Home » Ikan Hias » Berbagai Penyebab Ikan Mas Koki Mutiara Cepat Mati di Akuarium

Berbagai Penyebab Ikan Mas Koki Mutiara Cepat Mati di Akuarium

Di antara berbagai jenis ikan mas koki, ikan koki mutiara (pearlscale) atau mas koki mutiara tikus adalah salah satu yang paling populer dan lucu. Ikan ini bagaikan bola-bola bulat di air karena bentuk tubuhnya yang bulat dengan sisik-sisik kecil menyerupai mutiara. Harga koki mutiara pun sangat murah, di pasaran pedagang ikan hias biasa menjualnya seharga 10.000 rupiah untuk tiga ekor anakan atau 15.000 rupiah untuk ikan dewasa.

Gambar Ikan Mas Koki Tikus

Namun sayangnya banyak pemelihara ikan koki mutiara yang mengeluh kalau ikan satu ini gampang mati. Sehari-dua hari di dalam akuarium, ikan ini sudah ditemukan mati di dasar akuarium atau mengambang di permukaan. Kenapa sih ikan mas koki mudah mati dan bagaimana solusinya? Yuk kita bahas bersama.

Kualitas air buruk

Tak diragukan lagi, pembunuh ikan mas koki nomor satu adalah kualitas air yang buruk. Ikan koki membutuhkan parameter air dalam kisaran tertentu. Ketika Anda pertama kali memasukkan ikan ini ke air biasanya baik-baik saja, tetapi begitu Anda mulai memberi makan dan ikan mulai menghasilkan kotoran, amonia akan mulai menumpuk. Dalam akuarium yang sudah mapan dengan filter tersiklus, bakteri baik akan menjaga kadar amonia tidak naik.

Tetapi di akuarium yang baru disetup, tidak ada bakteri baik di sana yang bisa mengontrol ledakan amonia. Sementara di akuarium yang sudah tersiklus lama, kurangnya filter dan jarangnya penggantian air juga dapat menyebabkan lonjakan amonia.

Amonia super beracun bagi segala jenis ikan, tak terkecuali ikan mas koki. Amonia bisa membakar ikan (seringkali menyebabkan noda hitam di tubuh ikan), merusak insang dan menyebabkan sirip terlihat bergaris merah darah. Ikan bisa mati perlahan atau tiba-tiba, tergantung seberapa kuat ikan itu.

Sayangnya Anda tidak bisa melihat atau mencium amonia dalam air. Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah air Anda mengandung amonia adalah dengan menguji air tersebut menggunakan test kit yang banyak dijual di toko ikan. Penggantian air rutin wajib dilakukan untuk mencegah lonjakan amonia dan zat beracun lainnya.

Amonia bukanlah satu-satunya pembunuh ikan mas koki. Lonjakan nitrit atau perubahan drastis pH adalah masalah kualitas air lainnya yang dapat membuat ikan Anda mati dengan sangat cepat. Untuk menghindari masalah ledakan zat beracun dalam beberapa minggu pertama setelah Anda memasukkan ikan baru, sikluskan air terlebih dahulu dengan menggunakan filter mekanik dan biologis ditambah bakteri starter dan nitrogen.

Baca Juga: Cara Mengatur Akuarium Ideal untuk Mas Koki Mutiara

Bakteri TB

Selain kualitas air yang buruk, sebuah penelitian menemukan bahwa 63% ikan yang mati mendadak disebabkan oleh infeksi bakteri TB. Seringkali penghobi menyalahkan diri mereka sendiri, tetapi ini sebenarnya bukanlah kesalahan mereka. Ini adalah masalah yang merajalela di toko-toko ikan hias yang tak terlalu memperhatikan kesehatan ikan mereka.

Ikan yang berada dalam kondisi yang sangat tertekan, kotor, dan sempit sangat rentan mengidap penyakit ini. Gejala TB ikan seringkali tidak spesifik atau menyerupai kondisi lainnya. Karena tidak ada obat yang ampuh di pasaran, mencegah penyakit ini dengan membeli ikan langsung dari peternak terkemuka adalah langkah yang cerdas.

Overfeeding (memberi makan berlebihan)

Mas Koki Mutiara

Memberi makan berlebihan menyebabkan kualitas air memburuk. Bahkan jika ikan mas koki sudah menghabiskan jatah pakan mereka, mereka masih bisa makan lebih banyak dari yang seharusnya karena ikan ini tergolong rakus.

