Home » Semua Hewan » Bagaimana Cara Hewan Berkomunikasi dengan Satu Sama Lain?

Bagaimana Cara Hewan Berkomunikasi dengan Satu Sama Lain?

Ada berbagai jenis komunikasi hewan, banyak di antaranya yang tidak sepenuhnya kita pahami. Terlepas dari ribuan tahun penelitian yang sudah kita lakukan, kita selalu menemukan aspek baru tentang bagaimana hewan mengirimkan informasi pada satu sama lain. Alasan komunikasi juga kompleks dan tidak selalu bisa dipahami dengan baik. Hewan memiliki alasan kompleks untuk berbagi informasi dan ini tidak selalu berkaitan dengan perkawinan atau mencari sumber daya. Banyak hewan hanya ingin bersenang-senang dengan hewan lain dari jenis mereka sendiri.

Komunikasi hewan

Artikel ini menjelaskan bagaimana hewan berkomunikasi dengan satu sama lain. Seperti yang akan Anda lihat, pengalaman dan pembelajaran memainkan peran mendasar dalam komunikasi binatang. Ini menyiratkan kapasitas hewan yang lebih besar untuk menghafal daripada yang diperkirakan banyak orang.

Bagaimana cara hewan berkomunikasi?

Ketika kita melihat hewan di alam liar atau hewan peliharaan di rumah, sulit untuk mengetahui apa yang mereka coba komunikasikan dan tidak selalu jelas bagaimana mereka melakukannya. Ini sebagian disebabkan oleh berbagai bentuk komunikasi hewan. Berbagai jenis komunikasi hewan meliputi:

  • Visual
  • Kimia (hormonal)
  • Taktil
  • Pendengaran
  • Komunikasi elektro

Di sini kita akan mempelajari beberapa jenis komunikasi hewan ini secara lebih rinci.

1. Komunikasi visual antar hewan

Komunikasi visual terjadi pada hampir semua spesies hewan dengan kapasitas penglihatan. Namun ini lebih sering dikaitkan dengan burung. Kebanyakan, meskipun tidak semua, spesies burung dimorfik secara seksual. Ini berarti spesimen jantan dan betina memiliki penampilan fisik yang berbeda. Seringkali pejantan memiliki bulu dan/atau warna yang lebih mencolok, menggunakan ciri-ciri ini untuk menguntungkan mereka dalam sistem perkawinan sosial.

Salah satu contoh yang mencolok adalah burung red-capped manakin (Ceratopipra mentalis). Pejantan dari spesies ini menggunakan tarian yang sangat spesifik yang menyerupai ‘moonwalk’ yang terkenal. Teorinya adalah bahwa bulu dan gerakan yang rumit menunjukkan mereka sebagai calon yang ideal untuk kawin. Meskipun penampilan tentu saja merupakan faktor dalam perkawinan, alasan ornamen pada burung masih belum sepenuhnya dipahami dan faktor-faktor lain yang terlibat.

Beberapa serangga, seperti kupu-kupu raja, memiliki warna yang sangat mencolok. Pola-pola pada tubuh mereka dan warna-warna cerah menunjukkan kepada pemangsa bahwa mereka bukan sumber makanan yang cocok. Secara khusus, warna-warna cerah menunjukkan bahwa mereka beracun, entah mereka sebenarnya memang beracun atau tidak. Kodok perut-api oriental (Bombina orientalis) juga menggunakan teknik ini. Sesuai namanya, mereka memiliki perut merah yang mereka tunjukkan kepada calon pemangsa.

2. Komunikasi kimia antar hewan

Komunikasi kimia antara hewan adalah salah satu metode komunikasi yang paling penting dan kurang dipahami di dunia binatang. Salah satu contoh paling aneh dapat ditemukan dalam serangga sosial. Misalnya, lebah berkomunikasi satu sama lain melalui feromon. Dengan menggunakan sinyal kimia ini, mereka dapat memperingatkan anggota sarang lainnya tentang adanya bahaya atau di mana mereka dapat mengekstrak nektar.

Ratu lebah juga mengendalikan lebah pekerja melalui sekresi feromon khusus yang juga mencegah mereka berkembang biak. Hanya sang ratu yang bisa bertelur. Setiap koloni sangat membantu dalam menunjukkan bagaimana feromon dapat bekerja dalam komunikasi. Semut yang menemukan makanan atau sumber daya lainnya akan meninggalkan jejak feromon untuk diikuti semut lainnya. Inilah sebabnya mengapa kita sering melihat garis semut yang tidak menyimpang dari jalur yang sama.

3. Komunikasi taktil antar hewan

Komunikasi binatang

Indera sentuhan adalah metode komunikasi yang penting, terutama pada mamalia. Kita bisa dengan mudah melihatnya pada simpanse. Hewan-hewan ini saling membersihkan satu sama lain untuk menghilangkan kotoran dan parasit. Perilaku ini tidak hanya memiliki tujuan kebersihan praktis, tapi juga memungkinkan mereka untuk memperkuat hubungan yang mereka miliki satu sama lain.

Perilaku serupa dapat dilihat pada hewan peliharaan kita. Baik kucing maupun anjing akan saling menjilat. Ini praktis membantu mereka untuk tetap bersih, tetapi juga membantu membedakan mereka sebagai anggota keluarga yang sama. Ini tidak hanya spesifik pada spesies tertentu saja. Baik kucing ataupun anjing akan menjilat pemilik manusia mereka untuk mengomunikasikan kedekatan yang sama.

