Home » Budidaya » Cara Mudah Budidaya Ikan Cupang yang Cocok untuk Usaha Rumahan

Cara Mudah Budidaya Ikan Cupang yang Cocok untuk Usaha Rumahan

Ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan hias yang disukai oleh pecinta ikan hias karena memiliki penampilan yang unik dan juga mudah untuk dipelihara. Ikan ini merupakan jenis ikan air tawar yang berasal dari daerah tropis di perairan Asia Tenggara. Jika di alam bebas, ikan cupang biasanya hidup secara berkelompok dengan habitat di rawa-rawa, danau, dan sungai berarus tenang.

Salah satu keistimewaan dari ikan ini adalah memiliki daya tahan yang kuat. Mereka sanggup bertahan hidup dalam air yang minim oksigen sekalipun. Selain itu, ikan cupang juga bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan bantuan aerator. Hal ini dikarenakan ikan cupang memiliki rongga yang menyerupai paru-paru manusia sehingga dapat membantunya bertahan pada lingkungan air yang minim oksigen tersebut.

Dengan perawatan yang baik dan benar, ikan cupang mampu bertahan hidup hingga usia 3 sampai 5 tahun dengan ukuran mencapai 7 cm. Dalam sekali bertelur, ikan ini mampu menghasilkan 10 hingga 50 butir telur. Saat ini, animo masyarakat untuk membudidayakan ikan ini sangat tinggi mengingat perawatannya yang mudah dan bisa dilakukan di rumah, tentu menambah daya tarik untuk ide bisnis yang menjanjikan.

Jenis-jenis Ikan Cupang

Terdapat dua jenis ikan cupang yaitu ikan cupang hias dan ikan cupang aduan. Cupang hias biasa digunakan sebagai ikan hias untuk dinikmanti keindahan bentuk, warna pada ekor, serta gerakannya yang gemulai. Sedangkan cupang aduan biasa digunakan sebagai ikan untuk di adu. Akan tetapi, sebaiknya anda tidak melakukan hal tersebut, karena selain bisa menyakiti cupang itu sendiri, kegiatan mengadu ikan merupakan tindakan ilegal di beberapa negara.

Kedua jenis ikan cupang tersebut dibedakan berdasarkan tingkat keagresifannya. Saat ini, terdapat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang terdapat di dunia. Akan tetapi, tidak semuanya populer sebagai ikan peliharaan. Kebanyakan, spesies yang beredar di pasaran merupakan jenis splendens complex yang terdiri dari betta splendens, betta mahachai, betta smaragdina, betta stiktos, dan betta imbellis.

Cara membudidayakan Ikan Cupang

Setelah mengetahui berbagai macam penjelasan mengenai ikan cupang, berikut ini beberapa tips bagi anda yang ingin mulai memelihara ikan cantik yang satu ini.

  • Memilih Indukan

Langkah ini merupakan tahap awal dalam pembudidayaan ikan cupang. Induk yang dipersiapkan haruslah bibit indukan yang berkualitas yang berasal dari bibit unggulan, kondisinya sehat, dan tidak cacat. Sebelum melakukan pemijahan, terlebih dahulu pastikan bahwa indukan jantan maupun betina telah matang gonad atau telah siap untuk dikawinkan.

Ciri-ciri ikan cupang jantan adalah sirip dan ekornya lebar dan mengembang, gerakan lincah, dan tubuhnya lebih besar dengan usia setidaknya 4-8 bulan. Sedangkan betina gerakannya lebih lamban, sirip dan ekor pendek, warna lebih kusam, dan tubuh lebih kecil dengan usia berkisar antara 3 sampai 4 bulan.

  • Persiapan Pemijahan

Setelah memilih indukan yang siap untuk dipijah, selanjutnya adalah menyiapkan media berupa wadah atau aquarium kecil dengan ukuran minimal 20x20x20 cm dan gelas plastik untuk ikan cupang betina. Dalam sekali bertelur, ikan ini mampu menghasilkan 1000 butir telur yang akan menetas dalam waktu 24 jam setelah proses pembuahan terjadi. Dari 1000 butir itu, setidaknya yang berhasil dipanen adalah sekitar 20-50 larva hidup.

