula

Pernahkah anda mendengar suara jangkrik di malam hari? Terlebih lagi di daerah pedesaan. Suara dari jangkrik terkadang dapat menenangkan dan dapat membawa kita pada nuansa pedesaan yang sejuk, dan banyak diantara kita yang ingin budidaya jangkrik

Jangkrik (Gryllus sp) merupakan serangga yang masuk dalam keluarga Gryllidae. Hewan ini biasa dimanfaatkan sebagai pakan bagi burung peliharaan, ikan, dan juga reptil. Terdapat lebih dari 1000 spesies jangkrik ini yang hidup di daerah tropis seperti di Indonesia. Setidaknya ada sekitar 100 jenis yang telah dikenal, namun belum dipetakan secara lebih rinci. Jangkrik termasuk jenis serangga herbivora. Jika di alam bebas, mereka akan cenderung memakan dedaunan yang mengandung kadar air seperti sawi, selada, bayam, dan daun pepaya.

budidaya Jangkrik

Akan tetapi, apakah anda tahu bahwa jangkrik dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan? Budidaya jangkrik saat ini sudah banyak dilakukan dengan tujuan untuk bisnis pakan burung, selain itu jangkrik juga bisa dibudidayakan dalam jumlah yang kecil sebagai hobi atau hewan aduan. Selain menjanjikan, cara budidayanya pun terbilang cukup mudah dan tidak memerlukan modal yang besar. Sehingga usaha ini sangat cocok bagi anda yang ingin memulai bisnis sampingan. Jenis jangkrik yang biasa dibudidayakan adalah jenis Gryllus mitratus dan juga Gryllus terstaclus. Nah, bagi anda yang tertarik untuk mulai usaha budidaya jangkrik, anda perlu mengetahui dulu kiat-kiat yang harus dipersiapkan untuk membudiayakan serangga ini. Berikut langkah-langkah atau cara membudidayakan jangkrik.

Langkah-langkah  Budidaya Jangkrik

Menyiapkan Kandang

Langkah ini merupakan tahap paling awal yang perlu anda siapkan sebelum memulai budidaya jangkrik. Kandang merupakan tempat bagi jangkrik yang dapat berupa kardus atau papan triplek yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Ukuran ideal untuk kandang jangkrik ini adalah sepanjang 100 cm dengan lebar 60 cm, serta tinggi sekitar 30-40 cm.

Anda juga dapat menempatkan kandang secara bersusun agar lebih menghemat tempat dan efisiensi. Sebaiknya, kandang ditempatkan pada ruangan yang tidak terpapar sinar matahari langsung. Usahakan pula untuk penempatan kandang ini di tempat yang tepat. Selain itu, minimnya sinar matahari dapat memberikan efek ketenangan pada jangkrik anda. Perhatikan keamanan dari kandang terbebas dari predator, karena dikhawatirkan sebelum panen, jangkrik anda malah habis dimakan oleh predator tersebut.

Olesi juga kandang jangkrik menggunakan lumpur untuk membuat kandang seolah-olah habitat asli mereka atau juga dengan cara memasukkan daun-daun kering seperti daun sukun, daun pisang, dan daun timbul. Fungsi lain dari daun-daun ini adalah untuk menjaga agar para jangkrik tidak memangsa satu sama lain.

Untuk menghindari jangkrik anda keluar kandang, maka lapisilah bagian atas kandang menggunakan lakban. Kemudian siapkan juga lubang di salah satu sisi kandang dan tutup dengna kasa sebagai sirkulasi udara bagi mereka.

Pemilihan Bibit

Langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit unggul. Bibit yang dipilih sebagai indukan harus memenuhi syarat antara lain sehat, tidak sakit, serta terbebas dari cacat. Adapun cara membedakan jangkrik yang sehat dengan yang tidak adalah dengan memperhatikan bagian kaki atau sungutnya. Apabila sungut tidak patah, maka bibit indukan tersebut baik untuk dipilih. Akan tetapi, akan lebih baik jika mencari indukan dari alam bebas, karena jangkrik yang berasal dari alam bebas memiliki daya tahan tubuh lebih baik daripada indukan yang berasal dari kandang.

