Home » Ayam » Melirik Peluang Usaha Ayam Pelung yang Menjanjikan

Melirik Peluang Usaha Ayam Pelung yang Menjanjikan

Bagi masyarakat di sekitar Jawa Barat khususnya Cianjur, tentunya sudah tidak asing lagi dengan ayam yang satu ini. Pasalnya ayam pelung merupakan unggas asli daerah tersebut. Ayam pelung pertama kali dikembangbiakkan di desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur oleh seorang petani dan sekaligus pemuka agama bernama H. Djarkasih.

Saat ini, ayam pelung cukup diminati oleh berbagai kalangan serta sudah lama menjadi klangenan. Hal ini tentunya karena bentuk tubuh dari ayam ini yang tinggi serta besar, selain itu ayam ini juga kerap diikutsertakan dalam berbagai kontes ayam pelung skala lokal yang anggotanya berjumlah hingga ratusan orang. Tidak hanya sebagai ayam kontes, ayam pelung juga dapat dipelihara bahkan memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Di bawah ini akan kami jelaskan lebih dalam mengenai ayam pelung ini. Yuk, simak!

Diikutsertakan Dalam Kontes

Dikenal sebagai unggas yang memiliki kokokan yang panjang serta tubuh yang besar, tak jarang jika ayam pelung kerap kali diikutsertakan dalam berbagai kontes. Biasanya, ayam yang akan diikutsertakan adalah ayam yang memiliki suara yang cenderung mengalun panjang hingga 15 detik lamanya. Semakin indah irama yang dihasilkan, maka semakin besar pula peluang ayam tersebut untuk keluar sebagai juaranya. Selain dilihat dari kriteria suaranya, kontes ayam pelung juga dinilai dari postur tubuh, warna, serta bobotnya. Hal ini bertujuan tentu sebagai nilai tambah dengan postur gagah dan corak bulu yang indah.

Kontes yang biasa diselenggarakan untuk para pecinta ayam ini antara lain yakni kontes penampilan, kontes bobot, dan kontes suara. Dari ketiga kontes tersebut, kontes suara lah yang disebut-sebut sebagai yang paling bergengsi. Agar ayam pelung memiliki suara yang lantang dan indah, maka perawatannya pun perlu perhatian khusus. Kunci utamanya adalah mengatur jadwal istirahat dan makan dari ayam itu sendiri sebelum ikut kontes. Point yang dinilai berupa ayam dengan suara tengah dan juga ujung.

Untuk mendapatkan seekor ayam pelung yang berkualitas, anda dapat melakukan tiga cara seperti membeli langsung ayam yang telah siap tampil, membeli dan merawat dari usia anakan, dan beternak ayam pelung.

Jenis-jenis Ayam Pelung

Terdapat beberapa ayam pelung yang dibedakan berdasarkan warna serta jenggernya, lho! Apa sajakah jenis-jenis tersebut?

  1. Ngeplek Kenca

Jenis ini memiliki jengger yang cenderung sedikit miring ke kiri.

  1. Ngeplek Kantuhu

Kebalikan dari jenis Ngeplek Kenca, jenis Ngeplek Kantuhu memiliki jengger yang miring ke arah kanan.

  1. Pejet

Memiliki kombinasi warna hitam dan kuning keemasan. Umumnya, ayam ini berasal dari daerah Garut.

  1. Bajin Turun

Memiliki jengger yang tegak dan besar jika dilihat dari samping.

  1. Jalak

Warnanya merupakan perpaduan dari warna hitam dan kuning kehijauan, akan tetapi adapa pula jenis yang memiliki perpaduan warna putih dan hitam.

  1. Carambabang

Memiliki warna dengan perpadan merah dan hitam serta dilengkapi dengan warna putih yang cenderung tidak beraturan.

  1. Ragaji Gobet

Ukuran jenggernya lebih pendek dengan ujung yang menyerupai gergaji.

Peluang Usaha Ayam Pelung

Ayam pelung memiliki keunikan tersendiri mulai dari penampilannya fisiknya yang besar dan gagah, kokokan yang panjang, hingga warna bulunya yang indah membuat ayam ini begitu diminati oleh masyarakat Indonesia. Hingga tak heran jika permintaan akan pesanan ayam ini meningkat. Hal ini tentu menjadi peluang yang tak boleh dianggap remeh.

Masa pertumbuhan dari ayam pelung ini relatif cepat. Sementara itu, ayam jantan juga berpotensi dapat dimanfaatkan sebagai ayam pedaging, dan ayam petelur bagi ayam betina. Adapun masa bertelurnya dimulai dari usia 7 hingga 9 bulan dengan telur yang dapat dihasilkan mencapai 10-15 butir dalam  satu kali bertelur.

Biasanya, kebanyakan pemesan ayam ini membelinya untuk koleksi atau kebutuhan kontes. Adapun konsumennya rata-rata berasal dari Jawa Tengah, Jambi, Lampung, dan kota-kota di Sumatera. Kualitas anakan sangat bergantung dari kondisi serta kualitas indukan. Semakin sehat indukan, maka kualitas anakan juga tak kalah baik dan memiliki suara lantang. Untuk satu ekor ayam pelung anakan dipatok dengan harga sekitar 150 ribu hingga 200 ribu per pasang. Sedangkan untuk ayam pelung dewasa berkisar 1,2 hingga 1,5 juta per pasangnya.

Selain itu, beternak ayam ini tidak memiliki perhatian yang khusus karena karakter unggas Indonesia cenderung mandiri. Perhatian utama justru pada kandangnya dengan selalu memastikan agar kondisi kandang tersebut kering. Kandang cukup disinari dengan cahaya matahari langsung agar kesehatan dan kebersihannya terjaga.

Untuk unggasnya sendiri, ketika ayam telah berusia sekitar 6 – 7 bulan sebaiknya dimandikan setiap dua minggu sekali kemudian dijemur di bawah sinar matahari pagi dengan pemberian pakan berupa campuran pur, jagung, dan beras merah. Adapun perbandingannya adalah 2:1:1, pakan cukup diberikan ketika pagi dan sore saja. Untuk menjaga stamina ayam, ada baiknya untuk memberi makanan tambahan berupa buah-buahan seperti pepaya dan tomat. Saat musim pancaroba, ayam ini termasuk unggas yang tahan terhadap penyakit.

Itulah beberapa penjelasan mengenai ayam pelung. Apakah anda tertarik memelihara unggas yang satu ini?

Komentar