Sementara itu, indukan jantan dapat dikawinkan hingga 8 kali dalam kurun waktu 2-3 minggu. Sebenarnya, indukan betina seharusnya hanya dapat dikawinkan sebanyak satu kali. Jika terus dipaksakan, maka akan terjadi penurunan keragam jenis kelamin pada anak-anak ikan cupang selanjutnya dan biasanya akan didominasi dengan jenis kelamin betina.

  • Langkah-langkah Pemijahan

  1. Isilah wadah atau aquarium dengan air jernih hingga setinggi 10-15 cm. Kemudian endapkan air terlebih dahulu selama satu malam, hindari menggunakan air kemasan atau air yang beraroma kaporit.
  2. Tambahkan tanaman air ke dalam wadah atau aquarium sebagai tempat berlindung anak-anak cupang. Perhatikan posisi tanaman tersebut tidak terlalu padat agar tidak menghalangi oksigen masuk.
  3. Masukkan ikan cupang jantan dan biarkan ia berenang selama satu hari dalam wadah atau aquarium. Hal ini bertujuan agar cupang jantan membuat gelembung-gelembung udara yang berfungsi untuk menyimpan telur yang telah dibuahi. Untuk memancingnya agar membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina di gelas plastik secara terpisah dan benamkan di dalam aquarium di mana ikan jantan tersebut dimasukkan.
  4. Setelah gelembung dibuat, masukkan ikan betina dalam wadah yang sama dengan jantan untuk melakukan proses pemijahan. Biasanya proses ini dilakukan pada pukul 7-10 pagi atau sore sekitar pukul 4-6. Letakkan wadah atau aquarium pemijahan jauh dari keramaian, karena cupang cukup sensitif jika sedang kawin.
  5. Apabila proses pembuah telah selesai, langkah selanjutnya adalah mengangkat cupang betina dari dalam wadah, kemudian biarkan jantan merawat anakannya. Cupang jantan akan memunguti telur-telur tersebut menggunakan mulutnya dan meletakkannya pada gelembung tadi. Jika ikan betina tidak dippisahkan, maka telur-telur tersebut akan dimakan oleh induk betina tersebut.
  6. Anakan cupang tidak perlu diberi makan karena mereka masih memiliki cadangan makanan yang terdapat di dalam telurnya. Anakan baru bisa diberi makan setelah menetas 3 hari dengan pakan berupa kutu air jenis moina atau daphnia.
  7. Setelah ikan berusia 1,5 bulan, anakan sudah bisa dibedakan jenis kelaminnya. Setelah itu, pisahkan ke dalam wadah pembesaran.

Pakan Ikan Cupang

Pakan yang biasa digunakan untuk makanan ikan cupang adalah berupa kutu air, larva nyamuk, dan cacing sutera sebanyak 3-4 kali sehari. Semakin sering pakan diberikan, maka semakin baik pula pertumbuhannya. Akan tetapi, pemberian pakan tersebut harus sedikit-sedikit, karena jika terlalu banyak malah akan mengotori wadah atau aquariumnya. Sehingga, wadah tersebut menjadi tempat berkembangnya berbagai macam penyakit. Anda bisa mendapatkan pakan tersebut di selokan atau air-air yang menggenang dan di toko ikan hias.

Perawatan Ikan Cupang

Ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki daya tahan tubuh yang baik. Mereka bisa dipelihara di dalam wadah atau aquarium tanpa aerator sehingga mampu bertahan walau dalam kondisi oksigen yang minim. Walaupun demikian, ikan cupang tetap membutuhkan air dengan kualitas yang baik. Untuk ikan cupang jantan sebaiknya tidak dicampurkan dalam satu wadah yang sama, apalagi wadah tersebut berukuran kecil. Hal ini dapat menyebabkan ikan tersebut malah saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya akan mengalami kerusakan dan menyebabkan cacat.

Sedangkan pada ikan cupang jenis aduan, anda bisa memasukkannya ke dalam wadah kecil dengan pencahayaan yang minim agar ikan menjadi lebih agresif. Sebaiknya jarak antar wadah dengan wadah lainnya diletakkan berjauhan. Karena jika berdekatan, maka ikan akan siap menyerang dan membenturkan tubuhnya pada wadah. Berikanlah pembatas atau sekat di antara kedua wadah tersebut. Rutinlah mengganti air dalam wadah atau aquarium secara berkala agar tidak menyebabkan kotoran cupang menumpuk dan menjadi masalah penyakit.

Komentar