Untuk indukan betina tidak masalah jika anda ingin membelinya dari pedangang, tetapi indukan jantan akan lebih baik diperoleh dari alam bebas. Indukan jantan yang berasal dari alam bebas cenderung lebih agresif sehingga dapat mempermudah proses perkembangbiakan dan tentunya waktu panen pun akan lebih cepat. Indukan jantan Umumnya memiliki suara mengerik yang lebih kencang dan bagus. Permukaan sayap dan punggungnya kasar serta bergelombang, tidak memiliki ovpositor pada ekornya. Sedangkan indukan betina memiliki sungut yang panjang dan berjumlah dua sungut, kondisi kaki baik, warna tubuh dari jangkrik betina yang sehat adalah hitam mengkilap dan berukuran besar.

Proses Mengawinkan Indukan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, buatlah kandang menjadi semirip mungkin dengan habitat aslinya di alam bebas dengan mengolesi lumpur atau dengan memasukkan dedaunan ke dalam kandang jangkrik. Proses perkawinan haruslah dengan spesies yang sama, karena jika berbeda spesies maka pengembangbiakan tidak akan berhasil.

Masukkan induk betina dan jantan ke dalam sebuah kandang dengan perbandingan 10:2. Selama proses perkawinan, jangkrik jantan akan mengeluarkan suara mengerik secara terus menerus. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian dari jangkrik betina. Setelah itu, jangkrik betina yang telah melalui proses pembuahan kemudian akan bertelur. Biasanya telur-telur tersebut akan diletakkan  ke dalam wadah yang berisi pasir atau tanah. Usakan untuk tetap memastikan pakan bagi indukan ini tetap terjaga. Contoh pakan yang bisa digunakan berupa sawi, kubis, kangkung atau bayam.

Penetasan Telur

Telur-telur yang telah dihasilkan biasanya memerlukan waktu selama 7-10 hari untuk menetas. Pisahkan kandang induk dengan telur untuk menghindari induk memakan telurnya sendiri. warna dari telur yang telah dibuahi akan berubah menjadi lebih keruh. Setelah 4-6 hari kemudian, telur-telur tersebut akan menetas. Pastikan kelembapan kandang tetap terjaga dengan baik dengan cara menyemprotkan air atau menutup kandang menggunakan kain basah.

Pemberian Pakan

Setelah telur-telur menetas, selanjutnya adalah pemberian pakan bagi jangkrik. Pakan bagi jangkrik yang telah berusia 1-10 hari diberikan pur atau pakan ayam yang telah dihaluskan. Setelah usianya telah melewat 10 hari, maka anakan dapat diberikan sayuran serta jagung muda yang telah diformulasikan dengan singkong atau mentimun. Akan tetapi, untuk jangkrik yang akan dikawinkan, maka berikan pakan yang mengandung air berupa sawi, jagung muda, singkong dan mentimun.

Pemeliharaan Kandang

Kondisi kandang yang baik mempengaruhi kualitas dari jangkrik itu sendiri. Untuk itu, rutin lah membersihkan kandang jangkrik agar tetap bersih dan higienis serta terhindari dari gangguan hama. Jaga juga kelembapan kandang, jangan terlalu kering dan juga jangan terlalu lembap. Pastikan agar selalu dalam kondisi gelap karena jangkrik merupakan hewan yang aktif pada malam hari. Pastikan juga untuk selalu membuang sisa makanan dari jangkrik anda untuk menghindari pertumbuhan jamur dan bakteri yang dihasilkan dari sisa makanan tersebut.

Apabila anda menggunakan kandang baru, sebaikanya dicuci terlebih dahulu karena biasanya kandang yang baru masih berbau vinil. Lumuri kandang dengan lumpur sawah dan kemudian di jemur hingga kering. Selain itu, periksa wadah air yang terdapat pada kaki kandang, tambah atau ganti air tersebut jika dirasa sudah semakin sedikit.

Panen

Terdapat dua keuntungan yang diperoleh dari proses panen jangkrik. Yang pertama adalah telur, telur-telur tersebut dapat anda jual kepada pedangang sebagai bibit dan yang kedua dalah jangkrik dewasa itu sendiri. Jangkrik yang telah dewasa siap untuk dijadikan pakan bagi hewan seperi burung dan ikan.

 

Komentar