Hal ini menyebabkan terlalu banyak kotoran ikan yang sangat berbahaya, terutama bila lingkungan hidup ikan kecil. Racun dari kotoran dapat menyebabkan lonjakan amonia yang melukai ikan. Solusinya adalah berikan makanan dalam jumlah secukupnya dan segera angkat makanan yang tidak dihabiskan dalam waktu beberapa menit.

Infeksi bakteri lainnya

Meskipun Anda mungkin sudah memahami pentingnya bakteri baik yang berkaitan dengan filter Anda, bakteri jahat ada di semua akuarium, bahkan akuarium yang sehat. Mereka berkeliaran dan menunggu ikan menjadi stres, sakit, terluka atau lemah, dan kemudian mereka akan menyerang.

Bakteri dapat menyebabkan infeksi eksternal atau internal. Penyakit umum ikan seperti busuk sirip, busuk mulut, atau penyakit usus biasanya disebabkan oleh bakteri eksternal, sedangkan septikemia (vena merah berdarah di ekor) atau dropsy yang mematikan disebabkan oleh infeksi bakteri internal. Seringkali, parasit adalah penyebab utama infeksi bakteri.

Parasit

Ini adalah penyebab yang gawat. Parasit seringkali menimbulkan kebingungan mengapa ikan mati mendadak di akuarium. Ikan yang dibeli di toko ikan yang kurang memperhatikan kesehatan ikan berandil besar dalam membawa parasit, baik itu internal dan eksternal. Beberapa contohnya bisa Anda lihat, seperti ich atau kutu.

Tetapi banyak parasit eksternal yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Mereka menyebabkan stres pada ikan dari waktu ke waktu karena merusak jaringan dengan mengunyahnya. Seringkali ikan dapat menahannya tanpa terlalu banyak masalah di awal, tetapi setelah beberapa bulan berlalu, parasit akan berlipat ganda dan ikan menjadi terlalu lemah untuk terus melawan.

Kabar baiknya, jika ikan Anda sudah terjangkit parasit, Anda dapat mengobatinya segera dengan berbagai jenis obat anti parasit. Dan jangan lupa untuk selalu mengkarantina ikan yang sedang dalam proses pengobatan agar tidak menular. Jika ikan Anda tidak diobati, biasanya hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum ikan mati sia-sia.

Penyebab lain

Ikan koki mutiara juga bisa mati karena penyebab lain, seperti stres ketika dipindahkan. Masalah stres ini patut dicurigai jika ikan Anda mati tak lama setelah 12 jam Anda membawanya pulang. Ikan mas koki seringkali sudah mengalami perjalanan jauh dan melelahkan dari peternak ke toko ikan sehingga ikan sudah berada dalam kondisi stres.

Mereka juga bisa stres karena terpapar racun dalam kantong plastik, terpapar sinar matahari konstan, hidup bergerombol bersama banyak ikan (termasuk ikan yang sakit dan mati), dan hidup dalam air yang tak bersih. Semakin kecil ikan, semakin rentan dia untuk mati karena stres.

Di samping stres, ada banyak alasan lain mengapa ikan mas koki bisa mati. Penyebab lain kematian mendadak pada ikan mas meliputi pH tidak seimbang, lonjakan amonia atau nitrit, penyumbatan batu di mulut, temperatur ekstrem, kekurangan oksigen, obat-obatan, air kotor karena tumpukan kotoran dalam filter atau gravel, makanan basi, kontaminasi zat kimia air yang beracun, dan serangan jantung atau stroke adalah suatu kemungkinan jika ikan berhenti saat sedang berenang

Selanjutnya ada beberapa alasan umum mengapa ikan mas mati setelah pergantian air, yaitu kandungan klorin, kloromin, atau logam berat dalam air baru (karena air tidak dikondisikan dengan tepat), lonjakan suhu (perbedaan lebih dari 2 derajat dapat menyebabkan stres atau bahkan kematian), perubahan drastis pH air, pelepasan hidrogen sulfida dalam kerikil selama pembersihan, penggantian air yang sangat besar pada akuarium yang mengandung nitrat tinggi, dan masuknya kontaminan secara tiba-tiba di sumber air yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Nah belajar dari berbagai penyebab di atas, Anda kini bisa lebih berhati-hati dalam merawat ikan mas koki mutiara Anda. Jangan sampai si kecil bulat nan lucu ini mati setelah Anda merawatnya dengan penuh kasih sayang di akuarium rumah. Selalu perhatikan hal-hal di atas, terutama menjaga kebersihan akuarium.

Komentar