4. Komunikasi pendengaran hewan

Meskipun kosakata tanda dan suara binatang tidak mendekati manusia, banyak hewan masih menggunakan bunyi dan vokalisasi untuk mengirim sinyal. Kompleksitas komunikasi audio hewani adalah sesuatu yang banyak diperdebatkan di berbagai bidang studi.

Jika Anda bertanya kepada pemilik hewan peliharaan, beberapa orang mungkin mengklaim bahwa hewan peliharaan mereka lebih memahami daripada yang sebenarnya bisa mereka lakukan. Agar Anda dapat membentuk opini Anda sendiri dengan lebih baik, kita dapat melihat beberapa contoh dari dunia hewan.

Panggilan peringatan

Salah satu jenis komunikasi antara hewan yang telah dipelajari dengan relatif baik adalah panggilan peringatan atau alarm. Ini adalah suara yang menunjukkan keberadaan predator. Sebagai hasilnya, mereka dapat lebih menjaga keamanan kelompok yang lebih besar. Pada banyak spesies, tipe predator juga menyebabkan sinyal alarm berubah. Sebagai contoh, monyet vervet (Cercopithecus aethiops) adalah salah satu yang telah tercatat bisa menghasilkan panggilan yang berbeda di hadapan cheetah, elang, dan ular.

Sementara hewan di alam liar menggunakan sinyal suara yang rumit untuk memperingatkan hewan lain, hewan peliharaan bukanlah pengecualian, misalnya kucing yang setidaknya bisa mengeluarkan 11 suara untuk berkomunikasi.

Pemberitahuan makanan

Hewan yang hidup berkelompok juga akan menggunakan suara untuk memperingatkan anggota lain dari sumber makanan baru. Bahkan jika jaraknya sangat jauh, hewan-hewan itu dapat memancarkan suara dan pergi ke sumber makanan. Namun, beberapa hewan akan menunggu sampai mereka makan dengan cukup sebelum mereka mengingatkan anggota kelompok lainnya. Ini termasuk monyet capuchin (Cebus).

Ritual kawin

Selain gerakan dan bulu, burung juga dapat bersuara selama ritual perkawinan mereka. Kicau burung bisa sangat rumit dan dapat bervariasi secara signifikan bahkan dalam spesies yang sama. Burung individu juga akan mempersonalisasi dan mengadaptasi lagu mereka sendiri dari waktu ke waktu.

Kasus yang sangat aneh adalah lyrebird (Menura novaehollandiae) yang luar biasa. Mereka dapat meniru kicauan burung dari spesies burung lain. Namun, mereka juga dapat meniru suara lain di alam dan bahkan suara buatan manusia. Ada bukti bahwa mereka mampu meniru suara gergaji yang digunakan dalam operasi penebangan pohon. Selain itu, selama ritual kawin pejantan akan mengetuk ranting pohon dengan kaki mereka. Ini menjaga irama lagu dan mereka menggunakannya untuk menampilan tarian eksentrik untuk mengesankan betina.

Bagaimana hewan air berkomunikasi?

Bentuk komunikasi hewan yang paling sering dalam air adalah suara dan kimia. Ini sebagian disebabkan oleh visibilitas yang buruk di dalam air.

Bagaimana ikan berkomunikasi?

Umumnya, ikan berkomunikasi menggunakan hormon yang ada dalam urin mereka. Namun beberapa ikan dapat menggunakan sinyal listrik. Kategori yang terakhir memiliki sistem motorik yang dimodifikasi yang menghasilkan kejutan listrik kecil serta pergerakan.

Contohnya adalah Brachyhypopomus pinnicaudatus, sejenis ikan todak tanpa gigi. Guncangan listriknya ringan, meskipun ada beberapa spesies belut listrik yang memiliki guncangan yang cukup kuat untuk membunuh manusia.

Banyak ikan juga memiliki ornamen visual (jambul, pola warna, dan lain-lain) untuk menarik individu dari lawan jenis. Sinyal visual terkenal lainnya pada ikan adalah bioluminesence, yang berarti mereka dapat menghasilkan cahaya untuk berkomunikasi. Johnson’s anglerfish (Melanocetus johnsonii) memiliki tulang belakang di bagian atas kepalanya yang mengandung banyak bakteri bioluminesen. Ikan kecil akan tertarik pada cahaya karena menganggapnya sebagai makanan, dan mereka pada akhirnya justru menjadi mangsa ikan Johnson’s anglerfish.

Bagaimana lumba-lumba berkomunikasi?

Salah satu bentuk komunikasi pendengaran hewan yang paling kompleks ditemukan pada cetacean, yaitu lumba-lumba dan paus. Mamalia akuatik ini hidup dalam masyarakat yang sangat kompleks dan memancarkan repertoar suara yang besar.

Beberapa studi menunjukkan metode pertukaran informasi mereka tidak terlalu berbeda dengan manusia. Bahkan mungkin lumba-lumba dapat mempelajari namanya sendiri. Ini mirip dengan bahasa, tetapi seberapa miripnya masih sangat bisa untuk diperdebatkan dan menjadi masalah yang relatif kontroversial di antara para peneliti.

Nah, sekarang Anda sudah paham kan bagaimana hewan-hewan di dunia berkomunikasi dengan satu sama lain?

Komentar